TSM Ikut Ambil Andil Dalam Membangun Solidaritas dan Kolaborasi di Lingkungan Organisasi

TSM Ikut Ambil Andil Dalam Membangun Solidaritas dan Kolaborasi di Lingkungan Organisasi

Selaku sekolah tinggi yang bergerak di bidang pendidikan dan edukasi, TSM tidak hanya berfokus pada citra pendidikan saja. TSM turut hadir dan berada di tengah masyarakat dengan tujuan membantu dalam pemenuhan dan pengembangan jiwa sosial. Salah satu aksi nyata yang dilakukan oleh TSM terkandung di dalam program Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (P3M). Melalui program ini, TSM ikut ambil andil dalam melakukan kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas sosial, tetapi tidak menghilangkan citranya di bidang pendidikan dan edukasi.

Pada kesempatan lalu, tim P3M TSM kembali mewujudkan visi dan misinya dalam bentuk nyata. Berawal dengan diterimanya undangan yang diberikan oleh Bapak Frans, S.Pd., Ekop selaku Kepala Sekolah dari SMA Santo Yosef, Bangka Belitung kepada TSM untuk menjadi pengisi acara rekoleksi dengan tema “Membangun Komunitas yang Solid dan Berkolaborasi” yang diadakan oleh pihak sekolah. Rekoleksi ini dijadwalkan untuk terlaksana di hari Jumat, 3 Juni 2022. Kegiatan ini sendiri ditujukan bagi para guru dan karyawan SMA Santo Yosef karena dilatarbelakangi oleh kekhawatiran Bapak Frans akan kurangnya rasa solidaritas dan kolaborasi di antara para guru dan karyawannya.

Dalam kegiatan ini, tim P3M TSM membagi proses penyampaian menjadi dua sesi. Sesi pertama adalah seminar singkat yang disampaikan oleh Bapak Dr. Klemens Wedanaji Prasastyo dengan menggunakan tayangan video-video motivasi yang bisa diaplikasikan ke dalam kehidupan berorganisasi. Pesan yang ada di dalam video-video tersebut menjadi poin penting untuk memotivasi dan mendorong terciptanya rasa solidaritas dan kolaborasi di antara para guru dan karyawan di Sekolah SMA Santo Yosef. Metode kedua yang dilakukan untuk penyampaian materi adalah berupa praktik langsung yang diaplikasikan ke dalam beberapa permainan. Permainan yang dilakukan dituntun oleh Bapak Beny, S.E., M.B.A., CRP., CFP bersama dengan Bapak Satriyo Wibowo, S.E., M.M. Melalui metode ini, para guru dan karyawan terbagi menjadi beberapa tim. Metode ini bertujuan untuk mengajak para guru dan karyawan di SMA Santo Yosef mempraktikkan secara langsung apa arti dari solidaritas dan kolaborasi melalui kerja sama tim.

Tim P3M TSM memilih tiga jenis permainan yang dinilai efektif dalam penyampaian materi. Permainan pertama adalah tebak gaya, Di dalam permainan ini, para guru dan karyawan dituntut untuk melatih kerja sama antar anggota tim dalam membangun sinergi yang baik antara satu anggota dengan anggota yang lain. Salah satu anggota tim, diharuskan untuk memperagakan gaya dari kalimat yang diberikan oleh tim TSM, sedangkan anggota lainnya diharuskan untuk menebak kalimat apa yang sebenarnya diperagakan oleh teman satu timnya. Permainan kedua adalah Tower Challenge, dalam permainan ini para guru dan karyawan dibagi dalam beberapa tim, lalu setiap tim harus membuat tower dengan menggunakan permen agar-agar dan tusuk gigi. Permainan ini memiliki kriteria, bagi tim yang berhasil membuat tower paling tinggi dan tidak goyah akan menjadi pemenangnya. Permainan terakhir adalah menulis indah, dalam permainan ini tim yang sudah dibentuk tadi akan diberikan beberapa alat yaitu spidol, kertas, dan tali. Setelahnya, tali yang diberikan akan diikatkan ke spidol sehingga dalam menulisnya nanti para anggota tidak memegang spidolnya melainkan memegang tali yang sudah diikatkan ke spidol tersebut.

Hasil dari permainan yang telah dilakukan dapat dilihat secara langsung. Beberapa tim guru dan karyawan berhasil dalam menyukseskan permainan, mereka berhasil dalam menebak gaya dengan benar, membuat tower yang tinggi, dan membuat tulisan yang bisa terbaca. Namun, beberapa dari mereka ada pula yang gagal dalam memperoleh kemenangan dikarenakan kurangnya kerja sama di antara mereka. Terlepas dari berhasil atau tidaknya mereka dalam memenangkan permainan, hal yang sebenarnya menjadi poin penting adalah proses yang mereka lakukan selama permainan berlangsung. Tim yang solid dan saling berkolaborasi cenderung memperoleh hasil yang baik dari permainan, namun tim yang gagal cenderung lebih mementingkan egonya masing-masing sehingga tidak terbangun rasa solid dan kolaborasi di antara mereka.

