CDC Sebagai Wadah Mahasiswa TSM untuk Melebarkan Sayap di Dunia Karier

Kalian tau gak sih, kalau TSM punya mediator antara pencari kerja dengan perusahaan? Adanya mediator ini memudahkan para mahasiswa tingkat akhir TSM yang tengah gencar-gencarnya mencari kerja, loh. Nah, nama mediator nya ini adalah Career Development Center (CDC) Trisakti School of Management. Pastinya kalian para mahasiswa TSM sudah tidak asing ya dengan nama yang satu ini. Namun, CDC ini juga memiliki kegiatan yang disebut dengan Tracer Study, loh. Mari kita mengenal lebih jauh tentang CDC TSM ini!

Career Development Center (CDC) Trisakti School of Management memiliki tujuan untuk menjadi mediator yang baik antara para pencari kerja dengan perusahaan/instansi/industri yang sedang membutuhkan tenaga kerja. Dalam pelaksanaan semua kegiatan, CDC bermitra dengan perusahaan untuk memberikan manfaat bersama bagi semua pemangku kepentingan. CDC TSM diharapkan mampu menjadi mitra terpercaya bagi perusahaan pengguna dan mahasiswa serta lulusan TSM. Lalu, bagaimana dengan Tracer Study? Apa hubungannya dengan CDC? Tracer Study  merupakan kegiatan pelacakan alumni yang dilaksanakan oleh TSM untuk mendapatkan feedback dari alumni. Jadi, melalui feedback ini, para mahasiswa yang tengah mencari kerja mendapatkan outcome berupa transisi dari dunia perguruan tinggi menuju dunia kerja.

Di dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya, CDC berfokus pada tiga kegiatan utamanya, seperti program persiapan karier berupa seminar atau webinar, training, bahkan campus hiring dari beberapa perusahaan besar untuk mengedukasi serta mengarahkan mahasiswa kepada minat kerjanya. Untuk kegiatan seminar atau webinar, ada dua kategori yaitu yang pertama disebut sebagai Career Talk. Kegiatan ini biasanya pihak internal CDC akan mengundang narasumber dari berbagai perusahaan untuk menceritakan sekaligus memberikan insight kepada para mahasiswa seputar dunia kerja. Lalu, yang kedua disebut sebagai Alumni Talk sebagai wadah perbincangan antara para alumni TSM dengan para mahasiswa TSM terkait dunia karier.

CDC juga mengadakan kegiatan campus hiring dengan mengundang mitra perusahaannya untuk datang langsung ke kampus TSM dan melakukan perekrutan. Tidak tanggung-tanggung, perusahaan yang telah bermitra dengan CDC TSM tentunya dijamin berkualitas, seperti OT, KPMG, EY, PWC, Deloitte dan BCA. Dengan kehadiran CDC ini tentunya memberikan dampak yang sangat baik tidak hanya bagi para mahasiswa TSM, tetapi juga untuk para perusahaan yang tengah melakukan perekrutan karyawan baru, karena tentunya perusahaan akan mendapatkan sumber daya manusia yang kompeten dan berkualitas.

Tidak dapat dipungkiri, kehadiran CDC menjadi salah satu aspek yang sangat penting bagi para mahasiswa TSM, apalagi bagi mereka yang tengah gencar merintih karier. CDC juga diharapkan untuk terus membuka peluang bagi para mahasiswa untuk melebarkan sayapnya di dunia kerja. Yuk, buat kalian yang ingin memiliki insight lebih tentang dunia karier, jangan sampai kelewatan semua kegiatan CDC, ya!

Ritual Liburan Natal dan Tahun Baru yang Selalu Dirindukan

Tidak terasa kita sudah menyentuh akhir tahun. Kini tiba saatnya bagi kita untuk menyambut liburan natal dan tahun baru, liburan yang selalu kita nanti-nantikan setiap tahunnya! Dikarenakan sudah menjadi rutinitas dari tahun ke tahun, tentunya ada beberapa hal nih yang selalu kita lakukan saat natal dan tahun baru. Penasaran, apa saja ‘ritual’ yang harus dilakukan ketika liburan di akhir tahun ini? Yuk, simak terus ya!

Pertama, tentunya karena liburan kali ini terbilang cukup panjang, maka tidak jarang beberapa orang memilih untuk pergi berlibur ke luar kota bersama keluarga. Liburan ke luar kota bersama keluarga juga bisa menghilangkan penat dari hal-hal di tahun sebelumnya, lho! Beberapa destinasi kota yang bisa kamu kunjungi adalah Bandung, Puncak, Yogyakarta, Bali, dan lain-lain. Namun, jangan lupa untuk tetap menjaga protokol kesehatan bagi kamu dan keluarga ya, Sobat!

