Berita Populer

Is it Branding or Marketing?

Is it Branding or Marketing?

Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar istilah Branding dan Marketing? Mungkin sebagian besar dari Anda boleh lugas menyimpulkan bahwa marketing merupakan suatu kegiatan yang erat kaitannya dengan pemasaran produk, sedangkan branding sendiri bisa diartikan sebagai suatu usaha dalam membangun citra dari produk tersebut. Pernyataan yang disampaikan berhasil memberikan persepsi sederhana tentang kedua istilah ini, namun hanya sebatas kulitnya saja. Oleh karena itu, supaya tidak dibutakan oleh persepsi sementara, LPAM TSM mengadakan webinar yang bertemakan “Branding Vs Marketing? What’s The Different?” dengan menghadirkan narasumber ternama, yakni Bapak Unggul Kardjono, selaku Strategy Director PT Argo Asia.

Sebagai pembuka materi, narasumber memberikan ilustrasi sederhana yang kiranya mampu membentuk mindset partisipan mengenai kegiatan branding dan marketing. Beliau menjelaskan bahwa marketing diibaratkan seperti suatu pendekatan yang dilakukan oleh seseorang dalam memperkenalkan produknya. Untuk melengkapi ilustrasi tersebut, narasumber menambahkan istilah public relations yang juga berperan sebagai perantara. Public Relations diibaratkan sebagai kegiatan presentasi yang dilakukan oleh seseorang dalam memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai nilai-nilai dalam produknya. Ketika sudah menyimak presentasi tersebut, barulah terjadi Branding, dimana produk ini telah memiliki citra yang baik di mata konsumen.

Pada pertengahan materi, narasumber menjelaskan adanya perbedaan pendekatan yang dipakai dalam kegiatan marketing dan branding. “Marketing itu menceritakan tentang produk kita, seperti memberi tahu bahwa produk kita memiliki solusi untuk kamu, sehingga kegiatan ini berkaitan dengan “talking” atau penyampaian pesan kepada audience,” ujar narasumber. Berbeda dengan branding, kegiatan tersebut lebih mengedepankan pendekatan “listening” dalam implementasinya. “Branding itu tentang listening, jadi kita mendengarkan apa yang dibutuhkan oleh audience,“ jelas narasumber menambahkan.

Setelah penyampaian materi usai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh Bapak Arton, selaku moderator. Adapun salah satu partisipan yang menanyakan tentang cara melahirkan kembali citra baik dari suatu brand setelah dilanda oleh isu-isu buruk mengenai brand tersebut. “Ketika suatu brand sedang berada dalam keterpurukan, atau sepertinya tidak bisa diselamatkan, kita bisa mempertimbangkan untuk menambah value dari brand yang kita punya dengan mendengarkan kebutuhan audience, seperti pendekatan branding,” jawab narasumber. Setelah sesi tanya jawab selesai, acara dilanjutkan oleh pembagian e-certificate kepada moderator maupun narasumber sebagai bentuk apresiasi dan ditutup oleh sesi dokumentasi.

Bagaimana? Sudah paham bukan mengenai perbedaan antara branding dan marketing? Semoga webinar kali ini berhasil menjawab segala ambiguitas yang dimiliki oleh seluruh partisipan. Ingin menambah ilmu lainnya lebih dalam lagi? Stay tune terus ya untuk menyambut webinar TSM selanjutnya!