Jumat, 04 Januari 2019

SEMINAR NASIONAL IDPMI Tema: Peluang Kerja di Industri 4.0

News & Events

logo.jpgIKATAN DOSEN PASAR MODAL INDONESIA

TICMI, IDX Building Tower II, 1st Floor. Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53. Jakarta 12190
Sekretariat : Kampus Trisakti School of Management. Jl.Kyai Tapa No. 20, Grogol, Jakartaa. 11440.
Telp. 021 5666717, 56965427 ext 285 [an Bp Yupiter Gulo, Ibu Erika J]
garis-(2).png

Press Release

SEMINAR NASIONAL IDPMI
Tema: Peluang Kerja di Industri 4.0
Topik: Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Industri Pasar Modal di Era Disrupsi

 

Seminar Nasional ini diadakan dengan Tuan Rumah dan Panitia Pelaksana oleh Trisakti School of Management, pada Sabtu 8 Desember 2018, di Auditorium TSM Jakarta. Acara yang sangat padat dan peserta penuh ini, diisi oleh Pembicara Kunci Ibu Dr. Illah Sailah, MSC, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III DKI Jakarta dengan Judul Peluang Kerja di Industri 4.0. Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Industri Pasar Modal di Era Disrupsi. Dan menampilan pembicara Ibu Paramita Sari, Kepala Divisi Pemasaran PT Indo Premier Sekuritas, Ibu Poppy Kunra, Kepala Divisi Program pada The Indonesia Capital Market Institute, dan Ibu DR. Nurwanti, SE, MM, Ketua Jurusan Manajemen pada Trisakti School of Management, serta Drs. Ricky Mulyana, MBA, Ketua Pengurus Galeri Investasi Trisakti School of Management sebagai Moderator dalam seminar nasional sehari ini.

Pokok-pokok pikiran yang dihasilkan dalam Seminar Nasional pertama oleh IDPMI ini adalah sebagai berikut:

  • Memasuki abad 21, Perguruan Tinggi di Indonesia sedang diperhadapkan dengan Revolusi Industri 4.0 yang telah mengubah sistem produksi dalam dunia industri berbasis teknologi robot dan teknologi informasi. Revolusi Industri 4.0 merupakan sebuah sistem yang mengintegrasikan sistem dunia online dengan sistem produksi industri. Sementara itu, Era Disrupsi telah menimbulkan peristiwa-peristiwa peralihan (shifting) yang tidak kecil. Dampaknya pekerjaan yang biasa dikenal pada abad 20 akan digantikan oleh pekerjaan berbasis teknologi.

  • Perguruan Tinggi sebagai lembaga terbesar yang memasok sumberdaya manusia yang dibutuhkan oleh dunia industri harus melakukan perubahan yang kreatif dan inovatif agar mampu menjawab tuntutan kebutuhan dunia industri. Tuntutan perubahan ini mendorong dan memaksa agar “lulusan perguruan tinggi” tidak lagi hanya mengejar selembar ijazah dan sebuah gelar akademik. Yang dibutuhkan adalah agar Perguruan Tinggi bisa memepersipakan lulusan yang memiliki berbagai kompetensi yang sangat dibutuhkan oleh dunia industri. Diingatkan, bahwa perguruan tinggi yang tidak mau berubah, suatu ketika tinggal sebuah nama saja dan akan menjadi sebuah museum yang tidak lagi mampu memberikan solusi bagi kebutuhan Industri yang terus berevolusi.

  • Perubahan yang akan dikerjakan oleh setiap perguruan tinggi, harus dilakukan dalam sebuah kerangka kolaborasi bersama agar KBM, Kegiatan Belajar Mengajar, di kampus dapat diintegrasikan/disinergiskan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang dibutuhkan di industri. Format kolaborasi antara perguruana tinggi dengan dunia industri dapat menggunakan sebuah pola yang selama ini sudah dikerjakan oleh Capital Market, Bursa Efek Indonesia melalui anak perusahaannya yaitu The Indonesia Capital Market Institute melalui program edukasi, pelatihan dan sertifikasi TICMI.

  • Bursa Efek Indonesia menyesuaikan dengan era disrupsi ini dalam visinya untuk menjadi bursa kompetitif dengan kredibilitas tingkat dunia dengan beberapa sasaran kerja untuk semakin menguatkan peranan pasar modal seperti meningkatkan jumlah investor, menguatkan posisi broker/tenaga professional yang kompeten, serta meningkatkan kepercayaan dan keyakinan calon investor. Perusahaan Efek sebagai salah satu bagian dari industri pasar modal Indonesia juga beradaptasi dengan cara menerapkan teknologi di dalam proses kerjanya. TICMI sebagai salah satu anak perusahaan Bursa Efek Indonesia, sejak tahun 2017 telah menjalin kerjasama dengan 75 Perguruan Tinggi seluruh Indonesia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di era disrupsi ini, khususnya di industri pasar modal. Data per bulan Oktober 2018, TICMI telah melakukan ToT 20 kali di seluruh Indonesia yang diikuti oleh 470 orang dosen dari 163 perguruan tinggi.

  • Pada tgl 4 Oktober 2017, TICMI membidani lahirnya Ikatan Dosen Pasar Modal Indonesia (IDPMI) yang beranggotakan seluruh dosen yang telah mengikuti ToT TICMI, dengan misi untuk “Meningkatkan kualitas sumber daya manusia di pasar modal melalui kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi”; dengan harapan lebih lanjut untuk dapat bermitra dengan TICMI mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Perguruan tinggi sebaiknya mengantisipasi dampak dari era disrupsi ini agar tidak terjadi gap antara kualitas sumber daya manusia yang diinginkan industri pasar modal dengan kualitas sumber daya manusia yang tersedia.

  • Dengan suksesnya Seminar Nasional ini, IDPMI akan terus melakukan tugasnya sebagai sebuah instrument/wadah/forum yang akan menjembatani gap yang selama ini ada antara dunia perguruan tinggi dengan dunia industry, khususnya di arena Capital Market. Antusiasme peserta yang datang sekitar 250 orang, dosen dan mahasiswa serta pengurus Galeri Investasi, dan datang dari seluruh Indonesia baik yang datang langsung maupun yang mengikuti lelaui webinar secara online selama seminar, mengokohkan tekad dari IDPMI untuk memberikan yang terbaik bagi anggotanya kedepan.

  • Pengurus IDPMI akan menjadi jembatan untuk mulai mengintegrasikan berabagai kemungkinan Mata Kuliah Tematis yang bisa dininikmati oleh seluruh publik tanpa dibatasi hanya pada satu disiplin saja, dan dengan metode KBM berbasis internet, website dan atau webinar dengaan metode kuliah JJ. Upaya ini sekaligus sebagai triger maupun pendorong agara kedua nya perguruan tinggi dan dunia industri bisa duduk bersama dalam menjawab tantangan yang harus dihadapi dengan revolusi industry 4.0 dan era disrupsi yang terus menerus akan mewarnai perubahan dimasa yang akan datang.


    Jakarta, 8 Desember 2018
    Pengurus IDPMI
    Yupiter Gulo, SE, MM, CRP®, WPPE® DR(Cand)
    Ketua Panitia Pelaksana dan Wakil Ketua Pengurus IDPMI