Kedua, bosan dengan liburan di luar kota? Kamu bisa saja memilih hiburan yang ada di dalam kota. Banyak destinasi wisata di dalam kota kini sudah tersedia dan bisa dikunjungi oleh umum, lho! Kamu bisa menghabiskan waktu liburan kamu dengan berjalan-jalan di hutan kota, museum seni, kota tua, monas, perpustakaan nasional, chinatown dan lain-lain. Sssttt…. kalau bosan hanya berjalan-jalan, kamu juga bisa piknik di hutan kota! Tentunya akan sangat menyenangkan untuk berpiknik di akhir tahun tanpa beban deadline yang menghantui brrrr.

Ketiga, inilah saatnya bagi kamu si penyuka promo untuk menyerbu beberapa tempat! Saat liburan natal dan tahun baru, beberapa outlet dan e-commerce seringkali mengadakan promo besar-besaran. Nah, bagi kamu si pemburu promo, momen seperti inilah yang akan membuat kamu ‘bersinar’ lebih lagi. Potongan harga yang diberikan juga tidak main-main lho, jadi tunggu apalagi?

Keempat, ini adalah hal yang tentunya selalu menjadi ‘ritual’ bagi kebanyakan orang. Tentu saja makan dan kumpul bersama keluarga pada saat menyambut natal dan tahun baru. Momen seperti inilah yang seringkali ditunggu-tunggu oleh kebanyakan orang. Bukan hanya karena kita akan ‘makan besar’, melainkan momen kebersamaan dan kumpul keluarga yang dirindukan. Agar tidak terlalu monoton, kamu juga bisa lho berinisiatif untuk memainkan game bersama keluarga sembari menunggu makanan siap untuk disajikan.

Terakhir, nampaknya kurang lengkap tanpa adanya ucapan natal dan tahun baru, bukan? Yup, tentu saja inilah saatnya bagi kamu dan mereka untuk saling bertukar pesan selamat hari natal dan tahun baru. Momen seperti ini juga bisa kamu gunakan untuk meminta maaf atas kesalahan-kesalahan yang mungkin kamu timbulkan di masa lalu. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan momen ini untuk menjalin tali silaturahmi dengan orang-orang di sekitarmu.

Semoga banyak pelajaran bisa kita ambil di tahun 2022 dan mari dengan bahagia bersama menyambut tahun 2023. Selamat hari Natal dan Tahun Baru!

Business Plan Atau Business Case? Di TSM, Keduanya Juara, Dong!

Manajemen merupakan sebuah jurusan yang tak hanya menekankan teori, namun juga praktik. Dari magang hingga studi independen, banyak aktivitas yang dapat dilakukan untuk menunjang pengetahuan mahasiswa. Nah, salah satu medium yang terkenal ialah dengan mengikuti lomba! Meski menjelang musim ujian akhir, prestasi yang datang dari TSM tiada jeda. Menyabet juara pertama pada kategori Business Plan dan juga Business Case dengan selang beberapa hari, Tim TSM membuktikan bahwa menggabungkan kualitas pengajaran yang diberi oleh para dosen cakap dan kreativitas serta semangat masing-masing akan menghasilkan kebanggaan tiada batas. Sebelum memulai, kita ucapkan selamat dulu, yuk!

Marilah kita membalikkan halaman ke satu bulan yang lalu ketika mendapat kabar kemenangan dari mahasiswa/i Akuntansi yakni Richo, Alifia, Yohanes, dan Ellyata pada tanggal 26 November 2022 untuk kategori Business Plan Competition di Institut Bisnis Nusantara. We Dang, nama bisnis mereka, dicanangkan untuk melestarikan budaya daerah, yakni berupa modifikasi wedang ronde dengan menggunakan tahu sutra, isian kacang tanah dan gula merah, serta disajikan dengan kuah jahe. Tentunya perjalanan tak mudah, sebab pada saat lolos ke babak final, jadwalnya bertabrakan dengan presentasi salah satu mata kuliah. Pada akhirnya, ada salah satu rekan yang menyusul ke lokasi setelah kegiatan di kampus selesai dan justru kehujanan. Penuh perjuangan sekali!

