PKM TSM: Keseruan Edukasi Public Speaking di SMK Pelita IV

Pernahkah kalian membayangkan jika dunia sunyi senyap tanpa ada yang berbicara, berkomunikasi secara lisan, bahkan bergumam. Bagaimana jika promosi penjualan dilakukan secara hening, menyampaikan opini hanya berdasarkan tulisan, dan berpidato dengan tampilan teks saja? Bukankah akan terasa kurang menarik dan membosankan? Maka dari itu, komunikasi secara lisan sangat diperlukan dalam kehidupan kita sehari-hari. Komunikasi tidak hanya berarti menyampaikan apa yang kita rasakan, melainkan juga bagaimana cara kita bisa menarik perhatian dari lawan bicara.

Salah satu cara berkomunikasi yang menarik untuk dibahas adalah public speaking. Yup, melalui public speaking, kamu tidak hanya harus menghadapi satu orang saja, melainkan harus berhadapan dengan banyak orang. Mungkin bagi sebagian orang menarik perhatian dari satu orang saja kadang terasa rumit dan melelahkan, bagaimana dengan perhatian banyak orang? Namun, jangan dulu berkecil hati, ternyata skill public speaking ini bisa dilatih, lho! Karena menjadi elemen yang penting saat berkomunikasi, tim PKM TSM kali ini kembali mengirimkan beberapa perwakilan dosen untuk membawakan topik public speaking di SMK Pelita IV pada hari Selasa, 17 Januari 2023. Kali ini Bapak Beny, S.E., M.B.A., RSA., CRP., CFP., Ibu Erika Jimena Arilyn, S.E., M.M., CRP., CPF., CFP., dan Bapak Arton Briyan Prasetio, S.M., M.M. yang akan menghadapi dan membagikan pengalaman mereka mengenai public speaking kepada kurang lebih 100 siswa dan siswi SMK Pelita IV.

Pemaparan materi dilakukan secara bergantian, mulai dari pemaparan mengenai apa sebenarnya public speaking itu, dan faktor lain yang akan mendukung kemampuan kita dalam berbicara di depan umum, selain dari susunan kata yang kita gunakan. Mungkin, terkadang hal ini dianggap remeh, namun bagaimana cara kita berpakaian akan memberikan kesan tersendiri lho bagi orang lain. Penampilan yang kita tunjukkan akan memberikan first impression yang akan menentukan bagaimana sikap mereka terhadap setelahnya. Apabila kesan yang kita berikan pada mereka baik, maka besar kemungkinan mereka akan lebih memperhatikan apa yang akan kita bicarakan.

Selain itu, para dosen TSM juga tidak segan membagikan beberapa pengalaman mereka ketika harus melakukan public speaking. Pengalaman pahit dan manis inilah yang menjadikan mereka terus berkembang dan meningkatkan kualitas mereka ketika berbicara di depan umum. Tidak hanya teori saja, para dosen TSM juga membekali para siswa dan siswi untuk maju ke depan dan mempraktekkan teori yang sudah dipaparkan. Hal ini pun menjadi hal yang memorable dikarenakan para siswa dan siswi sudah ada keinginan untuk berbicara di depan umum dan diharapkan menjadi perubahan yang baik bagi mereka. Interaksi yang terjadi di antara dosen dan siswa/i inilah yang menjadi kebahagiaan tersendiri dan membuat suasana terasa lebih menyenangkan.

Tim PKM TSM sendiri berharap bahwa langkah kecil ini akan membawa mereka menjadi pribadi yang lebih berani untuk berbicara di hadapan umum dan mengekspresikan suara serta opini yang ada di dalam diri mereka. Selain itu, melalui kegiatan kali ini TSM turut berharap agar dapat terus membangun relasi yang baik dengan banyak sekolah karena merekalah awal dari keberhasilan para muda dan mudi Indonesia. Semoga ilmu public speaking ini dapat bermanfaat bagi para siswa dan siswi SMK Pelita IV, serta bagi para pembaca sekalian, ya!

PKM: SMA Global Persada Mandiri Series 1: Mengapa Harus Berinvestasi?

