Berita Populer

Jadi Lulusan Profesional dengan Sertifikasi Manajemen Risiko

Jadi Lulusan Profesional dengan Sertifikasi Manajemen Risiko

Pernahkah Anda dihadapkan pada beberapa pilihan yang membuat Anda merasa takut salah melangkah?  Jika pernah, maka Anda pasti akan memilih pilihan yang lebih menguntungkan dan berisiko kecil bukan? Begitu pula dalam perusahaan maupun bisnis, kita akan cenderung mengurangi atau bahkan menghindari risiko agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Di dalam dunia ini, kita tidak akan lepas dari sesuatu yang bernama “risiko”, namun bukan berarti kita harus bermusuhan dengannya, justru kita perlu menjadikan risiko tersebut sebagai sahabat kita. Bagaimana caranya? Jawabannya adalah dengan mengaturnya agar ia ditempatkan pada posisi yang tepat dan diantisipasi dengan sedemikian rupa supaya tidak terlalu mengganggu berjalannya operasional bisnis atau perusahaan. Inilah yang disebut dengan “Manajemen Risiko”.

Bagi sebuah perusahaan, keberadaan manajemen risiko sangatlah penting. Oleh sebab itu, diperlukan juga para profesional yang dapat mengoperasikan manajemen risiko tersebut. Itulah yang menjadi kesadaran bagi Trisakti School of Management untuk mempersiapkan para profesional yang dapat mengambil bagian, salah satunya dalam manajemen risiko suatu entitas. Maka dari itu, Trisakti School of Management bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Pasar Modal (LSP-PM) untuk menyelenggarakan Sertifikasi Manajemen Risiko dengan gelar Sertifikasi adalah Certified Risk Associate (CRA). LSP-PM sendiri merupakan lembaga sertifikasi profesi yang sudah memperoleh lisensi langsung dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi ini ditujukan kepada para profesional maupun calon profesional, termasuk mahasiswa.

Jika Anda sudah pernah mengambil mata kuliah Manajemen Risiko, tentu Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah risk owner, risk register, tolerable risk, dan teman-temannya. Inilah beberapa hal yang akan menjadi unit kompetensi yang diujikan dalam Sertifikasi Manajemen Risiko. Lebih lengkapnya, para peserta akan diujikan mengenai pemahamannya tentang bagaimana menentukan risk owner dan apa saja fungsi terkait untuk setiap risiko, bagaimana mendokumentasikan risiko ke dalam risk register, bagaimana melakukan identifikasi risiko fungsi/bisnis unit, apa saja kriteria risiko, bagaimana menentukan skala prioritas terhadap risiko, bagaimana melakukan pengukuran probabilitas, dan apa dampak dari setiap risiko yang telah diidentifikasi, serta bagaimana melakukan evaluasi untuk memperkirakan risiko yang dapat diterima.

“Sebagai seseorang yang bertanggung jawab atas kegiatan pengembangan bisnis, tentu saya perlu mengkalkulasi segala risiko terburuk yang mungkin terjadi. Saya berusaha untuk memitigasi risiko-risiko yang dihadapi dalam berekspansi dengan mempertimbangkan banyak aspek. Dengan ilmu manajemen risiko yang saya dapat di TSM, ditambah dengan Sertifikasi CRA yang mematangkan ilmu tersebut, saya menjadi mampu untuk berpikir lebih komprehensif untuk melihat risiko dari berbagai sisi, sehingga pertimbangan dan analisa yang saya berikan dapat bermanfaat bagi perusahaan,” ujar Jonathan Teopilus selaku alumni TSM.

Wah! Ternyata banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dari Sertifikasi Manajemen Risiko ini. Selain untuk memperkaya diri dengan pengetahuan manajemen risiko, sertifikasi ini juga dapat menambahkan bukti kompetensi Anda yang bisa menjadi daya tarik perusahaan lewat CV dan gelar tambahan di belakang nama Anda. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan diri Anda untuk mengikuti Sertifikasi Manajemen Risiko ini agar Anda dapat keluar sebagai lulusan profesional TSM!