Tak henti sampai di sana, pengumuman juara 1 selanjutnya datang di awal bulan Desember dengan perpaduan tim Fairuza, Fauzan, dan Nitika (Fight or Flight) dari jurusan Manajemen pada Business Case Competition yang diselenggarakan oleh UPN “Veteran” Jawa Timur di ajang EMINEM 2022. Mereka berhasil mengungguli puluhan tim dari seluruh Indonesia dengan kasus yang berkaitan dengan strategi untuk membangkitkan kembali Pos Indonesia. Di tengah kemajuan perusahaan jasa pengiriman fast-paced, Pos Indonesia yang merupakan pemimpin industri ini pada masanya membutuhkan adanya pembaharuan, dan tim ini, dengan strategi “EROS” yang terinspirasi dari nama dewa cinta Yunani, berhasil memukau para juri dengan strategi non-konvensional yang berbasis kekeluargaan, bukan sekadar peralihan teknologi. Tentunya, teman-teman yang membaca juga setuju bila disuguhkan comeback koleksi prangko khas Kantor Pos.

“Kami berkompetisi dengan PTN serta PTS seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Tarumanagara, dan banyak lagi,” sebut salah seorang dari tim Fight or Flight. Pressure sebagai mahasiswa semester 3 yang belum banyak berpengalaman lomba tentunya ada. Saat pengumuman, baik tim business plan maupun business case memiliki satu persamaan, yakni berekspektasi mendapat juara 3. Saat juara 3 dan 2 diisi oleh tim lain, rasanya antisipatif tapi berpasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Atas berkat-Nya, juara 1 berhasil dikantongi. Memang benar adanya bahwa usaha tidak mengkhianati hasil ya, teman-teman?

Para adik-adik dari TSM, apakah kalian sudah terinspirasi untuk mengikuti jejak para kakak tingkat ini dan menjadi salah satu wajah yang menghiasi media sosial TSM? Jika jawabannya iya, nama-nama di atas berpesan agar jangan sungkan untuk menghampiri mereka dan bertanya-tanya, karena pada dasarnya semua dimulai dari keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Pelajari seluruh mata kuliah dasar seperti Bisnis, Manajemen Pemasaran, dan Kewirausahaan karena nantinya, teori-teori tersebut akan menunjang proses analisis dan pembangunan bisnis kalian. “Yang pasti, experience never lies, jadi pastinya pengalaman kalian selama berlomba akan useful suatu hari nanti.” Semangat selalu, dan selamat belajar!

TSM, Strategic Campus University ACCA Pertama di Indonesia!

Ruangan diisi oleh para tamu undangan pada pukul 10.00 WIB, diantaranya pihak ACCA, partner SMA TSM, serta para dosen TSM sendiri. Penayangan testimoni alumni TSM serta ACCA sendiri menjadi awal yang positif dalam seminar yang diadakan pada hari Rabu, 14 Desember 2022 ini. Sebenarnya apa, sih, ACCA? Berdasarkan paparan sukses dari video sambutan, ACCA merupakan sebuah kualifikasi profesional terkenal di dunia yang telah berdiri selama 117 tahun, badan akuntansi terbesar dan paling cepat berkembang, yang menaungi lebih dari 536.000 siswa dan 162.000 anggota di 179 negara. Tujuan ACCA adalah untuk menawarkan pilihannya sebagai media profesional bagi individu yang mencari karier di bidang akuntansi, keuangan, dan manajemen. “At the end of the day, I have the same degree as a student who goes to university,” sebut seorang peserta dari program ACCA.

Bintang utama dari acara hari itu ditampilkan selepasnya. Bapak Irwanto Handojo selaku Wakil Ketua I TSM dan Mr. Andrew Lim, Portofolio Head di Maritime Southeast Asia, selaku perwakilan dari ACCA diundang ke panggung untuk proses penandatanganan MoU kerja sama TSM sebagai ‘Strategic University Partner’ ACCA pertama di Indonesia. Hal ini menjadi pelengkap dari program IAD2P dari TSM dimana para mahasiswa berkesempatan untuk mendapat tiga gelar sekaligus, yakni S.Ak dari TSM, advanced diploma dari ACCA, Bsc (Hons) dari Oxford Brookes University in London. Dilanjut dengan sesi dokumentasi, tepuk tangan memeriahkan hadirnya perjanjian baru ini. “We are fortunate to partner with TSM to share this vision in building the youth as a higher education that Indonesia, and the world needs,” sebut Mr. Andrew Lim.

Representatif dari ACCA Indonesia, Bapak Dimas Susetyo, membuka sesi sharing dengan pembawaannya yang semangat dan jenaka. Banyak orang yang berkata bahwa profesi akuntan sudah terganti dengan aplikasi. Akan tetapi, hal itu tidak sepenuhnya akurat, sebab selalu ada person di balik layarnya. Bapak Dimas meyakinkan para pendengar dari ketidakpastian dengan menjelaskan bahwa akuntansi akan selalu ada, baik itu di ranah politik, bisnis, bahkan olahraga. Meski jarang diekspos di media, seorang akuntan memegang peranan yang sangat penting. Dasar dari akuntansi dapat dilihat di mana saja; ini sejalan bahwa dengan mempelajari akuntansi, Anda bisa menjadi apa saja. ACCA berkolaborasi dengan IAI, IAPI, dan banyak instansi lainnya serta 7.571 perusahaan untuk membantu pemuda/i dunia meningkatkan value diri dan meraih mimpi untuk menjadi seorang akuntan.

