Membantu Pengembangan Ekonomi Rumah Tangga Melalui Media Online

Pendapatan menjadi elemen yang mengambil peran penting di dalam rumah tangga. Dengan adanya pendapatan, kegiatan ekonomi rumah tangga dapat berjalan dengan baik, layak, dan semestinya. Lalu, bagaimana jika kelancaran pendapatan rumah tangga ini terhalang oleh hal-hal yang tidak diinginkan? Misalnya, usaha yang tidak bertahan lama, masalah teknologi, dan lain-lain. Hal inilah yang menjadi permasalahan bagi warga RW 14, Dusun V, Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Bogor. Mayoritas warga RW 14 Desa Bojong Kulur ini memiliki keresahan tersendiri dalam pembangunan usaha. Mereka seringkali bergonta-ganti usaha dan sulit untuk menetap di salah satu bidang bisnis saja. Maka dari itu, tim Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) TSM melalui permintaan dari Ketua PKK Desa Bojong Kulur dan melalui perantara Bu Nurti, diminta untuk memberikan workshop terkait dengan permasalahan dan keresahan yang ada ini.

Tim P3M TSM sendiri memutuskan untuk mengadakan workshop mengenai pengembangan usaha melalui media online yang bertemakan “Pengembangan Ekonomi Rumah Tangga Melalui Pemanfaatan Media Online”. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 6 September 2022 di tempat yang telah disediakan oleh Ketua PKK. Karena adanya keterbatasan ruangan, hanya sekitar 40 ibu rumah tangga yang dapat menghadiri kegiatan workshop ini. Acara dimulai sesuai jadwal pada jam 09.00 WIB yang dimulai dengan Pak Wawa Santoso. Pak Wawa menyampaikan mengenai ide bisnis yang mungkin bisa diterapkan sampai dengan cara mengelolanya. Disini Pak Wawa menggunakan Lean Canvas Model sebagai media penyampaian. Selain itu, Pak Wawa juga menekankan bahwa harus adanya komitmen dalam suatu pembangunan usaha bisnis.

Pemaparan materi berikutnya dilanjutkan oleh Bu Nila Pusvikasari, mengenai marketplace. Bu Nila memaparkan dan mengadakan praktik langsung terkait kesiapan dan cara membuka toko melalui marketplace seperti Shopee. Dibantu oleh tim P3M TSM, Bu Nila dan rekan dosen lainnya membantu para ibu rumah tangga dimulai dari cara men-download marketplace, melakukan pendaftaran, sampai membuka – yang artinya mereka sudah berhasil memiliki toko online. Dari praktik langsung ini, tim P3M menargetkan agar para ibu rumah tangga ini dapat memiliki toko online sebagai media penjualan mereka nantinya. Mereka pun turut diajarkan mengenai cara penetapan harga, delivery system seperti penggunaan resi, klaim pembayaran, dan cara mengambil uang dari pendapatan yang dihasilkan.

Tidak lengkap rasanya bila usaha sudah menghasilkan, namun tidak diiringi dengan pengelolaan keuangan yang baik dan benar. Bu Erika Jimena Arilyn membahas mengenai tata cara pengelolaan keuangan rumah tangga, mulai dari membagi pendapatan yang ada menjadi untuk usaha dan juga untuk pribadi. Selain itu, Bu Erika juga menjelaskan bagaimana melihat peluang bagi uang pribadi untuk dijadikan sebagai penambah dari modal usaha. Uang pribadi tersebut bisa saja dibagi menjadi beberapa pemanfaatan, seperti kebutuhan wajib, investasi, dan juga uang untuk jaga-jaga atau bahkan modal.

Terakhir, ditutup dengan sesi tanya jawab yang dilakukan oleh Pak Nuno Sutrisno dan Pak Klemens Wedanaji. Pak Nuno menekankan bagi para peserta yang masih ragu untuk memulai usaha karena takut tertipu dan sebagainya, bahwa sejatinya mereka harus berani untuk memulai terlebih dahulu. Tentunya kegiatan ini memberikan energi yang positif bagi para audiens, bahkan salah satu peserta yaitu Ibu Haja Ratu mengungkapkan bahwa dirinya sangat bersyukur atas adanya workshop ini karena dinilai sangat bermanfaat.