Kegiatan Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat ini dapat dikatakan berjalan dengan baik dan lancar.  Melalui kegiatan ini, beberapa dosen TSM dapat berkontribusi pada masyarakat melalui pengabdian. Di sini tim P3M TSM hadir sebagai solusi untuk menyelesaikan masalah terkait. Melalui acara Rekoleksi “Membangun Komunitas yang Solid dan Berkolaborasi”, tim P3M TSM menyiapkan pembekalan beserta aktivitas di kegiatan Rekoleksi tersebut guna menumbuhkan kolaborasi serta solidaritas yang nantinya juga membantu menumbuhkan kekompakan antara para guru dan karyawan SMA Santo Yosef Pangkalpinang. Pembekalan yang dilakukan oleh tim P3M TSM ini diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh SMA Santo Yosef.

Mari Mengenal Apa Itu Sertifikasi Manajemen Sumber Daya Manusia

Mari Mengenal Apa Itu Sertifikasi Manajemen Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor primer yang dibutuhkan di dalam perusahaan. Dengan adanya sumber daya manusia yang mumpuni, akan membantu pengembangan dan kesuksesan dari suatu perusahaan. Trisakti School of Management selalu berusaha untuk melahirkan sumber daya manusia yang ahli dalam bidangnya. Hal ini terbukti dari segudang prestasi yang telah berhasil diraih oleh para mahasiswa/i TSM dan juga jajaran alumni yang ahli dalam bidangnya. Seiring dengan upaya untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkredibilitas di bidangnya, TSM menyediakan berbagai fasilitas yang ikut menunjang upaya ini. Salah satunya adalah program-program sertifikasi yang disediakan oleh LPAM TSM. LPAM sendiri merupakan akronim dari Lembaga Pengembangan Akuntansi dan Manajemen, yang berada dibawah naungan TSM, dimana lembaga ini menyediakan sertifikasi untuk jurusan akuntansi dan manajemen.

Salah satu sertifikasi jurusan manajemen yang disediakan oleh LPAM untuk membantu upaya menciptakan SDM yang mumpuni adalah sertifikasi dengan konsentrasi Sumber Daya Manusia. Sertifikasi ini sendiri terbagi menjadi dua, yaitu Manajemen Sumber Daya Manusia – Human Capital Staff serta Manajemen Pelatihan & Pengembangan Sumber Daya Manusia. Sertifikasi Manajemen SDM sendiri merupakan sertifikasi dimana mahasiswa/i TSM mempelajari bagaimana sistem kompensasi dan berbagai jenis benefit yang bersifat langsung dan tidak langsung, seperti tunjangan, insentif, dan bonus yang nantinya akan menjadi nilai tambah pada mahasiswa/i TSM di dunia kerja.

Sertifikasi Manajemen SDM diperuntukkan bagi mereka yang merupakan mahasiswa/i TSM jurusan Manajemen, dengan konsentrasi Sumber Daya Manusia, dan sedang atau sudah lulus dari mata kuliah Manajemen Kompensasi, dengan nilai minimal C. Proses pengambilan sertifikasi ini tidaklah singkat, mahasiswa/i manajemen diharuskan untuk mengikuti pelatihan yang disediakan oleh LPAM di waktu yang sudah ditentukan. Saat ini, pelatihan yang diberikan masih berbentuk online via zoom meeting. Pelatihan ini sendiri bertujuan untuk membantu mahasiswa/i dalam proses pengerjaan paper yang memakan waktu selama kurang lebih 4 sampai 5 hari dan diakhiri dengan Pra-Assessment dan Uji Kompetensi. Pada saat pengujian, mahasiswa/i akan diawasi oleh pihak penyelenggara melalui zoom meeting. Setelah para mahasiswa/i selesai melewati tahapan tersebut, barulah mereka dinyatakan lulus dan tersertifikasi atas kemampuan Manajemen SDM.

Lalu, bagaimana cara mendaftar sertifikasi Manajemen SDM? Pertama mahasiswa/i TSM harus mengetahui terlebih dahulu kapan jadwal sertifikasi ini akan dibuka. Dalam periode pendaftaran, mahasiswa/i TSM bisa melakukan login ke Simatris TSM lalu memilih bagian Tab Kegiatan, kemudian pilih Sertifikasi. Setelah itu, mahasiswa/i dapat memilih sertifikasi Manajamen SDM dan melakukan pendaftaran melalui kolom yang telah disediakan. Jika sudah melakukan pendaftaran, mahasiswa/i diharuskan untuk melanjutkannya ke proses pembayaran pada bagian Biaya Kuliah sesuai dengan nominal yang tercantum. Bila proses pembayaran sudah selesai dilakukan, mahasiswa/i hanya perlu menunggu waktu pelaksanaan sertifikasi.

Proses sertifikasi ini memang memakan cukup banyak waktu, namun terlepas dari waktu yang dihabiskan dan tenaga yang dikeluarkan, TSM menginginkan para mahasiswa/i-nya untuk berproses. Hal ini memberikan pembelajaran bahwa tidak ada hal yang instan untuk menjadi seorang sumber daya manusia yang berkredibilitas. Percayalah, proses yang dilalui dengan sungguh-sungguh ini tentunya akan menghasilkan kebanggaan tersendiri jika suatu individu berhasil untuk menyelesaikannya. Maka dari itu, apakah kalian tertarik untuk mengambil sertifikasi Manajemen SDM? Jika iya, selamat berjuang!