Pada pertengahan Oktober lalu, tepatnya pada Rabu, 19 Oktober 2022, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) TSM mendapatkan undangan untuk melakukan kegiatan pembukaan kelas program CCA (Co-Curriculum Activity) Pasar Modal di salah satu Sekolah Menengah Atas Swasta, yaitu SMA Global Persada Mandiri (GPM) yang terletak di Bekasi Timur. Kegiatan CCA dilakukan di luar jam program studi reguler atau beroperasi sebagai kegiatan kelas ekstra. Di sini pihak GPM sendiri mengharapkan pihak TSM untuk membuat sebuah program atau kelas baru di GPM. Tutor CCA dapat diisi oleh mahasiswa atau tenaga pengajar dari Trisakti School of Management. Dengan ketentuan pihak Trisakti School of Management mengirimkan 1 (satu) orang per sesi.

Kegiatan ini akan berlangsung dalam 5 sesi berkelanjutan, dimana untuk sesi pertama dipimpin oleh Pak Yupiter Gulo yang merupakan salah satu dosen di TSM. Beliau sudah menyiapkan materi untuk memulai program CCA ini. Pak Yupiter membahas dasar terkait pasar modal untuk memberi pembekalan kepada para siswa yang mengikuti kegiatan kelas tambahan ini. Dikarenakan kegiatan program CCA ini memiliki 5 sesi berkelanjutan, para siswa diharapkan untuk terus mengikuti kegiatan ini tanpa terputus agar dapat menyerap ilmu pasar modal lebih mendalam. Program CCA yang akan dilaksanakan selama 5 sesi ini akan bertemakan “Siswa Smart Berinvestasi”.

Pak Yupiter memulai kelas pertama dengan membahas salah satu rangkaian tema Siswa Smart Berinvestasi yang berjudul “Mengapa Harus Berinvestasi?”. Beliau memberikan pemaparan ini dengan tujuan membangun semangat para siswa untuk memulai berinvestasi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang sudah canggih sehingga memudahkan transaksi saat berinvestasi. Seperti biasa sebelum memulai pemaparan, untuk menggugah semangat para siswa, Pak Yupiter menanyakan mereka yang hadir di kelas program CCA terkait judul pemaparan hari itu yaitu “Mengapa kita perlu melakukan investasi?” Para siswa pun menjawab dengan penuh antusias. Mendengar jawaban para siswa, membuat beliau semakin mantap dan percaya kepada semangat para siswa yang ingin mendalami ilmu pasar modal.

Tidak berhenti sampai disitu, Pak Yupiter juga menjelaskan secara detail terkait bagaimana investasi bekerja. Mulai dari adanya inflasi sampai permasalahan terkait investasi. Beliau mengatakan kepada para siswa bahwa berinvestasi pun perlu ada tujuannya, akan rumit untuk berkomitmen jika kita tidak memiliki tujuan saat berinvestasi. “Kelemahan bangsa Indonesia adalah kebanyakan orangnya jarang merumuskan masa depan seperti misalkan perencanaan keuangan yang bersifat jangka panjang,” ujar Pak Yupiter, sehingga beliau berharap para siswa yang ingin terjun ke dalam dunia investasi ini dapat merumuskan tujuannya terlebih dahulu.

Pak Yupiter juga mengemukakan bagaimana nilai uang yang sekarang kita miliki ini akan menyusut dimakan oleh waktu, sehingga itulah mengapa kita perlu untuk melakukan investasi. Pentingnya berinvestasi pun sudah terlihat masuk ke dalam mindset para siswa yang begitu antusias mendengarkan pembahasan yang dipimpin oleh Pak Yupiter.

Semangat para siswa pun tidak berhenti meskipun kelas telah usai. Beberapa siswa yang semakin penasaran tentang pasar modal pun menjadi lebih antusias untuk mengikuti sesi selanjutnya. Keantusiasan ini tentunya diharapkan akan terus berlanjut hingga PKM SMA Global Persada Mandiri the series ini selesai. Ingin tahu kelanjutan series ke-2 sampai ke-5? Tunggu di artikel selanjutnya, ya!

