Yuk Simak Beragam Kegiatan TSM sepanjang Bulan Juni hingga Agustus 2022

Pertukaran Pelajar Dalam Negeri: Yuk, Lihat Perjalanan Mahasiswa Universitas Internasional Batam (UIB) ke TSM

Kalian tau gak sih kalau Trisakti School of Management (TSM) kini tengah menyelenggarakan program student exchange atau yang biasa kita tahu sebagai pertukaran pelajar? Pertukaran pelajar ini diselenggarakan oleh salah satu organisasi internal TSM yang disebut sebagai GRO atau Global Relationship Officer. Seperti namanya, organisasi ini tentunya mengurus hal terkait hubungan yang bersifat global atau internasional. Nah, ada yang berbeda di student exchange kali ini. Kalau kalian pikir student exchange hanya melibatkan pertukaran pelajar ke Universitas yang berada di luar Indonesia, kalian salah besar! Yuk, kita cari tahu sistem pertukaran pelajar kali ini.

Violina Setiawan selaku bagian dari asistensi GRO TSM mengatakan, bahwa pertukaran pelajar kali ini tidak hanya melibatkan Universitas di luar negeri, tetapi juga di dalam negeri. Salah satu universitas yang terlibat dengan program pertukaran pelajar ini adalah Universitas Internasional Batam (UIB) yang terletak di Batam. Kalian jangan bingung dulu, ya! Pada dasarnya pertukaran pelajar memang tidak hanya melibatkan universitas luar negeri saja tetapi, juga bisa melibatkan universitas dalam negeri. Vio juga mengungkapkan bahwa kerja sama antara pihak TSM dengan UIB baru saja berlangsung sehingga mereka dapat langsung menyelenggarakan pertukaran pelajar ini.

Kedatangan 6 mahasiswa UIB disambut hangat oleh para asistensi GRO yang langsung menjemput mereka di bandara Soekarno-Hatta. Selanjutnya, para asistensi GRO mengantar para mahasiswa UIB ke tempat tinggal sementara mereka selama program pertukaran pelajar ini yang ternyata berlokasi dekat dengan TSM. Setelah mengantarkan ke tempat tinggal sementara pun, asistensi GRO juga mengajak para mahasiswa UIB untuk melakukan campus tour singkat ke TSM untuk mengenalkan beberapa fasilitas yang dapat digunakan di TSM.

Salah satu peserta pertukaran pelajar UIB yaitu Factrisia Lestari membeberkan awal mula ia mengikuti program pertukaran pelajaran ini adalah ketika pihak internal UIB menanyakan apakah ia sudah bekerja atau belum. Salah satu kriteria untuk mengikuti student exchange ini adalah belum bekerja. Sekarang ini, Factrisia sendiri memang belum bekerja sehingga ia berkesempatan memulai pengalaman barunya untuk mengikuti program student exchange yang diselenggarakan oleh pihak UIB dan TSM.

Di minggu pertama berkuliah, ia menyebutkan bahwa baru pertama kali merasakan kuliah di hari Sabtu karena di UIB pun kuliah hanya berlangsung dari hari Senin sampai Jumat dan libur di hari Sabtu dan Minggu. Namun, untuk sistem pembelajaran di UIB dan TSM tidak jauh berbeda sehingga mudah bagi Factrisia untuk beradaptasi dengan sistem pembelajaran di TSM. Dimana di UIB pun memiliki kelas reguler dan internasional yang memiliki sistem yang sama dengan TSM, yaitu untuk kelas internasional menggunakan full bahasa inggris saat pembelajaran dan untuk kelas reguler menggunakan bahasa indonesia.

Factrisia juga sedikit bercerita bagaimana lika-liku merantau dari Batam-Jakarta. “Sebelumnya, terima kasih untuk TSM yang sudah mau menyambut kedatangan kami para mahasiswa UIB dengan baik. Alhamdulillah aku kuliah di TSM sudah hampir 3 minggu dan gak kerasa. Banyak sih lika-liku di sini, mulai dari pengisian KRS dan bahkan sewaktu sampai Jakarta juga sempat 2 hari ngedrop. Ya tapi, Alhamdulillah sudah baik-baik saja sekarang.”

Meskipun hanya melakukan pertukaran pelajar dalam negeri, para mahasiswa UIB pun harus tetap beradaptasi karena adanya perbedaan lingkungan antara Jakarta dengan Batam. Gimana menurut kalian tentang sistem pertukaran pelajar dalam negeri ini? Apakah kalian tertarik untuk mencobanya? Yuk, stay tuned di Instagram @gro.tsm untuk mengetahui berbagai macam program pertukaran pelajar

Melalui UKM Le Yuan, Gali Potensi Berbahasa Mandarin-mu!

Dà jiā hǎo!