Melek Finansial Sejak Dini: Memulai Perencanaan Keuangan bersama Galvest

Melek Finansial Sejak Dini: Memulai Perencanaan Keuangan bersama Galvest

Gen Z merupakan generasi yang tumbuh dewasa di era yang berat, dimana kita semua dihadapkan dengan pandemi yang sampai sekarang pun belum diketahui kapan berakhirnya. Kesulitan dalam beraktivitas, bahkan sampai dalam perencanaan keuangan, membuat Gen Z sudah mulai memikirkan bagaimana seharusnya dalam merencanakan keuangan di tengah sulitnya masa ini. Melalui webinar yang diselenggarakan oleh Galvest pada hari Jumat, 10 Juni 2022 dengan tema bertajuk “Gen Z Adulting through Financial Planning” yang dibawakan oleh Equity Research Analyst BCA Sekuritas, Syanne Gracetine Polii, Ak., CSA. Beliau berbicara tentang bagaimana Gen Z tumbuh dewasa melalui perencanaan keuangan.

“Percayalah, pandemi yang kita anggap berat ini akan membentuk diri kita yang lebih tangguh ke depannya,” ucap Kak Syanne mengawali webinar demi menggugah semangat para peserta. Pasalnya, masa-masa pandemi sungguh memengaruhi kita semua terutama Gen Z yang tengah dalam masa pendewasaan diri. Di sinilah Kak Syanne mengatakan pentingnya Gen Z untuk melakukan perencanaan keuangan di tengah masa yang sulit seperti ini.

Rata-rata Gen Z dan juga millennials merasa insecure dengan keuangannya dibandingkan generasi sebelumnya. Jika hal tersebut tidak segera diobati akan menyebabkan ketidakpercayaan diri terhadap kondisi keungan di masa depan. “Di akhir webinar, aku pengen kalian merasa percaya diri dan sanggup membuat financial planning dan berpikir kalau kalian akan memiliki kondisi keuangan yang cerah di masa depan,” ujar Kak Syanne dengan nada yang begitu semangat meyakinkan para peserta webinar.

Beliau membeberkan bagaimana tips untuk membuat perencanaan keuangan, yaitu dengan SMART-D plan, yang merupakan akronim dari specific, measurable, achievable, realistic, time bound, dan discipline. Setelah menerapkan SMART-D plan, selanjutnya kita perlu mengetahui tujuan kita, dimana untuk Gen Z yang berada di umur 20 tahun biasanya memiliki tujuan seperti mempunyai penghasilan tambahan, financial independent, mampu membayar hutang, memiliki dana darurat (setidaknya 6x pengeluaran bulanan), dan mulai berinvestasi.

Kak Syanne juga berbicara terkait menaikkan income. Beliau menyinggung untuk jangan terlalu nyaman dengan hanya memiliki satu pemasukan saja.  Beliau menyarankan untuk mencari pekerjaan sampingan seperti freelance. Jika merasa belum mempunyai skill, kita dapat menggunakan income yang kita miliki untuk membeli course yang mengajarkan tentang skill yang ingin dipelajari. Hal ini juga merupakan investasi, karena dengan memiliki skill lain, itu akan membuat kita menjadi seseorang yang lebih valuable dan tentunya akan menambah income kita ke depannya.

Setelah mengulik income, kita juga perlu mengulik expense atau beban. Terkadang tanpa di sadari kita terlalu banyak menghabiskan pengeluaran kita di social and consumptive expenses yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Bersamaan dengan hal ini, kak Syanne juga menyarankan untuk memantau bahkan memutus pengeluaran yang terlalu konsumtif, karena kebanyakan Gen Z sudah termakan hype suatu brand yang membuat mereka banyak mengeluarkan uang yang seharusnya bisa diinvestasikan ke hal yang lebih bermanfaat seperti membeli buku yang dapat menambah wawasan.

Kak Syanne juga menyinggung terkait bagaimana para Gen Z perlu mencatat pengeluaran setiap bulan melalui aplikasi di smartphone. Hal ini akan mempermudah kita untuk menghitung berapa dana darurat yang dibutuhkan. Selain itu, dalam perencanaan keuangan, kita juga perlu menghitung berapa besaran dana pensiun yang kita inginkan.

“Percayalah jika kita selalu tekun dan terus berkembang, kita pasti dapat mencapai goals yang kita harapkan,” ujar Kak Syanne sebagai penutup webinarnya. Jadi, apakah kalian yang termasuk Gen Z sudah memiliki financial planning? Kalau belum, cobalah untuk memulai merencanakan keuangan kalian sekarang!