Membantu Pengembangan Ekonomi Rumah Tangga Melalui Media Online

Pendapatan menjadi elemen yang mengambil peran penting di dalam rumah tangga. Dengan adanya pendapatan, kegiatan ekonomi rumah tangga dapat berjalan dengan baik, layak, dan semestinya. Lalu, bagaimana jika kelancaran pendapatan rumah tangga ini terhalang oleh hal-hal yang tidak diinginkan? Misalnya, usaha yang tidak bertahan lama, masalah teknologi, dan lain-lain. Hal inilah yang menjadi permasalahan bagi warga RW 14, Dusun V, Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Bogor. Mayoritas warga RW 14 Desa Bojong Kulur ini memiliki keresahan tersendiri dalam pembangunan usaha. Mereka seringkali bergonta-ganti usaha dan sulit untuk menetap di salah satu bidang bisnis saja. Maka dari itu, tim Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) TSM melalui permintaan dari Ketua PKK Desa Bojong Kulur dan melalui perantara Bu Nurti, diminta untuk memberikan workshop terkait dengan permasalahan dan keresahan yang ada ini.

Tim P3M TSM sendiri memutuskan untuk mengadakan workshop mengenai pengembangan usaha melalui media online yang bertemakan “Pengembangan Ekonomi Rumah Tangga Melalui Pemanfaatan Media Online”. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 6 September 2022 di tempat yang telah disediakan oleh Ketua PKK. Karena adanya keterbatasan ruangan, hanya sekitar 40 ibu rumah tangga yang dapat menghadiri kegiatan workshop ini. Acara dimulai sesuai jadwal pada jam 09.00 WIB yang dimulai dengan Pak Wawa Santoso. Pak Wawa menyampaikan mengenai ide bisnis yang mungkin bisa diterapkan sampai dengan cara mengelolanya. Disini Pak Wawa menggunakan Lean Canvas Model sebagai media penyampaian. Selain itu, Pak Wawa juga menekankan bahwa harus adanya komitmen dalam suatu pembangunan usaha bisnis.

Pemaparan materi berikutnya dilanjutkan oleh Bu Nila Pusvikasari, mengenai marketplace. Bu Nila memaparkan dan mengadakan praktik langsung terkait kesiapan dan cara membuka toko melalui marketplace seperti Shopee. Dibantu oleh tim P3M TSM, Bu Nila dan rekan dosen lainnya membantu para ibu rumah tangga dimulai dari cara men-download marketplace, melakukan pendaftaran, sampai membuka – yang artinya mereka sudah berhasil memiliki toko online. Dari praktik langsung ini, tim P3M menargetkan agar para ibu rumah tangga ini dapat memiliki toko online sebagai media penjualan mereka nantinya. Mereka pun turut diajarkan mengenai cara penetapan harga, delivery system seperti penggunaan resi, klaim pembayaran, dan cara mengambil uang dari pendapatan yang dihasilkan.

Tidak lengkap rasanya bila usaha sudah menghasilkan, namun tidak diiringi dengan pengelolaan keuangan yang baik dan benar. Bu Erika Jimena Arilyn membahas mengenai tata cara pengelolaan keuangan rumah tangga, mulai dari membagi pendapatan yang ada menjadi untuk usaha dan juga untuk pribadi. Selain itu, Bu Erika juga menjelaskan bagaimana melihat peluang bagi uang pribadi untuk dijadikan sebagai penambah dari modal usaha. Uang pribadi tersebut bisa saja dibagi menjadi beberapa pemanfaatan, seperti kebutuhan wajib, investasi, dan juga uang untuk jaga-jaga atau bahkan modal.

Terakhir, ditutup dengan sesi tanya jawab yang dilakukan oleh Pak Nuno Sutrisno dan Pak Klemens Wedanaji. Pak Nuno menekankan bagi para peserta yang masih ragu untuk memulai usaha karena takut tertipu dan sebagainya, bahwa sejatinya mereka harus berani untuk memulai terlebih dahulu. Tentunya kegiatan ini memberikan energi yang positif bagi para audiens, bahkan salah satu peserta yaitu Ibu Haja Ratu mengungkapkan bahwa dirinya sangat bersyukur atas adanya workshop ini karena dinilai sangat bermanfaat.