Komunikasi adalah salah satu aset terbesar yang terlahir dari peradaban manusia. Melalui pertukaran kata-kata semata, kita mampu memahami permukaan hingga dasar dari suatu kejadian. Bumi yang luas ini melahirkan berbagai macam sarana yang kini kita sebut sebagai bahasa. Pastinya, tiap kontinen – bahkan kota – memiliki kebudayaan dan kebiasaan yang berbeda-beda. Hasilnya, terbentuklah keinginan untuk memahami satu sama lain secara lebih mendalam. Meski jauh, kita selalu berusaha yang terbaik untuk mengerti apa yang sedang terjadi pada saudara-saudara kita saat ini. Selain melalui Bahasa Inggris sebagai bahasa universal, salah satu karya seni lain yang nyaris mendunia ialah bahasa Mandarin.

Trisakti School of Management menyadari adanya urgensi mempelajari bahasa bisnis yang satu ini. Maka dari itu, terbangunlah apa yang kini para mahasiswa/i kenal sebagai Le Yuan Mandarin Club. Le Yuan adalah Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak di bidang pengembangan dan pembelajaran bahasa Mandarin. Terbentuk pada tanggal 15 Agustus 2005, Le Yuan lahir dari perasaan senasib sekumpulan mahasiswa UKKB (Unit Kegiatan Kerohanian Buddha). Sebagai sesama anak rantau yang pandai berbahasa Mandarin, mereka mencetuskan ide untuk membentuk UKM khusus pembelajaran Mandarin. Meski sempat kesulitan karena rangkaian yang panjang dan sedikitnya peminat, berkat bantuan salah satu dosen, proses ini mencapai titik akhirnya. Pak Rutji Satwiko meyakinkan pihak lembaga bahwa Le Yuan patut diperjuangkan dan nantinya bisa menjadi lebih besar. Pada akhirnya, usaha berbuah manis.

Pihak-pihak yang terkait dengan Le Yuan mulai mengikuti lomba-lomba bertema Mandarin sembari didampingi Pak Rutji. Setelah berbagai kegiatan yang diikuti membawa pulang juara, Le Yuan mulai ‘dilirik’ atas potensinya. Lambat laun, beberapa tahun kemudian, Le Yuan resmi menyandang gelar UKM. Salah satu hal yang paling notable adalah fakta bahwa UKM ini sering berprestasi. Pada tahun 2017, mereka pernah menjadi finalis lomba news anchor di SINOFEST UI. Lomba pidato, puisi, storytelling, dan banyak lagi – pastinya kinerja mereka tak perlu diragukan. Bahkan, Le Yuan dipercayakan untuk menjadi translator dan tour guide untuk mahasiswa pertukaran dari Taiwan ke TSM dahulu. Produktif, ya!

Le Yuan sudah berjalan selama bertahun-tahun, maka pastinya, sangat banyak program kerja yang sudah diselenggarakan. Mulai dari lomba, workshop, webinar, TWC, 3 in 1, perayaan tahun baru imlek, perayaan kue bulan, dan masih banyak lagi. Antusiasme para mahasiswa/i untuk belajar berbahasa Mandarin juga ditunjang dengan kelas berbayar bernama Han Yu Ban yang diadakan tiap semesternya. Pastinya, para peserta nanti akan mendapatkan modul lengkap, e-book tunjangan, dan kesempatan untuk bertanya dan menggali struktur bahasa Mandarin kapan saja kepada para mentor yang berkualitas. Mengikuti arus transisi online ke offline, Le Yuan mengadakan sebagian besar kegiatan dalam dan luar kampusnya ini secara luring, lho! Hasilnya, selain pengalaman belajar yang efektif, pengalaman berorganisasi dan berinteraksi juga ikut diasah.

“Untuk teman-teman mahasiswa yang baru masuk TSM, jangan ragu untuk bertanya ke Le Yuan karena Le Yuan itu selalu welcome! Bagi yang memang suka mandarin, kalian bisa mengikuti HYB (Han Yu Ban) setiap Jumat. Kita sedang mengadakan open recruitment untuk batch 2 kepengurusan juga,” ujar Via Karania selaku Ketua Le Yuan. Jadi, tunggu apa lagi, teman-teman? Huó dào lǎo, xué dào lǎo!

Indonesia ke Thailand: Perjalanan Mahasiswa Pertukaran Pelajar TSM ke Burapha University International College

Berkuliah di luar negeri mungkin menjadi salah satu hal yang didamba-dambakan oleh para mahasiswa, dan mungkin kamu yang kini tengah membaca artikel ini pun juga salah satunya. Trisakti School of Management (TSM) melalui Global Relation Office (GRO) menyediakan program Student Exchange yang mengirimkan mahasiswa TSM untuk melakukan pertukaran pelajar ke universitas luar negeri. Pada tahun ini, pertukaran pelajar mahasiswa TSM terselenggara di salah satu universitas yang terletak di negeri gajah putih atau Thailand, tepatnya di Burapha University International College (BUUIC).  Pertukaran pelajar ini akan berlangsung selama 1 semester, yaitu periode bulan Agustus sampai Desember 2022.