International Standard Curriculum Recognized by ACCA, Active & Passive English Communication Support Learning Group, Supporting Buddy and Supervisor in Accounting Learning; Keseluruhannya merupakan sebagian dari banyaknya benefit yang dapat diperoleh dengan mengikuti program IAD2P di TSM. Ibu Friska Firnanti selaku Ketua Jurusan Akuntansi TSM menjelaskan bahwa ACCA diakui di 180 negara, dan hanya dengan 250 juta rupiah selama 7 sampai 8 semester, Anda bisa memperoleh dual degree dengan pengakuan internasional. “Accounting is the language of business,” sebut Warren Buffet. Dengan kutipan tersebut, pemaparan dilanjutkan oleh alumni program IAD2P dengan gelar yang teramat panjang: Kak Alfredo Arinda Pratama, S.Ak., BSc (Hons), Advance Diploma ACCA, CFAB, CRA, CAP, beliau menyebutkan bahwa seluruh gelarnya ini diraih di TSM.

Mendapat tawaran kerja sana sini, didukung untuk aktif di organisasi dan lomba, dosen-dosen yang suportif, kualitas ilmu yang terasa. Kak Edo menyarankan untuk mengejar mimpi yang tanpa batas, sebab informasi kini tanpa batas dan satu-satunya cara adalah mengetahui yang Anda inginkan. Ingin mengikuti jejak Kak Edo dan merasakan program dual – bahkan triple degree – di satu tempat? Jangan lupa mendaftar di TSM ya, Sobat!

Mahasiswa TSM Kembali Menorehkan Prestasi di ATV Universitas Indonesia

Kabar gembira kembali datang dari para mahasiswa TSM. Tagline kampus juara menjadi semakin bersinar dengan segala prestasi yang telah dihadirkan oleh para mahasiswa TSM. Kali ini TSM kembali berhasil meraih juara dalam perlombaan ATV di Universitas Indonesia. TSM berhasil meraih juara 1 yang diraih oleh tim Evelyne, Leititya, dan Vincent Martin serta juara 2 yang diraih oleh Felicia, Brigita, dan Maurien. Tentunya prestasi ini membuka jalan baru bagi TSM untuk melebarkan sayap-sayap kebanggaannya.

Perlombaan ATV sendiri merupakan sebuah perlombaan auditing atas kasus yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia. Di dalam prosesnya terbagi menjadi beberapa babak, dan menurut tim hal yang paling membekas adalah babak semifinal dimana mereka diminta untuk membuat perencanaan audit yang diperlukan untuk melakukan sebuah audit atas laporan keuangan, lalu dilanjutkan dengan babak final dimana mereka diminta untuk melakukan simulasi atas perencanaan yang telah mereka buat sebelumnya. Mengesankan sekali, ya!

Tentunya bukan perlombaan tanpa adanya asam pahit di dalam perjalanannya. Menurut Leititya, ia dan para anggota tim belum sepenuhnya mendapatkan materi audit secara keseluruhan dikarenakan saat perlombaan berlangsung, semester masih berjalan. Namun, hal ini tidak membatasi mereka untuk menyerah, mereka menjadi lebih banyak belajar secara individu, meminta sharing pengalaman dari para dosen dan senior, dan tentunya hal ini membuka peluang ke banyak lembaran baru, lho!

Selama proses perlombaan sendiri, Leititya dan tim berusaha melakukan sebaik mungkin tanpa banyak berekspektasi. Ia sendiri memilih untuk fokus terhadap tim daripada merasa minder dengan tim-tim lain. Ketika hasil diumumkan, raut wajah gembira muncul di mimik wajah Leititya dan teman-teman. Siapa sangka? Tanpa banyak berekspektasi, usaha yang mereka berikan ternyata membuahkan hasil. Kemenangan berada di tangan dimana tim Leititya berhasil meraih juara 1.

“Waktu juara diumumkan, kita tidak menyangka. Kita cuma berharap semoga bisa menang tapi tidak muluk-muluk. Rasanya sangat unbelievable”, ujar Leititya. Tentunya hal tersebut membuat kita termotivasi bahwa usaha yang maksimal tentunya akan memberikan output yang sesuai. Tidak ada salahnya mencoba segala peluang yang ada di hidup kita. Terakhir, selamat untuk TSM!