Harapan dari tim P3M TSM ke depannya yaitu para warga di RW 14 Desa Bojong Kulur ini nantinya dapat berkembang dengan adanya peningkatan pendapatan rumah tangga. Selain itu, tim P3M TSM berharap nantinya kegiatan ini dapat menjadi kegiatan kontinu, bahkan menjadi Usaha Kecil dan Menengah binaan TSM. Hal yang memorable dari kegiatan P3M kali ini menurut Pak Nuno adalah pada saat terciptanya interaksi antara tim dengan para peserta. Adanya keterbatasan dalam pengetahuan mengenai teknologi menjadi tantangan tersendiri bagi tim P3M TSM dalam membantu para peserta yang memang berniat membuka usaha dalam keterbatasan yang ada. Namun, tim P3M TSM akhirnya berhasil menyukseskan pelatihan ini dan dapat sesuai dengan target. Akhir kata, semoga kegiatan P3M yang dilaksanakan oleh tim TSM dapat terus berjalan dan berkembang dengan baik kedepannya, serta segala ilmu yang dibagikan dapat berguna bagi masyarakat luas!

Managing Changes and Leadership in Service Company

Trisakti School of Management bukan hanya berfokus pada pendidikan saja, namun juga turut memperhatikan segala hal yang ada di belakang institusinya. Salah satu hal yang menjadi sebuah concern bagi TSM adalah bagian management. Terkenal sebagai institusi pendidikan di bidang Akuntansi dan Manajemen, menjadikan TSM memiliki sistem manajemen yang mumpuni, teratur, serta excellent.

Maka dari itu, berkaca dari sistem ini, TSM dengan perwakilan dari tim Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) TSM – Pak Klemens Wedanaji, diminta untuk membawakan sebuah pelatihan atau workshop singkat mengenai Managing Changes and Leadership di Hotel Anara Bandara. Pelatihan ini dilakukan pada tanggal 9 September 2022 yang dimulai dari pukul 08.00 sampai 12.30 WIB. Pihak Hotel Anara mengundang tim P3M untuk membina para sumber daya manusianya menjadi pribadi yang memiliki visi dan misi. Sebab terbilang sebagai hotel yang memiliki SDM dan manajer yang cukup baru,  pihak hotel merasa perlu adanya sebuah manajerial up.

Manajer yang merupakan fondasi dari perusahaan diharuskan untuk memahami sisi-sisi perhotelan dan bagaimana cara mereka memotivasi para subordinate yang bergerak di bawah arahan mereka. Para manajer diharapkan dapat membina, mendorong, serta memotivasi para karyawan yang ada demi mencapai tujuan dari perusahaan. Diikuti oleh perubahan paradigma di industri perhotelan, hal ini turut melatarbelakangi terjadinya pelatihan ini. Baik mental, cara pandang, dan pelayanan di industri perhotelan berubah seiring terjadinya perubahan zaman, sehingga dibutuhkan adanya perubahan dari bagaimana para SDM perhotelan ini memandang industri dimana tempat mereka bekerja sekarang.

Harapan dari Pak Klemens, melalui kegiatan ini, TSM sebagai institusi pendidikan dapat menjadi partner dari Hotel Anara dalam melatih, membangun, dan memberdayakan sumber daya manusia mereka. Secara lebih khususnya, diharapkan agar level manajerial up di Hotel Anara dapat lebih memahami posisi, tanggung jawab, serta menyadari tantangan industri perhotelan ke depannya, sehingga Hotel Anara dapat maju, tumbuh, dan berkembang di masa yang akan datang. Selain itu, Pak Klemens juga berharap dari pelatihan yang ia berikan agar para internal di Hotel Anara dapat menjadi lebih solid, kuat, dan kompak. Perubahan utama yang diharapkan terjadi setelah adanya pelatihan ini adalah perubahan dari mindset SDM di Hotel Anara. Mereka harus sadar bahwa industri perhotelan sudah berubah, maka pendekatan-pendekatan yang ada harus ikut diubah mengikuti perkembangan yang ada.

Bagi Pak Klemens, Hotel Anara memberikan pengalaman berkesan dimana para peserta memiliki willingness yang luar biasa. Ketika mereka ikut serta, hal itu tercermin dari bagaimana cara mereka memperhatikan dan adanya tekad untuk berubah. Selain itu, hospitality yang diberikan oleh pihak Hotel Anara dinilai sangat bagus, humble, dan welcome dalam menyambut tim P3M TSM. Semoga dengan adanya pelatihan singkat ini, baik dari TSM dan Hotel Anara dapat terus membangun hubungan yang baik satu sama dengan yang lainnya. Don’t let the paradigm stop your path, but fight it, and follow the changes!