Terdapat 16 mahasiswa TSM yang merupakan mahasiswa International Class dan Reguler yang berhasil lolos dalam program ini. Dengan mengikuti 2 tahapan penyeleksian yaitu tahap pengumpulan berkas yang meliputi seleksi IPK, score TOEFL, Curriculum Vitae (CV), transkrip nilai, dan motivation letter. Untuk tahap 2 sendiri itu adalah interview langsung dengan pihak internal TSM. Salah satu mahasiswa TSM angkatan tahun 2020 yang lolos kedua tahapan tersebut, Andyka Dwi Kurniawan akan menceritakan hal yang ia alami dalam mengikuti program ini. Kamu pasti penasaran kan bagaimana journey Andyka mengikuti program Student Exchange ke BUUIC? Yuk, baca artikelnya sampai habis!

Sebagai salah satu mahasiswa International Class sudah tidak diragukan lagi tekad dan keinginan Andyka untuk menempuh pendidikan di negeri asing. Selain dapat memperlancar kemampuan bahasa inggris, tentunya dengan menempuh pendidikan di negeri asing dapat memberikan brand new experience yang sebelumnya belum pernah kita dapatkan. Andyka menceritakan bahwa ada kekhawatiran yang ia rasakan sebelum memutuskan untuk mengikuti program ini yang dimana akan memaksanya untuk keluar dari zona nyaman. Bagaimana tidak? Melakukan studi di negeri asing adalah salah satu hal yang perlu dikhawatirkan karena kita akan jauh dari keluarga dan orang terdekat. Selain itu, perbedaan budaya yang harus memaksa kita untuk beradaptasi selama masa studi berlangsung.

Andyka juga menceritakan bahwa ada perbedaan yang cukup mencolok berkuliah di BUUIC dengan di TSM, yang mana para mahasiswa BUUIC diwajibkan menggunakan seragam. Menurutnya ini merupakan hal yang unik ketika berkuliah menggunakan seragam karena mengingatkannya pada semasa Sekolah Menengah Atas. Andyka juga mengatakan bahwa mengikuti student exchange ini juga menjadi kelas tatap muka pertamanya setelah melakukan kuliah online selama hampir 2 tahun. Tentunya ada banyak perbedaan ketika melaksanakan kuliah online dengan tatap muka yang membuatnya perlu melakukan penyesuaian untuk mengikuti pembelajaran dengan baik. Sistem pembelajaran yang menggunakan full bahasa Inggris juga bukanlah hal yang mengejutkan bagi Andyka yang merupakan mahasiswa TSM kelas internasional.

“Tentunya seru banget, baik itu dari pembelajaran di kampus ataupun kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan kampus. Di sini juga nyaman dan fasilitasnya lengkap banget. Meskipun terkendala sama bahasanya, masyarakat lokal tetep menyambut dan melayani kita dengan ramah,” ujar Andyka. Banyak budaya Thailand yang mungkin berbeda dengan Indonesia yang di mana membuat Andyka belajar banyak untuk beradaptasi, mulai dari bagaimana masyarakat lokal bersikap dalam mengucapkan salam, bertutur kata santun, adab saat makan dan lain sebagainya.

Gimana menurut kamu tentang perjalanan Andyka dalam melaksanakan pertukaran pelajar di BUUIC? Sangat menyenangkan dan tentunya membuat kamu ingin mencobanya bukan? Nah, buat kamu yang tertarik mengikuti program Student Exchange dan ingin seperti Andyka, stay tuned di Instagram GRO TSM (@gro.tsm) untuk mengetahui lebih lanjut informasi info mengenai Student Exchange lainnya. Siapa tahu di artikel selanjutnya akan ada journey Student Exchange kamu di sini!

Memperdalam Pengetahuan Mahasiswa Manajemen dengan Laboratorium Manajemen

Mahasiswa jurusan Manajemen Trisakti School of Management (TSM) tentunya tidak asing lagi dengan kelas Laboratorium atau biasa menyebutnya dengan kelas Lab. Sama halnya dengan kelas pada umumnya, kelas Laboratorium Manajemen ini juga diikuti para mahasiswa bahkan menjadi mata kuliah wajib nih! Eh, tapi jangan pikir kalau Laboratorium Manajemen ini seperti Laboratorium science yang menggunakan jas lab berwarna putih, kalian salah! Yuk, simak artikel ini sampai habis biar kalian tahu, apa aja sih Laboratorium Manajemen yang dipelajari oleh para mahasiswa manajemen.

Beberapa mata kuliah Lab. Manajemen ini digunakan untuk memaksimalkan kemampuan mahasiswa dari mata kuliah yang diajarkan oleh dosen. Namun, untuk mata kuliah Laboratorium ini akan diajarkan langsung oleh tim Asisten Dosen yang ahli di bidangnya. Mata kuliah laboratorium yang juga masuk ke mata kuliah dosen yaitu Akuntansi Dasar 1, Akuntansi Manajemen, dan Manajemen Keuangan Lanjutan. Ketiga mata kuliah tersebut merupakan materi hitungan sehingga para tim asisten dosen menyediakan semacam modul yang berisi latihan-latihan soal untuk menyempurnakan apa yang sudah diajarkan para dosen di kelas.

