Popular News

TSM Membawa Pulang Juara Internasional dari SBM ITB!

Dunia bisnis dan consulting merupakan salah satu pilihan karir yang menarik perhatian banyak mahasiswa dewasa ini. Hal istimewa di Trisakti School of Management, dimana partnership TSM dengan perusahaan Big 4 menjanjikan jenjang karir yang beragam. Nah, biasanya, tangga pertama yang perlu dinaikki calon kandidat konsultan adalah berpartisipasi dalam kompetisi business case. Di tengah hiruk-pikuk dunia perlombaan yang seru dan dinamis, terdapat sebuah kisah epik yang menggetarkan hati dan membanggakan. Dalam lingkaran bakat dan inovasi, ada satu mahasiswa Trisakti School of Management yang menjulang tinggi, meraih kemenangan di panggung internasional.

Fauzan Ilham Ramadhan, mahasiswa International Class dari jurusan Manajemen membawa pulang Juara 3 pada kompetisi Ganesha Business Fest International Business Case Competition 2023, sebuah ajang perlombaan yang diadakan oleh SBM ITB. GBF IBCC 2023 dengan tema “Cut Through The Uncertainty: Strengthening SMEs as Drivers of Nation Economic Recovery Through Integration.” Tergabung dalam tim bernama “The Associates”, para mahasiswa saling berkenalan karena tergabung ke dalam sebuah organisasi eksternal. Fauzan berkompetisi bersama rekan-rekannya yaitu Fariz dari UI, Ayrin dari UGM, dan Zaim dari UPNVJ.

GBF IBCC 2023 menerapkan sistem hybrid, sehingga rangkaian kegiatan lomba yang menjawab kasus dari Seabank sebagai kontributor ini terbilang cukup panjang. Dimulai dari registrasi, Workshop GBF 2023, pengumpulan proposal, technical meeting final, yang dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan secara luring langsung di lokasi gedung SBM ITB, yaitu “Private Mentoring Session with Company – Championship Round (Pitching & Debate Session).” Awarding Night dilaksanakan di Hotel Malaka, Bandung, yang mengumumkan kabar baik bagi Fauzan dan tim.

Ilmu yang diberikan dari mentor berpengalaman pada bidang consulting dari BCG company, hingga pertemanan yang memiliki ambisi yang sama membuat Fauzan bersyukur mengikuti kesempatan yang tidak datang dua kali ini. Namun, di samping hal tersebut, ia juga mengalami berbagai ‘bottleneck’, lho. Dimulai dari keterbatasan mobilitas antar tim karena tidak berasal dari kampus yang sama, sampai tenggat waktu pengumpulan yang bentrok dengan aktivitas kuliah membuat perasaan deg-degan tersendiri! Sesi final yang berupa debat juga menjadi tantangan tersendiri untuk bisa beradaptasi dan menguasai strategi yang diusungkan pada proposal.

“Semua bercampur aduk, dari perasaan senang hingga takut karena saya pribadi kaget mengetahui kabar bahwa tahap final dilaksanakan secara luring. Tapi, satu hal yang saya percaya adalah bahwa, “Semua tergantung mindset.” Kalimat ini yang saya selalu utarakan tidak hanya ke diri sendiri, tapi juga ke teman dekatku saat merasakan perasaan ketakutan, keraguan, maupun ketidakmampuan. Support system dari tim saya juga menjadi faktor lainnya—dimana kita semua saling meyakinkan dan memenuhi kekurangan satu sama lain demi mengupayakan yang terbaik saat mencapai babak final,” ujar Fauzan.

Tentunya, lingkungan juga menjadi faktor keberhasilan dan Fauzan bersyukur TSM menyediakan fasilitas yang dibutuhkan. Didukung oleh pihak internal, ia terutama berterima kasih kepada Ibu Nila Pusvikasari S.E, M.M, C.F.P. selaku sekretaris jurusan manajemen dan juga dosen pembimbingnya dalam memberikan konsultasi. Selain itu, TSM juga mendukung secara penuh dari segi hal akomodasinya selama di Bandung. “Saya menyarankan banget buat mahasiswa TSM yang punya minat untuk terjun ke perlombaan seperti business case agar jangan ragu untuk daftar! Dari saya pribadi, kemampuan berkompetisi sama sekali bukan karena bakat dari lahir, melainkan dari tekad dan konsistensi untuk haus ilmu dan belajar untuk meraih apa yang ingin dicapai.” Teman-teman TSM, apakah ada yang hatinya ikut bergetar? Yuk, jadi the next juara dan sisipkan nama kalian di laman TSM seperti Fauzan!