TSM Ikut Ambil Andil Dalam Membangun Solidaritas dan Kolaborasi di Lingkungan Organisasi

TSM Ikut Ambil Andil Dalam Membangun Solidaritas dan Kolaborasi di Lingkungan Organisasi

Selaku sekolah tinggi yang bergerak di bidang pendidikan dan edukasi, TSM tidak hanya berfokus pada citra pendidikan saja. TSM turut hadir dan berada di tengah masyarakat dengan tujuan membantu dalam pemenuhan dan pengembangan jiwa sosial. Salah satu aksi nyata yang dilakukan oleh TSM terkandung di dalam program Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (P3M). Melalui program ini, TSM ikut ambil andil dalam melakukan kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas sosial, tetapi tidak menghilangkan citranya di bidang pendidikan dan edukasi.

Pada kesempatan lalu, tim P3M TSM kembali mewujudkan visi dan misinya dalam bentuk nyata. Berawal dengan diterimanya undangan yang diberikan oleh Bapak Frans, S.Pd., Ekop selaku Kepala Sekolah dari SMA Santo Yosef, Bangka Belitung kepada TSM untuk menjadi pengisi acara rekoleksi dengan tema “Membangun Komunitas yang Solid dan Berkolaborasi” yang diadakan oleh pihak sekolah. Rekoleksi ini dijadwalkan untuk terlaksana di hari Jumat, 3 Juni 2022. Kegiatan ini sendiri ditujukan bagi para guru dan karyawan SMA Santo Yosef karena dilatarbelakangi oleh kekhawatiran Bapak Frans akan kurangnya rasa solidaritas dan kolaborasi di antara para guru dan karyawannya.

Dalam kegiatan ini, tim P3M TSM membagi proses penyampaian menjadi dua sesi. Sesi pertama adalah seminar singkat yang disampaikan oleh Bapak Dr. Klemens Wedanaji Prasastyo dengan menggunakan tayangan video-video motivasi yang bisa diaplikasikan ke dalam kehidupan berorganisasi. Pesan yang ada di dalam video-video tersebut menjadi poin penting untuk memotivasi dan mendorong terciptanya rasa solidaritas dan kolaborasi di antara para guru dan karyawan di Sekolah SMA Santo Yosef. Metode kedua yang dilakukan untuk penyampaian materi adalah berupa praktik langsung yang diaplikasikan ke dalam beberapa permainan. Permainan yang dilakukan dituntun oleh Bapak Beny, S.E., M.B.A., CRP., CFP bersama dengan Bapak Satriyo Wibowo, S.E., M.M. Melalui metode ini, para guru dan karyawan terbagi menjadi beberapa tim. Metode ini bertujuan untuk mengajak para guru dan karyawan di SMA Santo Yosef mempraktikkan secara langsung apa arti dari solidaritas dan kolaborasi melalui kerja sama tim.

Tim P3M TSM memilih tiga jenis permainan yang dinilai efektif dalam penyampaian materi. Permainan pertama adalah tebak gaya, Di dalam permainan ini, para guru dan karyawan dituntut untuk melatih kerja sama antar anggota tim dalam membangun sinergi yang baik antara satu anggota dengan anggota yang lain. Salah satu anggota tim, diharuskan untuk memperagakan gaya dari kalimat yang diberikan oleh tim TSM, sedangkan anggota lainnya diharuskan untuk menebak kalimat apa yang sebenarnya diperagakan oleh teman satu timnya. Permainan kedua adalah Tower Challenge, dalam permainan ini para guru dan karyawan dibagi dalam beberapa tim, lalu setiap tim harus membuat tower dengan menggunakan permen agar-agar dan tusuk gigi. Permainan ini memiliki kriteria, bagi tim yang berhasil membuat tower paling tinggi dan tidak goyah akan menjadi pemenangnya. Permainan terakhir adalah menulis indah, dalam permainan ini tim yang sudah dibentuk tadi akan diberikan beberapa alat yaitu spidol, kertas, dan tali. Setelahnya, tali yang diberikan akan diikatkan ke spidol sehingga dalam menulisnya nanti para anggota tidak memegang spidolnya melainkan memegang tali yang sudah diikatkan ke spidol tersebut.