TSM Memberikan Dukungan Ilmu dan Wawasan ke SMA dan SMK

TSM Memberikan Dukungan Ilmu dan Wawasan ke SMA dan SMK

Mengabdi, teruslah mengabdi! Frasa mulia yang satu ini tengah membangunkan seisi jiwa dan raga Sivitas Akademika TSM dalam memberikan kontribusinya kepada masyarakat. Dengan tekad serta niat yang kuat, TSM bersikeras melanjutkan kegiatan pengabdian masyarakat secara rutin di tengah suntuknya situasi pandemi. Wujud pengabdian tersebut didedikasikan melalui kegiatan pengajaran secara daring (webinar) yang ditujukan kepada siswa-siswi, serta guru pendidik yang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Topik pembahasannya sangatlah beragam, mulai dari dunia pasar modal, akuntansi, perpajakan, hingga menjalar ke ranah organisasi. Baru-baru ini, TSM telah mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di SMK Tunas Karya Pangkal Pinang untuk membangun jiwa kepemimpinan yang berkualitas dalam diri generasi muda. “Kepemimpinan di masa mendatang akan menghadapi banyak tantangan yang berat karena adanya perubahan-perubahan yang berlangsung secara dinamis. Oleh karena itu, diperlukan generasi muda calon pemimpin bangsa yang dapat melakukan antisipasi, serta memberikan solusi demi kemajuan Bangsa Indonesia,” ujar Dr.Aulia Danibrata, S.E., M.M., selaku dosen pengabdi. Sejalan dengan kegiatan organisasi, Ibu Erika J.A., S.E., M.M., CRP., CPF., CFP., juga menambahkan tips dalam menyusun proposal kegiatan yang profesional bagi pengurus organisasi.

Beralih dari ranah organisasi, TSM juga kerap menyiratkan simulasi-simulasi kecil yang akan memberikan gambaran nyata kepada partisipan. Harapannya, simulasi ini dapat memudahkan partisipan dalam memahami materi. Seperti yang dilakukan oleh ibu Meiriska Febrianty, S.E., Ak., M.E., BKP, CA., CPA., selaku dosen pengabdi ketika memberikan simulasi pengisian SPT tahunan orang pribadi karyawan dengan menggunakan formulir 1770 S di SMK Pelita IV. Perlu digaris bawahi, dosen-dosen TSM yang mengabdi telah mengantongi kompetensi bidangnya masing-masing, sehingga tak perlu diragukan lagi keahliannya.

Kegiatan pengabdian yang diluncurkan oleh TSM berhasil mendatangkan manfaat sedemikan rupa bagi seluruh partisipan, terutama dalam menunjang perjalanan karier mereka. Feedback tersebut salah satunya dituangkan oleh Bapak Aprianto Romatua, S.Pd., selaku perwakilan sekolah Kristoforus II yang menyampaikan bahwa kerja sama dan pelatihan dari TSM sangat membantu pihak sekolah dalam menunjang pengetahuan, serta soft skill peserta didik mereka. Oleh karenanya, tak jarang dari mereka mengharapkan kerjasama ini dapat terjalin secara berkesinambungan.

Inilah sebagian kisah yang mewarnai kilas balik perjalanan pengabdian masyarakat yang TSM. Semoga kedepannya, kegiatan ini dapat terlaksana secara offline agar seluruh partisipan dapat berinteraksi secara langsung. Akhir kata, salam sehat dan sampai jumpa dalam cerita berikutnya! #TSMengabdi

Melatih Jiwa Organisasi Bersama Senat dan BPM

Melatih Jiwa Organisasi Bersama Senat dan BPM

Lingkungan menjadi tempat yang memiliki dampak besar atas tumbuh kembangnya perilaku suatu individu. Baik faktor internal maupun eksternal selalu memberikan input dan menghasilkan output yang berbeda-beda, semuanya tergantung dari bagaimana suatu individu melakukan sebuah proses penyesuaian dengan lingkungannya. Kebanyakan orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda, semua ini tergantung dari proses yang dilaluinya. Lingkungan yang baik akan membantu suatu individu menjadi pribadi yang lebih baik lagi, namun lingkungan yang buruk dapat memberikan input yang buruk dan akan mempersulit proses yang dilalui oleh individu tersebut. Maka dari itu, Trisakti School of Management menaruh perhatian yang khusus terhadap pembinaan kegiatan para mahasiswa/i-nya.

Dalam rangka membangun lingkungan yang baik dan mendukung, TSM menyediakan berbagai fasilitas penunjang kegiatan-kegiatan positif. Salah satunya adalah organisasi kemahasiswaan yang menjadi wadah untuk mengasah kreativitas dan mengembangkan minat serta bakat dalam bidang keorganisasian. Organisasi mahasiswa ini mencakup segala bidang yang dapat membantu para mahasiswa/i dalam mengasah hard skill dan soft skill yang nantinya bisa diaplikasikan di dunia kerja. TSM sendiri mempunya dua organisasi kemahasiswaan yaitu Badan Perwakilan Mahasiswa STIE Trisakti (BPM) dan Senat Mahasiswa (SEMA). Lalu, sebenarnya apa tujuan dari kedua organisasi ini berdiri di TSM? Mari kita simak penjelasan berikut!