Harapan dari tim P3M TSM ke depannya yaitu para warga di RW 14 Desa Bojong Kulur ini nantinya dapat berkembang dengan adanya peningkatan pendapatan rumah tangga. Selain itu, tim P3M TSM berharap nantinya kegiatan ini dapat menjadi kegiatan kontinu, bahkan menjadi Usaha Kecil dan Menengah binaan TSM. Hal yang memorable dari kegiatan P3M kali ini menurut Pak Nuno adalah pada saat terciptanya interaksi antara tim dengan para peserta. Adanya keterbatasan dalam pengetahuan mengenai teknologi menjadi tantangan tersendiri bagi tim P3M TSM dalam membantu para peserta yang memang berniat membuka usaha dalam keterbatasan yang ada. Namun, tim P3M TSM akhirnya berhasil menyukseskan pelatihan ini dan dapat sesuai dengan target. Akhir kata, semoga kegiatan P3M yang dilaksanakan oleh tim TSM dapat terus berjalan dan berkembang dengan baik kedepannya, serta segala ilmu yang dibagikan dapat berguna bagi masyarakat luas!

Managing Changes and Leadership in Service Company

Trisakti School of Management bukan hanya berfokus pada pendidikan saja, namun juga turut memperhatikan segala hal yang ada di belakang institusinya. Salah satu hal yang menjadi sebuah concern bagi TSM adalah bagian management. Terkenal sebagai institusi pendidikan di bidang Akuntansi dan Manajemen, menjadikan TSM memiliki sistem manajemen yang mumpuni, teratur, serta excellent.

Maka dari itu, berkaca dari sistem ini, TSM dengan perwakilan dari tim Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) TSM – Pak Klemens Wedanaji, diminta untuk membawakan sebuah pelatihan atau workshop singkat mengenai Managing Changes and Leadership di Hotel Anara Bandara. Pelatihan ini dilakukan pada tanggal 9 September 2022 yang dimulai dari pukul 08.00 sampai 12.30 WIB. Pihak Hotel Anara mengundang tim P3M untuk membina para sumber daya manusianya menjadi pribadi yang memiliki visi dan misi. Sebab terbilang sebagai hotel yang memiliki SDM dan manajer yang cukup baru,  pihak hotel merasa perlu adanya sebuah manajerial up.

Manajer yang merupakan fondasi dari perusahaan diharuskan untuk memahami sisi-sisi perhotelan dan bagaimana cara mereka memotivasi para subordinate yang bergerak di bawah arahan mereka. Para manajer diharapkan dapat membina, mendorong, serta memotivasi para karyawan yang ada demi mencapai tujuan dari perusahaan. Diikuti oleh perubahan paradigma di industri perhotelan, hal ini turut melatarbelakangi terjadinya pelatihan ini. Baik mental, cara pandang, dan pelayanan di industri perhotelan berubah seiring terjadinya perubahan zaman, sehingga dibutuhkan adanya perubahan dari bagaimana para SDM perhotelan ini memandang industri dimana tempat mereka bekerja sekarang.

Harapan dari Pak Klemens, melalui kegiatan ini, TSM sebagai institusi pendidikan dapat menjadi partner dari Hotel Anara dalam melatih, membangun, dan memberdayakan sumber daya manusia mereka. Secara lebih khususnya, diharapkan agar level manajerial up di Hotel Anara dapat lebih memahami posisi, tanggung jawab, serta menyadari tantangan industri perhotelan ke depannya, sehingga Hotel Anara dapat maju, tumbuh, dan berkembang di masa yang akan datang. Selain itu, Pak Klemens juga berharap dari pelatihan yang ia berikan agar para internal di Hotel Anara dapat menjadi lebih solid, kuat, dan kompak. Perubahan utama yang diharapkan terjadi setelah adanya pelatihan ini adalah perubahan dari mindset SDM di Hotel Anara. Mereka harus sadar bahwa industri perhotelan sudah berubah, maka pendekatan-pendekatan yang ada harus ikut diubah mengikuti perkembangan yang ada.