Hasil dari permainan yang telah dilakukan dapat dilihat secara langsung. Beberapa tim guru dan karyawan berhasil dalam menyukseskan permainan, mereka berhasil dalam menebak gaya dengan benar, membuat tower yang tinggi, dan membuat tulisan yang bisa terbaca. Namun, beberapa dari mereka ada pula yang gagal dalam memperoleh kemenangan dikarenakan kurangnya kerja sama di antara mereka. Terlepas dari berhasil atau tidaknya mereka dalam memenangkan permainan, hal yang sebenarnya menjadi poin penting adalah proses yang mereka lakukan selama permainan berlangsung. Tim yang solid dan saling berkolaborasi cenderung memperoleh hasil yang baik dari permainan, namun tim yang gagal cenderung lebih mementingkan egonya masing-masing sehingga tidak terbangun rasa solid dan kolaborasi di antara mereka.

Kegiatan Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat ini dapat dikatakan berjalan dengan baik dan lancar.  Melalui kegiatan ini, beberapa dosen TSM dapat berkontribusi pada masyarakat melalui pengabdian. Di sini tim P3M TSM hadir sebagai solusi untuk menyelesaikan masalah terkait. Melalui acara Rekoleksi “Membangun Komunitas yang Solid dan Berkolaborasi”, tim P3M TSM menyiapkan pembekalan beserta aktivitas di kegiatan Rekoleksi tersebut guna menumbuhkan kolaborasi serta solidaritas yang nantinya juga membantu menumbuhkan kekompakan antara para guru dan karyawan SMA Santo Yosef Pangkalpinang. Pembekalan yang dilakukan oleh tim P3M TSM ini diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh SMA Santo Yosef.

TSM Memberikan Dukungan Ilmu dan Wawasan ke SMA dan SMK

TSM Memberikan Dukungan Ilmu dan Wawasan ke SMA dan SMK

Mengabdi, teruslah mengabdi! Frasa mulia yang satu ini tengah membangunkan seisi jiwa dan raga Sivitas Akademika TSM dalam memberikan kontribusinya kepada masyarakat. Dengan tekad serta niat yang kuat, TSM bersikeras melanjutkan kegiatan pengabdian masyarakat secara rutin di tengah suntuknya situasi pandemi. Wujud pengabdian tersebut didedikasikan melalui kegiatan pengajaran secara daring (webinar) yang ditujukan kepada siswa-siswi, serta guru pendidik yang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Topik pembahasannya sangatlah beragam, mulai dari dunia pasar modal, akuntansi, perpajakan, hingga menjalar ke ranah organisasi. Baru-baru ini, TSM telah mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di SMK Tunas Karya Pangkal Pinang untuk membangun jiwa kepemimpinan yang berkualitas dalam diri generasi muda. “Kepemimpinan di masa mendatang akan menghadapi banyak tantangan yang berat karena adanya perubahan-perubahan yang berlangsung secara dinamis. Oleh karena itu, diperlukan generasi muda calon pemimpin bangsa yang dapat melakukan antisipasi, serta memberikan solusi demi kemajuan Bangsa Indonesia,” ujar Dr.Aulia Danibrata, S.E., M.M., selaku dosen pengabdi. Sejalan dengan kegiatan organisasi, Ibu Erika J.A., S.E., M.M., CRP., CPF., CFP., juga menambahkan tips dalam menyusun proposal kegiatan yang profesional bagi pengurus organisasi.

Beralih dari ranah organisasi, TSM juga kerap menyiratkan simulasi-simulasi kecil yang akan memberikan gambaran nyata kepada partisipan. Harapannya, simulasi ini dapat memudahkan partisipan dalam memahami materi. Seperti yang dilakukan oleh ibu Meiriska Febrianty, S.E., Ak., M.E., BKP, CA., CPA., selaku dosen pengabdi ketika memberikan simulasi pengisian SPT tahunan orang pribadi karyawan dengan menggunakan formulir 1770 S di SMK Pelita IV. Perlu digaris bawahi, dosen-dosen TSM yang mengabdi telah mengantongi kompetensi bidangnya masing-masing, sehingga tak perlu diragukan lagi keahliannya.