BPM merupakan organisasi yang beranggotakan perwakilan mahasiswa yang terdaftar di TSM dan masih menjadi mahasiswa aktif untuk satu tahun kepengurusan. Dalam tugasnya, BPM bertanggung jawab penuh dalam menjalankan fungsi pengawasan dalam pelaksanaan kegiatan yang telah ditetapkan dalam seluruh program kerja oleh Senat Mahasiswa TSM (yudikatif) dan juga berwenang sebagai pembuat peraturan mengenai tata cara keorganisasian dan kegiatan di TSM (legislatif). Selain dari kedua tanggung jawab tersebut, BPM juga menjadi suatu wadah aspirasi mahasiswa kepada lembaga. Untuk susunan kepengurusannya, BPM terbagi menjadi satu komisi inti dan empat komisi yang terdiri dari komisi a, b, c, dan d. Masing-masing dari komisi tersebut saling berintegrasi dengan bidang-bidang yang ada di Senat Mahasiswa.

Kemudian, apa sebenarnya Senat Mahasiswa itu? Senat Mahasiswa atau yang bisa juga disebut sebagai SEMA adalah organisasi mahasiswa di TSM yang menjalankan fungsinya sebagai pihak yang bertugas untuk menjalankan program kerja (eksekutif). Senat Mahasiswa aktif dalam menjalankan program kerja di setiap periodenya dengan penuh tanggung jawab. Berbeda dengan BPM, kepengurusan Senat Mahasiswa terbagi menjadi BPH inti dan empat bidang yang terdiri dari masing-masing fokus yaitu; bidang satu berfokus pada keilmuan dan penalaran, bidang dua berfokus pada minat dan bakat, bidang tiga berfokus pada kesejahteraan dan kerohanian, serta terakhir bidang empat berfokus pada penelitian dan pengembangan. Masing-masing bidang inilah yang nantinya akan bertugas untuk membuat program kerja secara terpisah berdasarkan fokus bidangnya masing-masing. Dengan adanya program-program kerja yang ditawarkan oleh Senat Mahasiswa tentunya dapat meningkatkan skill baik dari sisi akademik maupun kreativitas para mahasiswa/i TSM. Selain dari program-program kerja yang diciptakan oleh Senat Mahasiswa, organisasi ini juga ikut berperan dalam menaungi berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa dan Unit Kegiatan Kerohanian di TSM. Sehingga, semua kegiatan terkait dengan kemahasiswaan di TSM tidak lepas dari pengawasan Senat Mahasiswa dan BPM.

Berpatokan dengan organisasi yang telah dibahas di atas, kedua organisasi inti inilah yang nantinya akan membantu pengembangan hard skill dan soft skill para mahasiswa/i TSM, baik dari segi komunikasi, kekompakan, integritas, tanggung jawab, dan lain-lain. Dengan adanya lingkungan mendukung yang diciptakan oleh TSM melalui organisasi BPM dan Senat Mahasiswa, tentunya memberikan peluang bagi para mahasiswa/i TSM untuk menentukan jalan bagi dirinya sendiri. Pemilihan organisasi menentukan lingkungan yang akan dipilih untuk kedepannya, lalu apakah kamu tertarik untuk memilih lingkunganmu sendiri? Tunggu apalagi? Jangan sampai kamu melewatkan kesempatan untuk berorganisasi ya!

Berani Berwirausaha Bersama EDC

Berani Berwirausaha Bersama EDC

 

Kok, temen-temenku sudah memulai bisnis ya?” Terkadang muncul pertanyaan seperti ini di benak Anda ketika melihat beberapa teman yang sudah berani memulai bisnis. Lalu, hal tersebut membuat Anda berpikir “Apakah aku bisa memulai bisnis juga?”. Jika sudah terpikir untuk memulai bisnis, Anda juga mulai lebih waspada terhadap apa yang seharusnya perlu dilakukan untuk memulai bisnis. Keraguan inilah yang membuat Anda takut untuk memulai. Ditambah belum adanya modal yang memadai serta tidak tahu harus membuat bisnis seperti apa. Dalam membangun sebuah bisnis, tentunya Anda harus berani mengambil langkah awal. Namun, jangan asal berani saja, Anda perlu menemukan bimbingan yang tepat agar tidak salah langkah.

Trisakti School of Management (TSM) menghadirkan Entrepreneur Development Center atau biasa disingkat sebagai EDC bagi mahasiswa TSM yang masih bingung dalam memulai bisnis. EDC merupakan sebuah wadah yang dibentuk untuk mengembangkan, memotivasi, dan mendorong mahasiswa untuk berani memulai berwirausaha. Kehadiran EDC diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam menentukan konsep bisnis yang baik dan sederhana, serta mengarahkan konsep tersebut agar dapat diaplikasikan di dunia nyata dengan bantuan dan dukungan dari para akademisi maupun praktisi.

EDC memiliki Inkubator Bisnis yang merupakan suatu program untuk membentuk pola pikir terstruktur yang dibutuhkan, khususnya untuk mengambil keputusan strategis yang cepat dan inovatif dalam bisnis startup. Pemberian fasilitas pembinaan kelompok usaha mahasiswa TSM untuk meningkatkan kualitas kemampuan mahasiswa di bidang entrepreneurship secara berkesinambungan sesuai dengan standar nasional dan internasional. Dalam Inkubator Bisnis ini terdapat program bernama Dana Bergulir, dimana program tersebut dapat memberikan modal usaha maupun fasilitas pembinaan kelompok usaha bagi mahasiswa TSM sampai sebesar Rp6.000.000,00 yang didanai langsung oleh pihak TSM.