Kemenangan Kembali Ditorehkan oleh Mahasiswa TSM di Politeknik Negeri Medan

Tingting… lonceng kemenangan kembali berdenting. Kali ini sorak sorai kemenangan kembali hadir dari tim TSM di Olimpiade Akuntansi Politeknik Negeri Medan. Kabar gembira kali ini datang dari tim TSM yang berhasil menggaet 2 juara sekaligus lho, yaitu juara 3 yang dimenangkan oleh Eric Stefan, Caroline Laurent, dan Stella Lewinsky. Lalu, juara harapan 2 yang dimenangkan oleh Frengky, Monica Yuly, dan Catherine Visakha. Wah, selamat ya teman-teman!

Perlombaan ini sendiri merupakan olimpiade akuntansi yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Medan. Kegiatannya sendiri meliputi teori dan perhitungan terkait akuntansi. Lalu, apa aja sih tantangan dan persiapan dari perlombaan ini? Penasaran? Yuk, simak terus ya! Menurut Frengky, selama perlombaan dilaksanakan, ia merasakan adanya tantangan. Tantangan ini sendiri meliputi pressure dari faktor eksternal yang dimana tim TSM harus bersaing dengan 40 tim lain. Selain itu juga terdapat tantangan dari faktor internal dimana Frengky harus memiliki time management yang baik di sela-sela kesibukannya kala itu.

Mungkin sebagian orang lebih memilih untuk belajar secara ‘keras’ akan materi-materi yang memiliki peluang untuk keluar di perlombaan. Namun, berbeda dengan Frengky, ketika ada waktu luang, ia seringkali memilih untuk menenangkan hati, pikiran, dan juga badan supaya bisa memberikan ‘100%’ dari dirinya di hari perlombaan tiba. Ia dan tim memilih untuk menjaga kesehatan dengan tidur yang cukup. Walaupun berada di tengah-tengah kesibukan, Frengky juga beberapa kali melakukan review  atas beberapa materi akuntansi sebelum tiba waktu perlombaan. Tentunya saat hari perlombaan tiba, ada rasa takut dan galau yang dialami oleh Frengky, namun ia lebih memilih untuk memupuk ketakutannya dan lebih percaya diri dalam menaklukkan perlombaan.

‘Usaha tidak akan pernah menghianati hasil’, hal itu benar adanya. Hal itu yang dirasakan oleh kedua tim TSM. “Pastinya bersyukur karena bisa memenangkan lomba tersebut walaupun dengan persaingan yang cukup ketat karena bersaing dengan 40 tim lain. Kita juga merasa bangga dan senang karena bisa menang. Namun, tentunya juga ada pembelajaran yang diperoleh yaitu kami harus berusaha lebih keras lagi, belajar lebih giat lagi, agar bisa memberikan hasil yang tentunya lebih baik ke depannya.” ujar Frengky.

Keren sekali, bukan? Pengalaman ini tentunya memberikan banyak ‘rasa’ dan pengalaman bagi para anggota tim TSM. Semoga dengan adanya sharing pengalaman dari Frengky dapat turut memotivasi kita semua bahwa tidak ada hal yang mustahil ketika kita mau berusaha. Sekali lagi, selamat para tim TSM!

CDC Sebagai Wadah Mahasiswa TSM untuk Melebarkan Sayap di Dunia Karier

Kalian tau gak sih, kalau TSM punya mediator antara pencari kerja dengan perusahaan? Adanya mediator ini memudahkan para mahasiswa tingkat akhir TSM yang tengah gencar-gencarnya mencari kerja, loh. Nah, nama mediator nya ini adalah Career Development Center (CDC) Trisakti School of Management. Pastinya kalian para mahasiswa TSM sudah tidak asing ya dengan nama yang satu ini. Namun, CDC ini juga memiliki kegiatan yang disebut dengan Tracer Study, loh. Mari kita mengenal lebih jauh tentang CDC TSM ini!

Career Development Center (CDC) Trisakti School of Management memiliki tujuan untuk menjadi mediator yang baik antara para pencari kerja dengan perusahaan/instansi/industri yang sedang membutuhkan tenaga kerja. Dalam pelaksanaan semua kegiatan, CDC bermitra dengan perusahaan untuk memberikan manfaat bersama bagi semua pemangku kepentingan. CDC TSM diharapkan mampu menjadi mitra terpercaya bagi perusahaan pengguna dan mahasiswa serta lulusan TSM. Lalu, bagaimana dengan Tracer Study? Apa hubungannya dengan CDC? Tracer Study  merupakan kegiatan pelacakan alumni yang dilaksanakan oleh TSM untuk mendapatkan feedback dari alumni. Jadi, melalui feedback ini, para mahasiswa yang tengah mencari kerja mendapatkan outcome berupa transisi dari dunia perguruan tinggi menuju dunia kerja.