Kegiatan pengabdian yang diluncurkan oleh TSM berhasil mendatangkan manfaat sedemikan rupa bagi seluruh partisipan, terutama dalam menunjang perjalanan karier mereka. Feedback tersebut salah satunya dituangkan oleh Bapak Aprianto Romatua, S.Pd., selaku perwakilan sekolah Kristoforus II yang menyampaikan bahwa kerja sama dan pelatihan dari TSM sangat membantu pihak sekolah dalam menunjang pengetahuan, serta soft skill peserta didik mereka. Oleh karenanya, tak jarang dari mereka mengharapkan kerjasama ini dapat terjalin secara berkesinambungan.

Inilah sebagian kisah yang mewarnai kilas balik perjalanan pengabdian masyarakat yang TSM. Semoga kedepannya, kegiatan ini dapat terlaksana secara offline agar seluruh partisipan dapat berinteraksi secara langsung. Akhir kata, salam sehat dan sampai jumpa dalam cerita berikutnya! #TSMengabdi

PKM TSM: Let’s Become The Next Leader!

PKM TSM: Let’s Become The Next Leader!

Menjadi seorang pemimpin mungkin terdengar sederhana. Namun, tidak semua orang bisa menjalankannya. Selagi Anda bersedia untuk belajar, hal ini tidaklah sulit. Dengan terus belajar dan mencoba, lama-kelamaan Anda akan memiliki value tersendiri di mata orang lain. Menyadari pentingnya leadership, Trisakti School of Management menyelenggarakan Pelatihan Leadership di SMA Methodist sebagai bentuk kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada 18 April 2022 dengan Dr. Aulia Danibrata, S.E., M.M. sebagai narasumber.

“Setiap orang memiliki ciri khas kepemimpinan yang berbeda-beda. Ada pemimpin yang hebat namun kurang mampu untuk mensinergikan kekuatan dari bawahannya, sehingga sulit untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus mempunyai visi dan misi ke depan yang merupakan cita-cita masa depan yang ingin dicapai. Tentunya, segala visi dan misi tersebut harus tetap melibatkan orang lain atau bawahan agar visi dan misi dapat tercapai”, ucap Bapak Dani yang sering disapa oleh rekan dosen dan mahasiswa.

Bagaimana cara pemimpin melibatkan orang lain atau bawahan? Tentunya dengan berupaya menanamkan pengaruhnya agar orang lain ikut termotivasi untuk bekerja. Tugas calon seorang pemimpin adalah menyukseskan diri sendiri, dan ketika sudah menjadi pemimpin, tugas pemimpin adalah menyukseskan orang lain agar kegiatan dapat terkoordinasi dengan baik. Pasti sulit untuk mengkoordinasikan setiap bawahan yang memiliki perbedaan pendapat, maka dari itu pemimpin harus dapat mencari keputusan yang tepat untuk semuanya. “Dari begitu banyaknya bawahan, membuat pemimpin tidak bisa memuaskan semua orang, karena itu pemimpin harus menimbang mana yang harus kita lakukan”, tambahnya.

Pak Dani juga memaparkan bagaimana membangun jiwa kepemimpinan dalam diri, yaitu percaya diri, antusias, kreatif, tanggung jawab, kerja sama, dan mampu menghadapi tantangan. Tidak hanya itu, pemimpin juga harus berintegritas, beretika, jujur, memiliki motivasi tinggi, serta selalu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Hal-hal tersebut sangat diperlukan sebagai pemimpin karena  menjadi faktor penentu keberhasilan dalam suatu organisasi.

Pelatihan yang dihadiri oleh 60 siswa/i SMA Methodist ini berlangsung dengan lancar. Semoga dengan adanya pelatihan ini, anak muda zaman sekarang bisa semakin sadar akan pentingnya kepemimpinan dalam kehidupan. Yuk, mulai sekarang teruslah belajar menjadi seorang pemimpin dan be the next leader for the next generation!