Bagi Pak Klemens, Hotel Anara memberikan pengalaman berkesan dimana para peserta memiliki willingness yang luar biasa. Ketika mereka ikut serta, hal itu tercermin dari bagaimana cara mereka memperhatikan dan adanya tekad untuk berubah. Selain itu, hospitality yang diberikan oleh pihak Hotel Anara dinilai sangat bagus, humble, dan welcome dalam menyambut tim P3M TSM. Semoga dengan adanya pelatihan singkat ini, baik dari TSM dan Hotel Anara dapat terus membangun hubungan yang baik satu sama dengan yang lainnya. Don’t let the paradigm stop your path, but fight it, and follow the changes!

TSM Ikut Ambil Andil Dalam Membangun Solidaritas dan Kolaborasi di Lingkungan Organisasi

TSM Ikut Ambil Andil Dalam Membangun Solidaritas dan Kolaborasi di Lingkungan Organisasi

Selaku sekolah tinggi yang bergerak di bidang pendidikan dan edukasi, TSM tidak hanya berfokus pada citra pendidikan saja. TSM turut hadir dan berada di tengah masyarakat dengan tujuan membantu dalam pemenuhan dan pengembangan jiwa sosial. Salah satu aksi nyata yang dilakukan oleh TSM terkandung di dalam program Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (P3M). Melalui program ini, TSM ikut ambil andil dalam melakukan kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas sosial, tetapi tidak menghilangkan citranya di bidang pendidikan dan edukasi.

Pada kesempatan lalu, tim P3M TSM kembali mewujudkan visi dan misinya dalam bentuk nyata. Berawal dengan diterimanya undangan yang diberikan oleh Bapak Frans, S.Pd., Ekop selaku Kepala Sekolah dari SMA Santo Yosef, Bangka Belitung kepada TSM untuk menjadi pengisi acara rekoleksi dengan tema “Membangun Komunitas yang Solid dan Berkolaborasi” yang diadakan oleh pihak sekolah. Rekoleksi ini dijadwalkan untuk terlaksana di hari Jumat, 3 Juni 2022. Kegiatan ini sendiri ditujukan bagi para guru dan karyawan SMA Santo Yosef karena dilatarbelakangi oleh kekhawatiran Bapak Frans akan kurangnya rasa solidaritas dan kolaborasi di antara para guru dan karyawannya.

Dalam kegiatan ini, tim P3M TSM membagi proses penyampaian menjadi dua sesi. Sesi pertama adalah seminar singkat yang disampaikan oleh Bapak Dr. Klemens Wedanaji Prasastyo dengan menggunakan tayangan video-video motivasi yang bisa diaplikasikan ke dalam kehidupan berorganisasi. Pesan yang ada di dalam video-video tersebut menjadi poin penting untuk memotivasi dan mendorong terciptanya rasa solidaritas dan kolaborasi di antara para guru dan karyawan di Sekolah SMA Santo Yosef. Metode kedua yang dilakukan untuk penyampaian materi adalah berupa praktik langsung yang diaplikasikan ke dalam beberapa permainan. Permainan yang dilakukan dituntun oleh Bapak Beny, S.E., M.B.A., CRP., CFP bersama dengan Bapak Satriyo Wibowo, S.E., M.M. Melalui metode ini, para guru dan karyawan terbagi menjadi beberapa tim. Metode ini bertujuan untuk mengajak para guru dan karyawan di SMA Santo Yosef mempraktikkan secara langsung apa arti dari solidaritas dan kolaborasi melalui kerja sama tim.