Di dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya, CDC berfokus pada tiga kegiatan utamanya, seperti program persiapan karier berupa seminar atau webinar, training, bahkan campus hiring dari beberapa perusahaan besar untuk mengedukasi serta mengarahkan mahasiswa kepada minat kerjanya. Untuk kegiatan seminar atau webinar, ada dua kategori yaitu yang pertama disebut sebagai Career Talk. Kegiatan ini biasanya pihak internal CDC akan mengundang narasumber dari berbagai perusahaan untuk menceritakan sekaligus memberikan insight kepada para mahasiswa seputar dunia kerja. Lalu, yang kedua disebut sebagai Alumni Talk sebagai wadah perbincangan antara para alumni TSM dengan para mahasiswa TSM terkait dunia karier.

CDC juga mengadakan kegiatan campus hiring dengan mengundang mitra perusahaannya untuk datang langsung ke kampus TSM dan melakukan perekrutan. Tidak tanggung-tanggung, perusahaan yang telah bermitra dengan CDC TSM tentunya dijamin berkualitas, seperti OT, KPMG, EY, PWC, Deloitte dan BCA. Dengan kehadiran CDC ini tentunya memberikan dampak yang sangat baik tidak hanya bagi para mahasiswa TSM, tetapi juga untuk para perusahaan yang tengah melakukan perekrutan karyawan baru, karena tentunya perusahaan akan mendapatkan sumber daya manusia yang kompeten dan berkualitas.

Tidak dapat dipungkiri, kehadiran CDC menjadi salah satu aspek yang sangat penting bagi para mahasiswa TSM, apalagi bagi mereka yang tengah gencar merintih karier. CDC juga diharapkan untuk terus membuka peluang bagi para mahasiswa untuk melebarkan sayapnya di dunia kerja. Yuk, buat kalian yang ingin memiliki insight lebih tentang dunia karier, jangan sampai kelewatan semua kegiatan CDC, ya!

Kunjungan STIE Bisnis dan STIE YAI ke TSM

Sebagai sebuah instansi pendidikan, akreditasi menjadi salah satu kunci penting dalam menjamin mutu dan kualitas pendidikan yang diberikan. Oleh karena itu, semua lembaga pendidikan berlomba meningkatkan akreditasinya. TSM sebagai kampus dengan budaya juara yang sudah memiliki akreditasi A, membuat kampus-kampus lain ingin banyak belajar  mengenai kisah sukses dalam mendapatkan dan mempertahankan akreditasinya.

Pada tanggal 6 Desember 2022 TSM mendapat kunjungan dari STIE Bisnis Indonesia dalam rangka melakukan studi banding sekaligus berdiskusi dan belajar dari TSM dalam mendapatkan akreditasinya. Pertemuan ini disambut hangat oleh wakil ketua I, Bapak Irwanto Handojo S.E., M.Si. bersama Bapak Yulius Kurnia Susanto, S.E., M.Si., CIQnR selaku kepala penjaminan mutu TSM di ruang pertemuan 205. Acara ini berlangsung hangat dengan dipandu Ibu Erika Jimena Arilyn, S.E., M.M., CRP., CPF., CFP sebagai moderator.

STIE Bisnis Indonesia yang diwakili oleh Bapak Sutardi, Bapak Reza dan Ibu Nina menanyakan pertanyaan-pertanyaan teknis seputar akreditasi dan berbagai program kerja serta persiapan melakukan akreditasi. Pertanyaan-pertanyaan ini dijawab secara bergantian oleh Pak Irwanto dan Pak Yulius. Diakhir pertemuan, ditutup oleh penyerahan piagam penghargaan oleh Bapak Sutardi sebagai tanda terima kasih kepada TSM.

Tidak hanya STIE Bisnis Indonesia, Tanggal 9 Desember 2022 TSM juga dikunjungi oleh STIE YAI (Yayasan Akuntansi Indonesia) dengan tujuan yang sama yaitu melakukan studi banding. Kali ini YAI disambut oleh lebih banyak jajaran TSM yang siap memberikan arahan.  Pertemuan kali ini tidak hanya akreditasi yang dibahas, namun juga mengenai program MBKM, student exchange, summer camp, kegiatan mahasiswa, penerbitan jurnal dosen, dan masih banyak lagi. Dalam diskusi juga disebutkan bahwa YAI ingin mengajak TSM melakukan MOU dalam hal melakukan penelitian bersama.