Selain itu, terdapat mata kuliah laboratorium tambahan yang dimana tidak didapatkan di kelas dosen meliputi mata kuliah Lab. Sistem Informasi dan Lab. Statistika Terapan. Di mata kuliah Lab. Sistem informasi mahasiswa akan diberikan ilmu tambahan terkait penggunaan beberapa aplikasi seperti Microsoft Office Word dan Excel, serta Power BI. Untuk mata kuliah Lab. Statistika Terapan berkaitan dengan aplikasi seperti SPSS, Amos, dan Eviews. Kedua mata kuliah itu menambahkan pengetahuan mahasiswa dalam menerapkan aplikasi-aplikasi tersebut. Namun, untuk kelas laboratorium ini memiliki bobot SKS sebesar 0. Walaupun berbobot 0 SKS, para mahasiswa diwajibkan untuk mengambil mata kuliah tersebut dengan harapan agar dapat serius mengikuti pembelajaran dengan baik.

Buat kamu yang merupakan mahasiswa Manajemen, pastikan untuk mengambil kelima mata kuliah Laboratorium tersebut, ya. Mungkin terpikir di benak kalian bahwa sia-sia mengikuti mata kuliah yang hanya bernilai 0 SKS, tetapi jangan khawatir karena tidak ada ilmu yang sia-sia untuk dipelajari. Suatu saat mata kuliah tersebut akan membantu kalian ke depannya. Yuk, tetap semangat dan produktif!

Laboratorium Akuntansi: Fasilitas Mumpuni dalam Membantu Pengembangan Ilmu Pengetahuan Mahasiswa

Akuntansi, jika dilihat dari kulit luarnya saja, mungkin akan membuat mayoritas orang berpikir bahwa ilmu yang satu ini merupakan ilmu yang terbatas pada perhitungan. Nyatanya, ilmu Akuntansi sangat berguna di segala macam aspek. Bahkan, ketika kamu membeli buah dari pedagang di pasar, hal ini juga merupakan salah satu ruang lingkup akuntansi, lho! Maka dari itu, dilatarbelakangi oleh jangkauan yang luas, TSM menyadari adanya kebutuhan tambahan pengajaran yang berkaca pada realita hidup. Hal inilah yang terdapat di dalam Laboratorium Akuntansi.

Laboratorium? Memangnya anak akuntansi juga dapat belajar di laboratorium? Menggunakan jas putih? Tentu tidak! Laboratorium akuntansi yang disediakan oleh TSM berfungsi untuk membantu mahasiswa dalam mempelajari ruang lingkup akuntansi dengan berbagai kasus yang mirip dengan realita yang bisa terjadi nantinya di dunia kerja. Kata “laboratorium” tidak mengartikan bahwa mahasiswa TSM akan menggunakan jas di kelas ini, melainkan sama seperti laboratorium pada umumnya, disini mahasiswa TSM akan melakukan “penelitian” dan “menelaah” lebih jauh mengenai solusi atas kasus-kasus atau kondisi yang bisa terjadi di dalam dunia akuntansi. Tidak perlu takut, kelas laboratorium ini memiliki bobot sebanyak 0 SKS. Namun, bukan berarti hal ini dianggap ‘enteng’ begitu saja, mahasiswa TSM tetap harus menghadapi ujian laboratorium, lho, agar bisa dianggap lulus di dalam mata kuliah ini. Selain itu, berbeda dengan kelas dosen, para mahasiswa nantinya akan diajarkan oleh para asisten dosen yang sudah terpilih sebagai mahasiswa yang memang kompeten dalam melakukan pengajaran.

Lalu, apa saja sih kelas laboratorium yang disediakan oleh TSM? Yuk, kita simak satu persatu! Pertama, TSM menyediakan Laboratorium Komputer. Di sini, mahasiswa TSM akan diajarkan mengenai bagaimana cara penggunaan Microsoft Word, Microsoft Excel, dan juga Microsoft Power BI yang nantinya akan sangat berguna di dunia kerja. Selain itu, terdapat Laboratorium Statistika Terapan, dimana mahasiswa TSM diajarkan mengenai cara pengolahan dan membaca hasil dari data yang sudah diolah. Nantinya, pengolahan data ini dapat membantu para mahasiswa dalam mengerjakan skripsi, berguna sekali bukan?

Selain dari kedua laboratorium tersebut, ada juga yang dinamakan Laboratorium Manajemen Keuangan Lanjutan yang membahas mengenai pendanaan, investasi, dan segala hal yang berhubungan dengan keuangan perusahaan. Selanjutnya, Laboratorium Akuntansi Dasar 1 dan 2, Akuntansi Manajemen 1 dan 2, Akuntansi Menengah 1 dan 2, serta Akuntansi Lanjutan 1 dan 2, dimana kelas laboratorium ini membahas dan menelaah kasus dan kondisi seputar dunia akuntansi. Mahasiswa akan diajarkan bagaimana cara menjurnal, membuat adjustment, membuat laporan keuangan, dan masih banyak lagi. Sama halnya seperti pemaparan materi yang sudah diajarkan oleh para dosen, kelas laboratorium berfungsi untuk membantu mahasiswa dengan memberikan pemahaman dengan variasi soal yang lebih beragam.