EDC juga membantu menyukseskan program yang diluncurkan oleh Kemendikbud dan Pendidikan Tinggi (Dikti) yang disebut sebagai Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dimana program tersebut merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan, mewadahi, dan mewujudkan ide kreatif serta inovatif mahasiswa. TSM pada tahun 2019 mulai mengikuti dua bidang PKM dari delapan bidang PKM yang diperkenalkan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, yaitu PKM Kewirausahaan dan PKM Gagasan Tertulis.

Tidak sampai disitu, EDC juga menyediakan wadah bagi para mahasiswa untuk mempromosikan bisnisnya yaitu melalui web catalogue yang dapat dikunjungi di www.edctsm.com. Jadi, untuk para mahasiswa yang sudah tergabung oleh program EDC dapat memasarkan produknya secara gratis di website catalogue yang sudah disediakan oleh EDC. “Tidak hanya member EDC, tetapi semua warga TSM baik mahasiswa atau dosen dapat mempromosikan produknya di web catalogue yang sudah disediakan EDC. Website yang mudah diakses serta tidak dipungut biaya sangat membantu wirausahawan baru di lingkungan TSM dalam mempromosikan produknya,” ujar Nurul Mardatila sebagai salah satu asistensi EDC yang mengurus program tersebut.

Dengan kemudahan yang diberikan oleh EDC TSM ini tentunya dapat membantu Anda, mahasiswa TSM yang ingin bergulat di dunia kewirausahawaan. Yuk, tunggu apalagi? Berani berwirausaha bersama EDC!

Bernyanyi Hingga ke Awan-Awan bersama Trischmavoca

Seni adalah salah satu media berekspresi terpopuler sepanjang masa. Sebagai anak muda masa kini, kondisi pandemi yang datang bagai kejutan listrik memaksa kita untuk mencari alternatif penyampaian perasaan yang mudah diraih. Sekarang, apa lagi yang lebih dekat dibanding diri kita sendiri? Maka hadirlah lantunan berirama yang membawa kebahagiaan baik saat melakukan maupun sekadar mendengarkan, yang dikenal dengan aktivitas bernyanyi. Akan tetapi, ekspektasi dan keinginan untuk menyalurkan hobi ini terlampau banyak dibanding sedikitnya sarana penampungan bakat. Semua orang ingin menjadi seperti idola mereka, menguasai vibrato yang indah, dan bertekad mencapai nada tinggi. Salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dari Trisakti School of Management turut mendukung usaha memperluas semangat belajar ini melalui program-program kerja mereka. Tak lain lagi, Trischmavoca!

Trischmavoca, singkatan dari Trisakti School of Management Vocalism, adalah sebuah UKM yang berbasis pada seni olah vokal, baik dalam formasi solo maupun choir. Mereka menaungi pengembangan minat dan bakat, juga potensi dari seluruh mahasiswa. Trischmavoca berdiri berkat tekad dan kegigihan dari para anggotanya pada saat itu. Para anggota Trischmavoca dan juga dibantu oleh organisasi mahasiswa saling bahu-membahu bekerja agar terselenggaranya konser pertama Trischmavoca yang diadakan pada tanggal 22 Juni 2005. Tanggal tersebut dikenal sebagai hari jadi Trischmavoca. Tahun demi tahun dilewati sambil menabung pengalaman dan ilmu berpaduan suara. Berbekal semuanya itu, sampailah UKM Trischmavoca pada ajang kompetisi paduan suara  yang bermula dari tingkat nasional sampai internasional, bahkan mencetak banyak prestasi yang membanggakan.

Proses masuknya sendiri dapat dikatakan cukup kompleks. Pelamar harus mengirimkan video bernyanyi tanpa iringan musik dan diikuti dengan tes membaca not. Oleh sebab itu, lulusan Trischmavoca kedepannya dapat dipastikan merupakan penyanyi-penyanyi berkualitas. Tak heran, segudang aktivitas disediakan untuk menunjang kerja organisasi. Mulai dari Vocal Class, Studi Banding, Workshop Audio Editing, hingga kolaborasi dengan berbagai UKM TSM lainnya melalui drama musikal. “Demi mengharumkan almamater kami, Trisakti School of Management, kami berusaha untuk bisa terus tumbuh dan berkembang lebih sebagai sebuah organisasi dan paduan suara. Kami terus berusaha untuk selalu belajar, berkomitmen tinggi, menjaga solidaritas, saling melengkapi, dan terus melebarkan sayap Trischmavoca ke khalayak umum,” ujar Ketua dari Trischmavoca, Yunius.

Dengan sesi latihan setiap hari Rabu dan Jumat untuk Kampus Grogol, serta Senin dan Kamis untuk Kampus Bekasi, tentunya teman-teman tidak sabar untuk merasakan euforia menjadi bagian dari Trischmavoca. Open recruitment biasanya dilakukan di bulan September. Catat dan jangan tertinggal, ya!

