Popular News

Indonesia ke Thailand: Perjalanan Mahasiswa Pertukaran Pelajar TSM ke Burapha University International College

Berkuliah di luar negeri mungkin menjadi salah satu hal yang didamba-dambakan oleh para mahasiswa, dan mungkin kamu yang kini tengah membaca artikel ini pun juga salah satunya. Trisakti School of Management (TSM) melalui Global Relation Office (GRO) menyediakan program Student Exchange yang mengirimkan mahasiswa TSM untuk melakukan pertukaran pelajar ke universitas luar negeri. Pada tahun ini, pertukaran pelajar mahasiswa TSM terselenggara di salah satu universitas yang terletak di negeri gajah putih atau Thailand, tepatnya di Burapha University International College (BUUIC).  Pertukaran pelajar ini akan berlangsung selama 1 semester, yaitu periode bulan Agustus sampai Desember 2022.

Terdapat 16 mahasiswa TSM yang merupakan mahasiswa International Class dan Reguler yang berhasil lolos dalam program ini. Dengan mengikuti 2 tahapan penyeleksian yaitu tahap pengumpulan berkas yang meliputi seleksi IPK, score TOEFL, Curriculum Vitae (CV), transkrip nilai, dan motivation letter. Untuk tahap 2 sendiri itu adalah interview langsung dengan pihak internal TSM. Salah satu mahasiswa TSM angkatan tahun 2020 yang lolos kedua tahapan tersebut, Andyka Dwi Kurniawan akan menceritakan hal yang ia alami dalam mengikuti program ini. Kamu pasti penasaran kan bagaimana journey Andyka mengikuti program Student Exchange ke BUUIC? Yuk, baca artikelnya sampai habis!

Sebagai salah satu mahasiswa International Class sudah tidak diragukan lagi tekad dan keinginan Andyka untuk menempuh pendidikan di negeri asing. Selain dapat memperlancar kemampuan bahasa inggris, tentunya dengan menempuh pendidikan di negeri asing dapat memberikan brand new experience yang sebelumnya belum pernah kita dapatkan. Andyka menceritakan bahwa ada kekhawatiran yang ia rasakan sebelum memutuskan untuk mengikuti program ini yang dimana akan memaksanya untuk keluar dari zona nyaman. Bagaimana tidak? Melakukan studi di negeri asing adalah salah satu hal yang perlu dikhawatirkan karena kita akan jauh dari keluarga dan orang terdekat. Selain itu, perbedaan budaya yang harus memaksa kita untuk beradaptasi selama masa studi berlangsung.

Andyka juga menceritakan bahwa ada perbedaan yang cukup mencolok berkuliah di BUUIC dengan di TSM, yang mana para mahasiswa BUUIC diwajibkan menggunakan seragam. Menurutnya ini merupakan hal yang unik ketika berkuliah menggunakan seragam karena mengingatkannya pada semasa Sekolah Menengah Atas. Andyka juga mengatakan bahwa mengikuti student exchange ini juga menjadi kelas tatap muka pertamanya setelah melakukan kuliah online selama hampir 2 tahun. Tentunya ada banyak perbedaan ketika melaksanakan kuliah online dengan tatap muka yang membuatnya perlu melakukan penyesuaian untuk mengikuti pembelajaran dengan baik. Sistem pembelajaran yang menggunakan full bahasa Inggris juga bukanlah hal yang mengejutkan bagi Andyka yang merupakan mahasiswa TSM kelas internasional.

“Tentunya seru banget, baik itu dari pembelajaran di kampus ataupun kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan kampus. Di sini juga nyaman dan fasilitasnya lengkap banget. Meskipun terkendala sama bahasanya, masyarakat lokal tetep menyambut dan melayani kita dengan ramah,” ujar Andyka. Banyak budaya Thailand yang mungkin berbeda dengan Indonesia yang di mana membuat Andyka belajar banyak untuk beradaptasi, mulai dari bagaimana masyarakat lokal bersikap dalam mengucapkan salam, bertutur kata santun, adab saat makan dan lain sebagainya.

Gimana menurut kamu tentang perjalanan Andyka dalam melaksanakan pertukaran pelajar di BUUIC? Sangat menyenangkan dan tentunya membuat kamu ingin mencobanya bukan? Nah, buat kamu yang tertarik mengikuti program Student Exchange dan ingin seperti Andyka, stay tuned di Instagram GRO TSM (@gro.tsm) untuk mengetahui lebih lanjut informasi info mengenai Student Exchange lainnya. Siapa tahu di artikel selanjutnya akan ada journey Student Exchange kamu di sini!