Terakhir, Laboratorium Sistem Informasi Akuntansi (SIA) 1 dan 2. Di dalam laboratorium SIA 1, mahasiswa akan diberikan pembelajaran mengenai aplikasi Accurate, yakni aplikasi akuntansi yang biasa digunakan oleh perusahaan dalam menyusun laporan akuntansi mereka. Sama seperti pembelajaran di Laboratorium SIA 1, Laboratorium SIA 2 juga mempelajari mengenai aplikasi akuntansi, namun disini aplikasi yang digunakan adalah MYOB.

Tentunya dengan keberadaan kelas laboratorium ini, dapat membantu para mahasiswa TSM dalam memperdalam ilmunya mengenai dunia akuntansi. Sejatinya, ilmu tidak hanya terbatas pada pembelajaran di kelas saja, melainkan bisa turut diambil melalui praktik lapangan. Maka dari itu, jangan batasi kemampuanmu dalam mencari ilmu, carilah ilmu sebanyak-banyaknya sampai ke negeri orang! Give your best to the world, and the world will repay it! Happy study all!

Membantu Pengembangan Ekonomi Rumah Tangga Melalui Media Online

Pendapatan menjadi elemen yang mengambil peran penting di dalam rumah tangga. Dengan adanya pendapatan, kegiatan ekonomi rumah tangga dapat berjalan dengan baik, layak, dan semestinya. Lalu, bagaimana jika kelancaran pendapatan rumah tangga ini terhalang oleh hal-hal yang tidak diinginkan? Misalnya, usaha yang tidak bertahan lama, masalah teknologi, dan lain-lain. Hal inilah yang menjadi permasalahan bagi warga RW 14, Dusun V, Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Bogor. Mayoritas warga RW 14 Desa Bojong Kulur ini memiliki keresahan tersendiri dalam pembangunan usaha. Mereka seringkali bergonta-ganti usaha dan sulit untuk menetap di salah satu bidang bisnis saja. Maka dari itu, tim Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) TSM melalui permintaan dari Ketua PKK Desa Bojong Kulur dan melalui perantara Bu Nurti, diminta untuk memberikan workshop terkait dengan permasalahan dan keresahan yang ada ini.

Tim P3M TSM sendiri memutuskan untuk mengadakan workshop mengenai pengembangan usaha melalui media online yang bertemakan “Pengembangan Ekonomi Rumah Tangga Melalui Pemanfaatan Media Online”. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 6 September 2022 di tempat yang telah disediakan oleh Ketua PKK. Karena adanya keterbatasan ruangan, hanya sekitar 40 ibu rumah tangga yang dapat menghadiri kegiatan workshop ini. Acara dimulai sesuai jadwal pada jam 09.00 WIB yang dimulai dengan Pak Wawa Santoso. Pak Wawa menyampaikan mengenai ide bisnis yang mungkin bisa diterapkan sampai dengan cara mengelolanya. Disini Pak Wawa menggunakan Lean Canvas Model sebagai media penyampaian. Selain itu, Pak Wawa juga menekankan bahwa harus adanya komitmen dalam suatu pembangunan usaha bisnis.

Pemaparan materi berikutnya dilanjutkan oleh Bu Nila Pusvikasari, mengenai marketplace. Bu Nila memaparkan dan mengadakan praktik langsung terkait kesiapan dan cara membuka toko melalui marketplace seperti Shopee. Dibantu oleh tim P3M TSM, Bu Nila dan rekan dosen lainnya membantu para ibu rumah tangga dimulai dari cara men-download marketplace, melakukan pendaftaran, sampai membuka – yang artinya mereka sudah berhasil memiliki toko online. Dari praktik langsung ini, tim P3M menargetkan agar para ibu rumah tangga ini dapat memiliki toko online sebagai media penjualan mereka nantinya. Mereka pun turut diajarkan mengenai cara penetapan harga, delivery system seperti penggunaan resi, klaim pembayaran, dan cara mengambil uang dari pendapatan yang dihasilkan.

Tidak lengkap rasanya bila usaha sudah menghasilkan, namun tidak diiringi dengan pengelolaan keuangan yang baik dan benar. Bu Erika Jimena Arilyn membahas mengenai tata cara pengelolaan keuangan rumah tangga, mulai dari membagi pendapatan yang ada menjadi untuk usaha dan juga untuk pribadi. Selain itu, Bu Erika juga menjelaskan bagaimana melihat peluang bagi uang pribadi untuk dijadikan sebagai penambah dari modal usaha. Uang pribadi tersebut bisa saja dibagi menjadi beberapa pemanfaatan, seperti kebutuhan wajib, investasi, dan juga uang untuk jaga-jaga atau bahkan modal.

Terakhir, ditutup dengan sesi tanya jawab yang dilakukan oleh Pak Nuno Sutrisno dan Pak Klemens Wedanaji. Pak Nuno menekankan bagi para peserta yang masih ragu untuk memulai usaha karena takut tertipu dan sebagainya, bahwa sejatinya mereka harus berani untuk memulai terlebih dahulu. Tentunya kegiatan ini memberikan energi yang positif bagi para audiens, bahkan salah satu peserta yaitu Ibu Haja Ratu mengungkapkan bahwa dirinya sangat bersyukur atas adanya workshop ini karena dinilai sangat bermanfaat.