Dari TSM ke Taiwan

Dari TSM ke Taiwan, Simak Pembahasan Program IISMA Kemendikbud Ini!

Prestasi gemilang kembali diraih oleh mahasiswa Trisakti School of Management. Tepatnya pada tanggal 15 Mei 2022, wajah seorang mahasiswi jurusan Manajemen  angkatan 2019 berbinar cerah kala melihat tulisan yang tertera pada layar ponselnya. Ia adalah Marcella Zefanya, penyandang gelar Awardee dari International Student Mobility Award yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Ia berhasil menerima beasiswa penuh dari program pertukaran pelajar ke National Taiwan University. Penasaran akan IISMA serta usaha yang dilakukan Marcella untuk mencapai kesuksesannya? Simak pembahasan di bawah ini!

Indonesia International Student Mobility Award, atau IISMA, adalah program beasiswa tahunan dari Kemendikbud Ristek RI, dimana mahasiswa Indonesia diberi kesempatan untuk menjalani studi selama satu semester di perguruan tinggi luar negeri. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan agar mendapat pengalaman baru, memperluas wawasan, dan juga mengembangkan dirinya melalui hal-hal lain yang mungkin didapatkan selama program berlangsung. Mahasiswa yang bisa mendaftar program IISMA adalah mahasiswa tahun kedua dan ketiga.

Pada tahap awal pendaftaran, mahasiswa harus menyiapkan skor English Proficiency Test, baik IELTS, TOEFL iBT, ataupun Duolingo English Test. Marcella sendiri menggunakan Duolingo karena hasilnya yang lebih cepat terbit dibandingkan bentuk tes yang lain. Selain itu, di tahap pertama, para calon Awardee juga harus menulis esai berbahasa Inggris dari empat pertanyaan yang disediakan. Untuk dokumen pendukung sendiri, Marcella menyebutkan bahwa ia diminta mempersiapkan data diri, surat rekomendasi kampus, dan beberapa surat deklarasi yang disediakan di website IISMA.

Sewaktu pengumuman dikumandangkan, Marcella membeberkan bahwa ia sangat nervous karena memang sudah banyak effort yang dikeluarkan untuk mengikuti program ini. “Saya bersyukur sekali ketika melihat bahwa saya lulus sebagai Awardee. Sejujurnya, saat pertama kali melihat hasil pengumuman, ada rasa tidak percaya bahwa saya berhasil lulus. Bahkan, saya sempat me-refresh laman pengumuman beberapa kali dan juga logout-login website IISMA untuk memastikan,” tuturnya.

Harapannya saat memutuskan untuk ikut serta dalam program IISMA ialah demi mendapatkan pengetahuan lebih luas dibanding yang bisa didapatkan melalui buku. Marcella menjelaskan bahwa ia memiliki banyak pertanyaan, antara lain, “Bagaimana pola pikir masyarakat lain? Apa yang menjadikan mereka berbeda, baik itu lebih baik atau kurang baik, ketika dibandingkan dengan Indonesia? Apa saja culture asing yang sebenarnya baik diterapkan di Indonesia?” Tak lupa, ia berkeinginan untuk memperkenalkan Indonesia dan beragam budayanya di negara tujuan nanti.

Sebelum menutup sesi perbincangan, Marcella memberikan beberapa wejangan, terutama kepada para pejuang IISMA dari TSM tahun depan. “Untuk mahasiswa/i yang ingin mengikuti IISMA tahun depan, pastikan untuk memiliki tujuan yang jelas mengenai mengapa kamu ingin mengikuti program ini, miliki visi yang jelas tentang masa depan/cita-citamu, bagaimana mengikuti IISMA akan membantu kamu mencapainya, dan apa saja yang dapat kamu berikan kepada Indonesia bila kamu terpilih sebagai Awardee. IISMA juga dapat disebut sebagai program beasiswa. Maka dari itu, persiapkan IPK dan EPT yang terbaik, dan jangan lupa untuk menambahkan pengalaman-pengalaman yang dapat mendukung kamu agar terpilih (aktif di organisasi, perlombaan, magang, dll).”

“Menurut saya, teman-teman harus membiasakan diri untuk familiar dengan bahasa Inggris. Karena nantinya, ketika study abroad, teman-teman akan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar sehari-hari. Terakhir, jangan lupa berdoa, do your best, dan good luck!” tambahnya. Semoga prestasi dari Marcella ini dapat menjadi motivasi bagi teman-teman mahasiswa sekalian untuk terus mengejar kemungkinan dan kesempatan yang hadir!

Selamat Penerima Program Dana Bergulir Batch 3

Entrepreneur Development Center (EDC) tentu sudah bukan suatu istilah yang asing lagi di kalangan mahasiswa TSM. Benar, EDC adalah wadah yang dibentuk untuk mengembangkan, memotivasi, dan mendorong mahasiswa untuk memiliki jiwa kewirausahaan serta berani berwirausaha, sehingga EDC kerap kali dikenal dengan julukan “pencetak wirausaha”.  Salah satu program yang dilaksanakan oleh EDC adalah Inkubator Bisnis TSM, yang di dalamnya terdapat program internal Dana Bergulir. Program ini dibuat untuk mendukung para mahasiswa aktif TSM dengan cara memberikan dana sebagai modal usaha maupun fasilitas pembinaan kelompok usaha untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan mahasiswa di bidang kewirausahaan secara berkesinambungan sesuai dengan standar nasional dan internasional.