Tim P3M TSM memilih tiga jenis permainan yang dinilai efektif dalam penyampaian materi. Permainan pertama adalah tebak gaya, Di dalam permainan ini, para guru dan karyawan dituntut untuk melatih kerja sama antar anggota tim dalam membangun sinergi yang baik antara satu anggota dengan anggota yang lain. Salah satu anggota tim, diharuskan untuk memperagakan gaya dari kalimat yang diberikan oleh tim TSM, sedangkan anggota lainnya diharuskan untuk menebak kalimat apa yang sebenarnya diperagakan oleh teman satu timnya. Permainan kedua adalah Tower Challenge, dalam permainan ini para guru dan karyawan dibagi dalam beberapa tim, lalu setiap tim harus membuat tower dengan menggunakan permen agar-agar dan tusuk gigi. Permainan ini memiliki kriteria, bagi tim yang berhasil membuat tower paling tinggi dan tidak goyah akan menjadi pemenangnya. Permainan terakhir adalah menulis indah, dalam permainan ini tim yang sudah dibentuk tadi akan diberikan beberapa alat yaitu spidol, kertas, dan tali. Setelahnya, tali yang diberikan akan diikatkan ke spidol sehingga dalam menulisnya nanti para anggota tidak memegang spidolnya melainkan memegang tali yang sudah diikatkan ke spidol tersebut.

Hasil dari permainan yang telah dilakukan dapat dilihat secara langsung. Beberapa tim guru dan karyawan berhasil dalam menyukseskan permainan, mereka berhasil dalam menebak gaya dengan benar, membuat tower yang tinggi, dan membuat tulisan yang bisa terbaca. Namun, beberapa dari mereka ada pula yang gagal dalam memperoleh kemenangan dikarenakan kurangnya kerja sama di antara mereka. Terlepas dari berhasil atau tidaknya mereka dalam memenangkan permainan, hal yang sebenarnya menjadi poin penting adalah proses yang mereka lakukan selama permainan berlangsung. Tim yang solid dan saling berkolaborasi cenderung memperoleh hasil yang baik dari permainan, namun tim yang gagal cenderung lebih mementingkan egonya masing-masing sehingga tidak terbangun rasa solid dan kolaborasi di antara mereka.

Kegiatan Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat ini dapat dikatakan berjalan dengan baik dan lancar.  Melalui kegiatan ini, beberapa dosen TSM dapat berkontribusi pada masyarakat melalui pengabdian. Di sini tim P3M TSM hadir sebagai solusi untuk menyelesaikan masalah terkait. Melalui acara Rekoleksi “Membangun Komunitas yang Solid dan Berkolaborasi”, tim P3M TSM menyiapkan pembekalan beserta aktivitas di kegiatan Rekoleksi tersebut guna menumbuhkan kolaborasi serta solidaritas yang nantinya juga membantu menumbuhkan kekompakan antara para guru dan karyawan SMA Santo Yosef Pangkalpinang. Pembekalan yang dilakukan oleh tim P3M TSM ini diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh SMA Santo Yosef.

TSM Memberikan Dukungan Ilmu dan Wawasan ke SMA dan SMK

TSM Memberikan Dukungan Ilmu dan Wawasan ke SMA dan SMK

Mengabdi, teruslah mengabdi! Frasa mulia yang satu ini tengah membangunkan seisi jiwa dan raga Sivitas Akademika TSM dalam memberikan kontribusinya kepada masyarakat. Dengan tekad serta niat yang kuat, TSM bersikeras melanjutkan kegiatan pengabdian masyarakat secara rutin di tengah suntuknya situasi pandemi. Wujud pengabdian tersebut didedikasikan melalui kegiatan pengajaran secara daring (webinar) yang ditujukan kepada siswa-siswi, serta guru pendidik yang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Topik pembahasannya sangatlah beragam, mulai dari dunia pasar modal, akuntansi, perpajakan, hingga menjalar ke ranah organisasi. Baru-baru ini, TSM telah mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di SMK Tunas Karya Pangkal Pinang untuk membangun jiwa kepemimpinan yang berkualitas dalam diri generasi muda. “Kepemimpinan di masa mendatang akan menghadapi banyak tantangan yang berat karena adanya perubahan-perubahan yang berlangsung secara dinamis. Oleh karena itu, diperlukan generasi muda calon pemimpin bangsa yang dapat melakukan antisipasi, serta memberikan solusi demi kemajuan Bangsa Indonesia,” ujar Dr.Aulia Danibrata, S.E., M.M., selaku dosen pengabdi. Sejalan dengan kegiatan organisasi, Ibu Erika J.A., S.E., M.M., CRP., CPF., CFP., juga menambahkan tips dalam menyusun proposal kegiatan yang profesional bagi pengurus organisasi.