Harapan dari tim P3M TSM ke depannya yaitu para warga di RW 14 Desa Bojong Kulur ini nantinya dapat berkembang dengan adanya peningkatan pendapatan rumah tangga. Selain itu, tim P3M TSM berharap nantinya kegiatan ini dapat menjadi kegiatan kontinu, bahkan menjadi Usaha Kecil dan Menengah binaan TSM. Hal yang memorable dari kegiatan P3M kali ini menurut Pak Nuno adalah pada saat terciptanya interaksi antara tim dengan para peserta. Adanya keterbatasan dalam pengetahuan mengenai teknologi menjadi tantangan tersendiri bagi tim P3M TSM dalam membantu para peserta yang memang berniat membuka usaha dalam keterbatasan yang ada. Namun, tim P3M TSM akhirnya berhasil menyukseskan pelatihan ini dan dapat sesuai dengan target. Akhir kata, semoga kegiatan P3M yang dilaksanakan oleh tim TSM dapat terus berjalan dan berkembang dengan baik kedepannya, serta segala ilmu yang dibagikan dapat berguna bagi masyarakat luas!

Managing Changes and Leadership in Service Company

Trisakti School of Management bukan hanya berfokus pada pendidikan saja, namun juga turut memperhatikan segala hal yang ada di belakang institusinya. Salah satu hal yang menjadi sebuah concern bagi TSM adalah bagian management. Terkenal sebagai institusi pendidikan di bidang Akuntansi dan Manajemen, menjadikan TSM memiliki sistem manajemen yang mumpuni, teratur, serta excellent.

Maka dari itu, berkaca dari sistem ini, TSM dengan perwakilan dari tim Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) TSM – Pak Klemens Wedanaji, diminta untuk membawakan sebuah pelatihan atau workshop singkat mengenai Managing Changes and Leadership di Hotel Anara Bandara. Pelatihan ini dilakukan pada tanggal 9 September 2022 yang dimulai dari pukul 08.00 sampai 12.30 WIB. Pihak Hotel Anara mengundang tim P3M untuk membina para sumber daya manusianya menjadi pribadi yang memiliki visi dan misi. Sebab terbilang sebagai hotel yang memiliki SDM dan manajer yang cukup baru,  pihak hotel merasa perlu adanya sebuah manajerial up.

Manajer yang merupakan fondasi dari perusahaan diharuskan untuk memahami sisi-sisi perhotelan dan bagaimana cara mereka memotivasi para subordinate yang bergerak di bawah arahan mereka. Para manajer diharapkan dapat membina, mendorong, serta memotivasi para karyawan yang ada demi mencapai tujuan dari perusahaan. Diikuti oleh perubahan paradigma di industri perhotelan, hal ini turut melatarbelakangi terjadinya pelatihan ini. Baik mental, cara pandang, dan pelayanan di industri perhotelan berubah seiring terjadinya perubahan zaman, sehingga dibutuhkan adanya perubahan dari bagaimana para SDM perhotelan ini memandang industri dimana tempat mereka bekerja sekarang.

Harapan dari Pak Klemens, melalui kegiatan ini, TSM sebagai institusi pendidikan dapat menjadi partner dari Hotel Anara dalam melatih, membangun, dan memberdayakan sumber daya manusia mereka. Secara lebih khususnya, diharapkan agar level manajerial up di Hotel Anara dapat lebih memahami posisi, tanggung jawab, serta menyadari tantangan industri perhotelan ke depannya, sehingga Hotel Anara dapat maju, tumbuh, dan berkembang di masa yang akan datang. Selain itu, Pak Klemens juga berharap dari pelatihan yang ia berikan agar para internal di Hotel Anara dapat menjadi lebih solid, kuat, dan kompak. Perubahan utama yang diharapkan terjadi setelah adanya pelatihan ini adalah perubahan dari mindset SDM di Hotel Anara. Mereka harus sadar bahwa industri perhotelan sudah berubah, maka pendekatan-pendekatan yang ada harus ikut diubah mengikuti perkembangan yang ada.

Bagi Pak Klemens, Hotel Anara memberikan pengalaman berkesan dimana para peserta memiliki willingness yang luar biasa. Ketika mereka ikut serta, hal itu tercermin dari bagaimana cara mereka memperhatikan dan adanya tekad untuk berubah. Selain itu, hospitality yang diberikan oleh pihak Hotel Anara dinilai sangat bagus, humble, dan welcome dalam menyambut tim P3M TSM. Semoga dengan adanya pelatihan singkat ini, baik dari TSM dan Hotel Anara dapat terus membangun hubungan yang baik satu sama dengan yang lainnya. Don’t let the paradigm stop your path, but fight it, and follow the changes!

Menggali Kiat Sukses Sebagai Mahasiswa: Dari TSM Ke Deloitte!