Pada hari Minggu, 24 April 2022, mahasiswa TSM yang terdaftar dalam Program Dana Bergulir Batch 3/2022 dinyatakan resmi memulai programnya. Pada saat yang bersamaan pula, hari tersebut menjadi hari seremonial penutupan program untuk peserta dari batch 2/2022. Seremonial ini dihadiri oleh Ibu Denta Felli Ananda, S.E., M.B.A., CHRA. selaku Koordinator EDC, Bapak Wibisono Soediono, S.E., M.B.A., CMA. selaku Wakil Ketua III, serta Bapak Sutrisno, S.E. selaku Kepala Bagian Badan Kemahasiswaan dan Alumni, dan pastinya diikuti juga oleh 9 kelompok peserta dari batch 3 dan beberapa perwakilan peserta dari batch 2.

“Bagi saya, EDC membantu saya membuka gerbang impian saya untuk memulai usaha tanpa harus takut dengan masalah utama yang terkait dengan modal dan mentor. Karena melalui EDC sendiri, saya hanya perlu menjalankan usaha yang ingin dirintis dengan mentor yang tepat tentunya dari TSM. Pengalaman yang didapat di dunia entrepreneurship pun saya dapatkan semakin luas, bagaimana cara dealing dengan customer, packaging barang, dan lain-lain yang berhubungan dengan entrepreneurship. So teman-teman, memang betul membuka usaha bukanlah suatu hal yang mudah, tapi jika teman-teman ingin memulai bersama, EDC adalah tempat yang tepat untuk Anda,” ujar Christopher Viego Hendrianus, salah satu peserta batch 2 yang saat ini masih melanjutkan perjalanan bisnisnya hingga batch 3.

Sungguh sebuah semangat wirausaha yang patut dicontoh dari seorang Christopher. Bagaimana? Masihkah Anda ingin mengeluh akan modal usaha yang kurang? Semoga modal usaha tidak lagi menjadi permasalahan yang besar dengan hadirnya EDC di TSM. Dengan selalu gigih dan konsisten, teguh dan pantang menyerah, pasti ada jalan untuk membuka gerbang kesuksesan. Kami tunggu kisah sukses Anda!

Lestarikan Tari Tradisional Bersama Trisamantrada

Lestarikan Tari Tradisional Bersama Trisamantrada

Perkembangan budaya tarian asing atau modern dance sudah marak dicintai oleh kalangan remaja saat ini. Bahkan banyak dari mereka yang membentuk komunitas dance club mulai dari K-Pop dance hingga tarian dengan lagu barat. Di balik menjamurnya budaya asing di Indonesia, budaya-budaya lokal seperti tarian tradisional menjadi semakin tenggelam dan jarang diminati oleh masyarakat Indonesia.

Namun, lain halnya dengan salah satu komunitas TSM dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Trisamantrada yang justru bersemangat dalam melestarikan budaya tari tradisional Indonesia. UKM Trisamantrada menjadi satu-satunya wadah bagi generasi muda khususnya mahasiswa Trisakti School of Management untuk menumpahkan kreativitas seninya di bidang tari tradisional. “Dengan mengikuti UKM Trisamantrada, kita dapat menambah wawasan dan belajar langsung terkait tari tradisional Indonesia melalui kegiatan rutin dan program kerja yang dilaksanakan oleh Trisamantrada. Selain itu, tarian yang diajarkan juga berasal dari berbagai daerah sehingga dapat mengembangkan minat dan bakat tari yang dimiliki,” tambah kak Syifa selaku ketua UKM Trisamantrada di TSM. Dalam upaya melestarikan tari tradisional, UKM Trisamantrada rutin memperingati hari tari melalui Traditional’s Day. UKM Trisamantrada juga menyelenggarakan pagelaran tari tradisional Indonesia di berbagai tempat guna memperkenalkan kekayaan tari tradisional Indonesia. Tidak hanya itu, Trisamantrada juga menyelenggarakan lomba tradisional serta webinar setiap tahunnya sebagai bentuk pengenalan tari tradisional kepada masyarakat.

Trisamantrada memberi kesempatan kepada seluruh mahasiswa TSM untuk bergabung dan belajar bersama Trisamantrada. Setiap Jumat, UKM ini selalu melakukan latihan rutin pukul 10.00-13.00. Walaupun saat ini segala kegiatan masih dijalankan secara daring, hal ini tidak menghalangi mereka untuk tetap melakukan latihan rutin melalui Zoom Meetings. Tarian yang diajarkan pun berbeda-beda, seperti baru-baru ini mereka belajar tari Kinang Kilaras. Bahkan tarian yang diajarkan pun dibimbing langsung oleh ahli yang sudah menguasai bidang ini.

Seru dan asik banget, kan, kegiatan-kegiatan Trisamantrada? Yuk lestarikan budaya tari Indonesia dengan bergabung bersama Trisamantrada!