Beralih dari ranah organisasi, TSM juga kerap menyiratkan simulasi-simulasi kecil yang akan memberikan gambaran nyata kepada partisipan. Harapannya, simulasi ini dapat memudahkan partisipan dalam memahami materi. Seperti yang dilakukan oleh ibu Meiriska Febrianty, S.E., Ak., M.E., BKP, CA., CPA., selaku dosen pengabdi ketika memberikan simulasi pengisian SPT tahunan orang pribadi karyawan dengan menggunakan formulir 1770 S di SMK Pelita IV. Perlu digaris bawahi, dosen-dosen TSM yang mengabdi telah mengantongi kompetensi bidangnya masing-masing, sehingga tak perlu diragukan lagi keahliannya.

Kegiatan pengabdian yang diluncurkan oleh TSM berhasil mendatangkan manfaat sedemikan rupa bagi seluruh partisipan, terutama dalam menunjang perjalanan karier mereka. Feedback tersebut salah satunya dituangkan oleh Bapak Aprianto Romatua, S.Pd., selaku perwakilan sekolah Kristoforus II yang menyampaikan bahwa kerja sama dan pelatihan dari TSM sangat membantu pihak sekolah dalam menunjang pengetahuan, serta soft skill peserta didik mereka. Oleh karenanya, tak jarang dari mereka mengharapkan kerjasama ini dapat terjalin secara berkesinambungan.

Inilah sebagian kisah yang mewarnai kilas balik perjalanan pengabdian masyarakat yang TSM. Semoga kedepannya, kegiatan ini dapat terlaksana secara offline agar seluruh partisipan dapat berinteraksi secara langsung. Akhir kata, salam sehat dan sampai jumpa dalam cerita berikutnya! #TSMengabdi

PKM TSM: Let’s Become The Next Leader!

PKM TSM: Let’s Become The Next Leader!

Menjadi seorang pemimpin mungkin terdengar sederhana. Namun, tidak semua orang bisa menjalankannya. Selagi Anda bersedia untuk belajar, hal ini tidaklah sulit. Dengan terus belajar dan mencoba, lama-kelamaan Anda akan memiliki value tersendiri di mata orang lain. Menyadari pentingnya leadership, Trisakti School of Management menyelenggarakan Pelatihan Leadership di SMA Methodist sebagai bentuk kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada 18 April 2022 dengan Dr. Aulia Danibrata, S.E., M.M. sebagai narasumber.

“Setiap orang memiliki ciri khas kepemimpinan yang berbeda-beda. Ada pemimpin yang hebat namun kurang mampu untuk mensinergikan kekuatan dari bawahannya, sehingga sulit untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus mempunyai visi dan misi ke depan yang merupakan cita-cita masa depan yang ingin dicapai. Tentunya, segala visi dan misi tersebut harus tetap melibatkan orang lain atau bawahan agar visi dan misi dapat tercapai”, ucap Bapak Dani yang sering disapa oleh rekan dosen dan mahasiswa.