Menjadi seorang mahasiswa adalah sebuah pencapaian sekaligus tantangan. Teorinya: Kita berhasil melewati rangkaian tes yang telah disiapkan materinya sejak akhir tahun-tahun SMA. Kita membawa pulang kabar baik bahwa kita akan mulai menjadi mahasiswa yang diberi ragam media serta bekal untuk menyampaikan harapan dan visi misi untuk menjadikan diri dan negara lebih baik lagi. Tapi ternyata, proses menjalani perkuliahan tidak sesimpel itu. Berbagai pilihan akan berbondong-bondong datang–akankah kita fokus kepada IPK atau bergabung ke dalam organisasi, bahkan asistensi?

Topik inilah yang digali secara serius pada seminar ‘Scale Up Your Life’ yang dibawakan oleh Azelia Sari Ramadhani dari PT Deloitte Konsultan Indonesia. Pagelaran ini dilaksanakan pada tanggal 1 September 2022 dari pukul 13.30 – 15.00 WIB dengan tujuan peserta para asisten yang ada di TSM, baik itu Asisten Dosen, Marketing, PR, CDC, dan lainnya. Seminar dimulai dengan sambutan dari Briggita Christie selaku MC, dan dilanjutkan oleh Ma’am Novia Wijaya selaku kepala UPT Lab. TSM yang berperan sebagai moderator di hari itu.

Azel merupakan mahasiswa Akuntansi Angkatan 2016 berbeasiswa penuh dari program International Class TSM. Selama menjalani kehidupan perkuliahan, ia aktif dan mencontohkan beragam pencapaian yang notable. Ia menjabat sebagai asisten dosen, yang kemudian naik pangkat menjadi koordinator para asdos mata kuliah Akuntansi Manajemen I & II. Selain itu, ia mengagumkan peserta dengan sibuknya aktivitas sebagai Asisten Marketing TSM di tengah program ICAEW (Double Degree). Ia lulus pada bulan Januari 2020 dan langsung direkrut oleh Deloitte di bulan Februari berikutnya!

How do you like your classes? Azel mengadakan sesi ice breaking sebelum berlanjut dengan menanyakan hal ini. Salah satu peserta berucap bahwa ia suka kuliah offline sebab intensitas interaksi dan sosialisasi dengan teman-teman lebih banyak. Dibandingkan saat online, meski efisien secara waktu, lebih banyak gangguan yang sulit diatasi seperti gadget. Azel kemudian memaparkan cukup banyak perbandingan antara keduanya. Contohnya, saat online kita bisa offcam, dan saat offline kita harus menjaga gestur setiap saat. Saat online bisa mute, dan saat offline kita harus be ready for every unexpected events!

 “Kesempatan untuk bisa maju tersedia untuk kalian semua, tapi balik lagi dimana pilihannya ada di kalian.” Maka dari itu, empat komponen utama dari sukses sebenarnya datang dari pilihan-pilihan kita sendiri, misalnya: Kita seorang pemimpin. Lalu kita ditawarkan dua kandidat, ada yang malu, pesimis, tidak mau belajar; ada yakin, optimis, dan bersemangat untuk belajar. Mana yang kita pilih? Tentunya yang pertama, dan inilah yang disebut sebagai mindset positif. Mindset ini lahir dari circle yang mengelilingi kita, dan bila menemukan lingkaran pertemanan baik, motivasi untuk menumbuhkan skills yang dibutuhkan di tempat kerja, baik itu secara hard skill maupun soft skill, akan datang dengan sendirinya.

Pesan Azel untuk mahasiswa TSM adalah untuk bersiap-siap. Rekrutmen kampus dari KAP Big 4 biasanya dilakukan sekali dalam setahun, jadi jangan takut untuk mencoba keempat-empatnya. Perhatikan keempat poin tadi karena first impression adalah segalanya. Gunakan warna baju yang netral dan pasang diri terbaik kita. Cari tau soal culture dari masing-masing perusahaan, jangan menutup diri dan takut untuk mengambil kesempatan yang ada, tetapi jangan sungkan untuk melindungi kaki kita dari pecahan beling. Tetap semangat, teman-teman mahasiswa!

METAMORPHOSE: Menjadi Kupu-Kupu Cantik Bersama TEDxTSM 2022

TED atau yang biasa dikenal sebagai Technology, Entertainment, dan Design merupakan suatu konferensi internasional yang sering mengangkat isu-isu menarik yang tengah “happening” di masa sekarang. Nah, ternyata dari sekian banyak kampus dan organisasi yang bekerja sama dengan TED, TSM menjadi salah satunya, lho! Kerjasama ini berupa kegiatan konferensi rutin tahunan yang berada di bawah naungan senat dengan sebutan TEDxTSM. Bahkan TSM sudah berhasil mendapatkan lisensi resmi dari TED di tahun 2019. Tidak kalah dari TED, TEDxTSM juga selalu membawa banyak pembicara menarik di setiap tahunnya dengan berbagai topik yang tentunya sangat menarik perhatian audiens.

Di tahun 2022 ini, pada tanggal 27 Agustus 2022, TEDxTSM kembali hadir dengan tema Metamorphose dengan slogan to change to a completely better mind. Jadi, selayaknya ulat yang berubah menjadi kupu-kupu cantik, acara TEDxTSM ini turut bisa membantu para audiens dalam mengembangkan pikiran serta berubah menjadi seperti kupu-kupu yang mengalami metamorfosis. Hal yang sangat menarik disini, acara TEDxTSM di tahun 2022 diselenggarakan secara offline, yang berarti para audiens bisa bertemu secara langsung dengan sang pembicara. Seru sekali, bukan?