Ramah, Hangat dan terbuka. Kira-kira itulah tiga kata yang menggambarkan TSM dalam berbagi kesuksesannya. TSM selalu terbuka membagikan “rahasia dapur” kepada kampus lain yang ingin melakukan studi banding. Sebagai sesama institusi pendidikan TSM ingin seluruh kampus memiliki jaminan kualitas dan mutu yang sama, hingga akhirnya menghasilkan lulusan-lulusan yang berkualitas dan unggul.

Dalam Rangka Dies Natalis ke-48, TSM dan UKK Berkunjung ke Panti Asuhan

Tak terasa, Trisakti School of Management sudah hampir mencapai usia yang ke-48 tahun. Melalui banyak suka dan duka, menyalurkan sejuta kerja keras hingga sampai pada titik ini. Tentunya, TSM menyadari nilai diri dan tidak pernah lupa akan akarnya. Sebagai salah satu bentuk kepedulian dan memberi kembali kepada masyarakat, TSM rutin menyalurkan bantuan dalam bentuk program PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat). Maka dari itu, pada tanggal 2 dan 3 November 2022, TSM bersama seluruh Unit Kegiatan Kerohanian yang ada di TSM, yakni UKK Kristen, UKK Islam, UKK Buddha, dan UKK Katolik mengadakan kunjungan ke empat panti asuhan untuk kegiatan berbagi dan tentunya beraktivitas bersama. Ini merupakan salah satu dari sekian banyak rangkaian kegiatan yang biasanya dilakukan TSM dalam rangka Dies Natalis, lho!

Tujuan pertama adalah Yayasan Panti Asuhan Rumah Shalom yang berlokasi di Jl. Bambu Kuning Selatan No. RT.4/RW.2 Bekasi. Tim TSM dan para mahasiswa dari UKKR sampai di lokasi pukul 10.00 pagi. Acara dimulai dari Sambutan dari Bu Rita selaku pengurus Panti Asuhan Rumah Shalom yang mengucapkan terima kasih atas kedatangan Trisakti School of Management yang menyalurkan bantuan, kemudian dilanjut sambutan dari Pak Arya yang menitikberatkan bahwa Trisakti School of Management dapat membantu anak-anak Panti Asuhan Rumah Shalom untuk dapat berkuliah, salah satunya melalui program bantuan Pemerintah yaitu jalur KIP. Setelah sesi foto bersama, pembagian bantuan tunai sebesar Rp10.000.000,00 serta mainan anak-anak, mahasiswa dari UKKR mengadakan ibadah bersama diantaranya dengan menyanyi lagu pujian, penyembahan, dan games kecil.

Kunjungan destinasi kedua tepatnya berada di Panti Asuhan Al-Sakinah yang lokasinya berada di Jl. Dr. KRT Radjiman Widyodiningrat No.29, RT.2/RW.7 Jakarta Timur. Perwakilan para dosen dan juga mahasiswa dari UKKI sampai di lokasi pukul 13.30 siang. Acara pun berjalan sama seperti sebelumnya, dan dilanjut oleh mahasiswa dari UKKI, yakni  membuat kuis yang berisi pertanyaan seputar tokoh-tokoh yang ada di Al-Quran. Pak Komar pun terbawa suasana yang seru dan mengadakan games mendadak yaitu mengajak anak-anak untuk membaca surat-surat yang ada di Al-Qur’an. Sebelum pulang, acara resmi selesai ditutup dengan doa bersama dan berpamitan.

Berlanjut ke Jl. Tambun Rengas, RT.12/RW.01, Jakarta Timur, Panti Asuhan Guna Nanda menjadi destinasi pertama di tanggal 3 November 2022. Berlatar belakang Mei 1998, Bhiksuni Guna Sasana dibantu Bapak Siwie Honoris dan keluarga membangun panti asuhan Buddha pertama ini untuk anak-anak kurang mampu agar dapat merasakan dunia pendidikan. Tim TSM dan perwakilan UKKB sampai pada pukul 09.00 pagi dah disambut oleh anak-anak balita yang bertempat di panti sementara anak-anak lainnya pergi sekolah. Ibu Stella dan Ibu Niken didampingi ketua dan wakil ketua dari UKKB memberi donasi sebesar Rp10.000.000,00 beserta mainan anak-anak seperti yang dilakukan di hari sebelumnya. Karena belum sepenuhnya terbuka untuk bermain bersama, para dosen berlanjut ke lokasi selanjutnya.

