Berita Populer

Investasi Sejak Dini untuk Mahasiswa

Investasi menjadi perbincangan yang cukup meyakinkan pada tahun 2020 lalu ketika Covid-19 diresmikan masuk ke Indonesia. Masifnya pembicaraan mengenai perencanaan keuangan akibat krisis pandemic, membuat topik pembicaraan tentang Investasi banyak didengar di berbagai media-media. Hal tersebut membuat banyaknya orang mencoba untuk berinvestasi dari berbagai kalangan, salah satunya mahasiswa/i. Menurut data terbaru dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), per akhir Maret 2021 jumlah investor saham ritel tercatat sudah mencapai 2,17 juta akun investor. Hal ini menunjukan pertumbuhan 28,40% dari akhir tahun 2020 untuk pertambahan Single Investor Identification (SID). Hal ini yang memotivasi Galeri Investasi Trisakti School of Management untuk membuat webinar dengan tema “Investasi yang Cocok untuk Mahasiswa” dengan mengundang Bpk. William Hartanto sebagai pembicara dan juga selaku Analis Pasar Modal, Pengajar Teknik Trading Saham, Penulis Buku dan juga Narasumber Media Elektronik dan Media Cetak.

Instrumen Investasi itu ada berbagai jenis, yaitu Deposito, Reksadana, Saham, Obligasi dan lain sebagainya. Setiap Instrumen memiliki Return on Investment dan Risk Investment nya masing-masing. Sebagai mahasiswa, dianjurkan juga untuk melihat potensi pertumbuhan di berbagai instrumen investasi termasuk salah satunya adalah Saham. Hal tersebut dikarenakan tingkat pengembalian yang diatas suku bunga deposito dan inflasi serta juga cocok sekali untuk timeframe mahasiswa yang lebih ke arah jangka waktu panjang dalam melakukan investasi. ”Saham adalah bentuk kepemilikan perusahaan, jika temen-temen punya 1 lot aja berarti tetap mempunyai kepemilikan dalam bentuk saham di perusahaan yang temen-temen investasikan tersebut” ujar Beliau. Investasi Saham bisa dimulai dengan melihat produk-produk yang dipakai sehari-hari seperti contohnya jika masuk angin yang biasa kita minum adalah Tolak Angin buatan PT Sidomuncul Tbk dengan kode SIDO di Bursa Efek Indonesia. Kita juga harus melihat dan meyakini bahwa perusahaan tersebut akan mampu bertahan dan produk serta model bisnisnya memiliki pondasi yang kuat dan kokoh. Ada beberapa metode analisis seperti Fundamental dan Teknikal dalam melihat apakah saham tersebut cocok dan layak untuk diinvestasikan atau tidak. Tujuannya agar kita tetap bisa mendapatkan Cashflow dari Capital Gain atau dari Dividen.

Walaupun materi yang disampaikan cukup padat, pembawaan materi yang dikemas oleh pembicara, sehingga mudah dipahami dan mudah diingat mewarnai webinar kali ini dengan cukup nyaman dan baik. Diakhir acara dimeriahkan juga dengan adanya quiz dan hadiah bagi pemenang yang menambah antusias bagi para peserta setelah dilakukan sesi tanya jawab. TSM memulai pendidikan investasi sejak mahasiswa/i nya baru memasuki dunia kuliah dengan menyediakan Galeri Investasi sebagai wadah untuk belajar, maka dari itu TSM terus meningkatkan wawasan investasi untuk mahasiswa/i nya dengan mengundang pembicara yang diberikan penghargaan mengedukasi mahasiswa/i TSM pada webinar kali ini sekaligus sebagai penutup acara webinar tersebut.