Acara ini dimulai dengan beberapa kata sambutan dari Mevita selaku perwakilan dari Badan Perwakilan Mahasiswa, Michael Louis selaku Ketua Senat, dan Dina selaku Ketua Pelaksana TEDxTSM tahun 2022. Terdapat 8 topik menarik yang disajikan dalam acara ini, tentunya dengan 8 pembicara berbeda dengan bidang mereka masing-masing. Topik pertama adalah Breaking Away from Society’s Expectation yang dibawakan oleh Kak Yoana Teolia, seorang psikolog. Dalam pemaparan materinya, Kak Yoana menekankan bahwa hidup yang dijalani sekarang harus berdasarkan pada keputusan kita sendiri. Seringkali kita mengabaikan kebebasan diri demi membuat orang lain ‘senang’ akan diri kita. Kita tidak bisa terus menerus hidup di bawah ekspektasi orang lain. Topik pertama saja sudah bisa membuat kita sangat bersemangat!

Topik kedua dibawakan oleh Kak Selvia L. Susanto dengan tema The Secret to Stop Feeling Worthless. Disini Kak Selvia memberi beberapa tips and trick untuk para audiens agar bisa mengapresiasi diri mereka masing-masing. Kita diharapkan untuk menyadari dan membuat komitmen dengan diri sendiri, menyadari ekspektasi yang kita miliki, serta hal yang paling penting adalah dengan menerima dan memaafkan diri. Topik ketiga dibawakan oleh Kak Ali Charisma dengan tema How Fashion Industry Waste is Causing an Environmental Catastrophe in Indonesia. Obrolan yang satu ini sangat menarik, lho! Karena berisikan cerita pengalaman Kak Ali selama berindustri di dunia fashion. So, buat kalian yang tertarik untuk menjadi entrepreneur di bidang fashion, intip etika seperti apa yang harus dimiliki di dunia fashion; modal, alternatif, dan is it better? Etika ini sangat penting untuk diberlakukan karena untuk menghindari adanya isu yang bisa mengganggu lingkungan sekitar kita. Fashion mengganggu lingkungan? Big NO! Kapan lagi kamu bisa dapatkan info berguna seperti ini kalau bukan di acara TEDxTSM!

Tidak henti sampai di situ, acara dilanjutkan dengan topik keempat yaitu Relationship Advice: Dealing with Manipulative Partner oleh Kak Christy MS. Nah, topik ini mungkin yang paling ditunggu-tunggu buat kamu yang sedang berada di fase toxic relationship. Ternyata hubungan yang seperti itu sangat tidak sehat dan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari kamu! Maka dari itu, yuk, ikuti saran Kak Christy untuk step out from that fog and have enough courage! Sudah cukup dengan hubungan yang toxic, TEDxTSM kembali memberikan topik berikutnya yang tidak kalah menarik, yaitu Your Company is a Reflection of Yourself oleh Kak Rizky Arief Dwi. Perusahaan yang baik itu ternyata harus mempunyai ‘jiwa’. Dengan adanya jiwa di dalam perusahaan, maka hal ini akan membuat perusahaan tersebut mempunyai nilai dan sorotan.

Selanjutnya ada Kak Allan Fadlansyah dengan topik Find an Easy Way to Live Minimalist. Minimalis yang dimaksud oleh Kak Allan adalah hidup dengan menentukan skala prioritas. Mana barang yang memang kamu perlukan dan mana barang yang hanya kamu inginkan? Pertanyaan yang sulit untuk memulai hidup minimalis. Tidak kalah dengan topik Kak Allan, Kak Anton Afganial turut hadir dengan membawa topik yang berbeda, nih! Understanding an Art: Abstract Art is Not “About Nothing”. Mungkin sebagian dari kita masih bingung dengan konsep art. Art tidak selamanya harus nyaman dipandang, bahkan seni yang abstrak pun ternyata memiliki nilai dan arti tersendiri. Acara diakhiri dengan topik terakhir oleh Kak Kamila Jaidi, Animal Testing: Should Animals Die in the Name of Beauty? Menohok sekali bukan topik yang satu ini? Ya! Ternyata fakta yang ada beberapa produk kecantikan melakukan animal testing, lho! Fakta yang menyedihkan tetapi nyata terjadi ini tentunya sangat menarik perhatian. Semoga kedepannya hal ini bisa diminimalkan, ya!

Topik yang mungkin terkadang hanya kita anggap sebagai angin lalu ternyata bisa menjadi suatu hal yang menarik. Dari acara TEDxTSM ini kita bisa mendapatkan banyak pengetahuan dari perspektif orang yang memang sudah ahli di bidangnya. Maka dari itu, jangan lewatkan dan tunggu TEDxTSM di tahun berikutnya dengan topik-topik serta isu baru yang lebih menarik lagi! Let’s metamorphose like a butterfly!