Berita Populer

Berkarya di Masa Pandemi

Bagi komunitas teater, berkarya di tengah pandemi merupakan sebuah tantangan yang cukup besar. Begitu pula yang dirasakan oleh Teater Bintang, sebuah UKM di Trisakti School of Management yang berfokus di dunia pelakonan. Tetapi ternyata pandemi justru membangkitkan semangat baru bagi UKM Teater Bintang untuk terus mengepakkan sayapnya. Hal ini tampak dari salah satu program kerja yang baru saja terlaksana pada tanggal 27 Februari 2021, yaitu Seminar Online yang bertemakan “Komunitas Teater Berkarya di Masa Pandemi”. Kegiatan ini turut mengundang seorang narasumber yang tentunya sangat berpengalaman di dunia teater. Narasumber ini tidak lain adalah Kak Rangga Riantiarno yang adalah seorang penulis, aktor, penerjemah, dan juga saat ini merupakan Sutradara Teater Koma.

Sebagai pembuka acara, setelah lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan bersama, beberapa patah kata sambutan dituturkan oleh beberapa pihak penanggung jawab, seperti Bapak Emir Kharismar selaku Kepala Bagian Administrasi Kemahasiswaan dan Alumni, Amanda Berliana Putri selaku perwakilan BPM, Muhammad Husein Raafi selaku perwakilan Senat Mahasiswa, Denisa Arba Sabila selaku Ketua UKM Teater Bintang, serta Jenni Trisnawati selaku Ketua Pelaksana.

“Dari teater ini kita sebenarnya bisa belajar bagaimana cara kita pribadi bisa belajar berekspresi, kemudian kita belajar berkomunikasi secara verbal maupun nonverbal. Tentunya skill komunikasi ini sangat diperlukan sekali dalam kehidupan sehari-hari, dalam sosialisasi yang lebih percaya diri, dan tentunya sangat bermanfaat ketika kita melangkah ke dalam dunia kerja ataupun berwirausaha,” jelas Pak Emir Kharismar dalam kata sambutannya.

Setelah berbincang seputar Teater Koma, moderator pun masuk kepada pembicaraan utama pada webinar kali ini, yaitu seputar teater yang berkarya di tengah pandemi. “Selain pementasan di atas panggung, ya bisa di rumah. Sebenarnya teater hanya membutuhkan tempat, penyaji (pekerja dan pemain), dan penonton. Tempat bisa dimana aja, pada akhirnya sekarang tempatnya lari ke dunia digital atau dunia maya. Kalau sudah ada penyaji, ya tinggal cari penontonnya siapa. Kita bersaing dengan konten-konten yang ada di dunia digital, entah yang ada di Instagram, atau yang ada di YouTube,” tutur Kak Rangga.

Kak Rangga juga menyampaikan akan pentingnya imajinasi bagi seorang aktor. Imajinasi itu juga bisa diperoleh dengan observasi. Selain itu, ketika berbicara mengenai sutradara, narasumber pun menyampaikan bahwa seorang sutradara memegang peran yang sangat penting. Tidak hanya menggerakkan orang-orang, tetapi juga harus memahami banyak hal, seperti acting, setting-an pada zaman apa, bagaimana kecocokan antara dialog dengan adegan, dll. Jadi, seorang sutradara harus mempunyai kemampuan mengambil keputusan.

Kegiatan webinar kali ini berlangsung dengan sangat menarik. Ditambah lagi pada akhir acara, dilakukan pengundian 2 nama peserta yang berhak mendapatkan saldo OVO sebesar Rp 25.000 masing-masingnya. Sebelum pengundian, panitia juga menampilkan dokumentasi pemberian plakat kepada narasumber sebagai ucapan terima kasih atas kesediaannya menjadi narasumber pada kegiatan webinar kali ini. Tak lupa, dilakukan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi sebelum para peserta dipersilakan untuk meninggalkan meeting room. Semoga materi serta pengalaman yang diberikan oleh Kak Rangga Riantiarno dapat menjadi bekal bagi kita, secara khusus bagi peserta yang tertarik untuk ikut terjun di dalam dunia teater.