Last but not least, Panti Asuhan Taman Fioreti yang seindah namanya menjadi tujuan terakhir TSM. Bersama perwakilan dari UKKA, Tim TSM sampai ke Jl. Raya Kampung Sawah No. 14 RT.07/RW.01, Kota Bekasi di siang hari yang diberkati hujan. Kata sambutan dari Bapak Arya Pradipta selaku Ketua TSM menjadi pembuka kegiatan di sana. Setelah sesi pemberian hadiah, para perwakilan UKKA mengajak adik-adik yang terdiri dari beragam umur–bayi hingga SMA–untuk menyanyikan lagu kerohanian bersama. Tak lupa, acara diakhiri dengan sesi games interaktif yang disambut dengan sangat antusias. Pukul 16.00 menandakan berakhirnya acara tersebut sekaligus rangkaian kunjungan ke panti asuhan secara keseluruhan.

“Saya mendapat banyak sekali pengalaman positif saat menemani para dosen dan UKK mengadakan kegiatan ini. Melihat anak-anak kecil yang berbahagia tidak bisa digantikan dengan perasaan apapun!” sebut salah seorang asisten yang turut meliput kegiatan ini. Jangan lupa untuk terus berbuat baik ya, kawan!

Wah! Dosen TSM yang Satu ini Mengajar Sampai ke Negeri Orang lho! Penasaran Siapa Orangnya?

Perkenalkan, Pak Ghazi namanya. Beliau adalah orang yang pertama kali menorehkan prestasi baru bagi TSM sebagai dosen tamu di negeri orang, nih, yaitu Universitas Burapha, Thailand. Mungkin kalian bertanya-tanya, “Memangnya beliau bisa menggunakan bahasa Thailand?” Tentu tidak ya teman-teman, pemaparan materi yang diberikan oleh beliau masih menggunakan bahasa Inggris. Lalu, apa sih yang sebenarnya beliau coba paparkan di negeri orang?

Berkaca dari kasus virus COVID-19 yang sedang marak-maraknya beberapa tahun lalu berhasil membawa Pak Ghazi sampai ke negeri orang. Kegiatan ini sendiri dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2022 di Burapha University International College yang berlokasi di Thailand. Kelas ini sukses dilaksanakan dengan 200 orang peserta yang terdiri dari mahasiswa Burapha University, mahasiswa TSM yang sedang melakukan student exchange di Burapha University, dan juga beberapa dosen dari Burapha University. Beliau memaparkan bahwa kesempatan ini diperolehnya untuk dapat memaparkan perbedaan ekonomi eksklusif yang terjadi di masa COVID antara negara Indonesia dan Thailand, hal ini pun merupakan suatu kehormatan bagi beliau.

Dalam pemaparan materinya, beliau melakukan benchmarking dan juga comparison serta dilanjutkan dengan pemberian masukan untuk bisnis-bisnis mengenai apa yang harus dilakukan di saat resesi. Tujuan dari kegiatan ini sendiri adalah untuk meningkatkan presence dari TSM di kanca internasional. Harapan Pak Ghazi sendiri atas adanya kegiatan ini sendiri adalah untuk membuka kesempatan dari TSM dalam skala internasional dan langkah selanjutnya adalah mengirim dosen dari TSM untuk menjadi dosen pengajar di universitas internasional selama 1 semester ataupun semester pendek yang beliau sebut sebagai lecture exchange, menarik sekali bukan? Hal ini dikarenakan menurut beliau akan baik bagi para dosen untuk memiliki pengalaman internasional terlebih lagi bagi para dosen yang memang bertugas dalam mengajar kelas internasional di TSM.

Selain itu, Pak Ghazi juga berharap dengan adanya undangan guest lecture ini dapat meningkatkan mutu dari SDM TSM sendiri baik dari segi mahasiswa dan juga dosen. Beliau turut memaparkan dengan adanya kegiatan guest lecture ini dapat menjadi sebuah motivasi bagi para dosen dan mahasiswa dalam meningkatkan semangat go international kemanapun negara yang dituju karena sejatinya banyak sekali opportunity yang terbuka bagi TSM dalam meningkatkan keberadaannya di kanca internasional dan mendapatkan international experience di luar sana.

Rasanya kurang lengkap jika pengalaman tidak berkesan, bukan? Nah, Pak Ghazi punya pengalaman memorable-nya sendiri nih saat melakukan guest lecturing di Burapha University! Menurut pemaparan Pak Ghazi, awalnya ia kira hanya sebanyak 50 peserta yang akan datang untuk mendengarkan pemaparan kelasnya, namun ternyata antusias dari para mahasiswa dan dosen disana cukup tinggi hingga mencapai 200 peserta. Maka dari itu, Pak Ghazi merasa bahwa hal ini sangat membahagiakan dan ia merasa sangat dihargai atas pengalaman yang satu ini.

Wah, keren sekali bukan dosen TSM yang satu ini? Semoga pengalaman Pak Ghazi dapat menjadi langkah awal bagi TSM untuk meningkatkan dan menorehkan pengalaman di dunia internasional, ya! Last but not least, let’s fly high and go catch your dream!