Bagaimana cara pemimpin melibatkan orang lain atau bawahan? Tentunya dengan berupaya menanamkan pengaruhnya agar orang lain ikut termotivasi untuk bekerja. Tugas calon seorang pemimpin adalah menyukseskan diri sendiri, dan ketika sudah menjadi pemimpin, tugas pemimpin adalah menyukseskan orang lain agar kegiatan dapat terkoordinasi dengan baik. Pasti sulit untuk mengkoordinasikan setiap bawahan yang memiliki perbedaan pendapat, maka dari itu pemimpin harus dapat mencari keputusan yang tepat untuk semuanya. “Dari begitu banyaknya bawahan, membuat pemimpin tidak bisa memuaskan semua orang, karena itu pemimpin harus menimbang mana yang harus kita lakukan”, tambahnya.

Pak Dani juga memaparkan bagaimana membangun jiwa kepemimpinan dalam diri, yaitu percaya diri, antusias, kreatif, tanggung jawab, kerja sama, dan mampu menghadapi tantangan. Tidak hanya itu, pemimpin juga harus berintegritas, beretika, jujur, memiliki motivasi tinggi, serta selalu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Hal-hal tersebut sangat diperlukan sebagai pemimpin karena  menjadi faktor penentu keberhasilan dalam suatu organisasi.

Pelatihan yang dihadiri oleh 60 siswa/i SMA Methodist ini berlangsung dengan lancar. Semoga dengan adanya pelatihan ini, anak muda zaman sekarang bisa semakin sadar akan pentingnya kepemimpinan dalam kehidupan. Yuk, mulai sekarang teruslah belajar menjadi seorang pemimpin dan be the next leader for the next generation!

Mengasah Keterampilan Arsip Digital sejak Duduk di Bangku Sekolah

Sejak pandemi Covid-19 melanda, hampir semua kegiatan telah terdigitalisasi, terlebih bagi Lembaga yang mengharuskan para pekerjanya melakukan pekerjaannya dari rumah atau kerap disebut Work from Home (WFH). Salah satu hal terpenting dalam WFH adalah pengarsipan file secara digital, mulai dari surat, rekaman rapat online, tulisan, hingga chat. Bercermin pada kenyataan yang dihadapi dunia saat ini, Trisakti School of Management (TSM) menunjukkan dukungannya melalui program Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan secara daring kepada Siswa/I SMK Cinta Kasih Tzu Chi. Kegiatan yang diadakan pada tanggal 22 April 2021 tersebut mengusung tema “Penerapan Sistem Manajemen Record Elektronik dan Demo Aplikasi Pengelolaan Arsip Digital” dan dihadiri oleh 90 peserta didik serta guru kelas 11 dan 12 SMK Cinta Kasih Tzu Chi. Pada kesempatan tersebut, para peserta belajar tentang bagaimana proses dokumen atau arsip digital itu diciptakan, dikelola, disimpan dan dapat diakses dengan cepat oleh lembaga tempat mereka bekerja nanti.

Dalam sambutannya, Ibu Minda selaku guru SMK Cinta Kasih Tzu Chi berharap agar dengan dilaksanakannya kegiatan ini, siswa/i dapat lebih paham tentang arsip digital serta pengelolaannya dan mampu mengimplementasikannya dengan baik. Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Penelitan dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) TSM, Bapak Dr. Klemens Wedanaji, S.E., M.M beserta Sekertaris P3M TSM, Bapak Nuno Sutrisno, S.E., M.M, CRP menyampaikan rasa terima kasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan oleh SMK Cinta Kasih Tzu Chi karena telah mengijinkan Tim P3M dan Perpustakaan TSM untuk membagikan pengalamannya dalam mengelola arsip terutama arsip digital. Mereka berharap agar siswa/i SMK Cinta Kasih Tzu Chi dapat mengambil banyak pengalaman yang telah dibagikan oleh Tim P3M dan Perpustakaan TSM.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat kali ini terbagi menjadi 2 pemaparan. Pemaparan pertama disampaikan oleh Bapak Saif Haromain Al-Fashli, S.Hum dan Ibu Heni Kholiawati, S.Hum., M.Kom dengan materi Penerapan Sistem Manajemen Record Elektronik. Pemaparan kedua dilanjutkan oleh Bapak Ibnu Lukman Wibowo, S.Hum dan Bapak Danu Fitriadi, S.I.Pus dengan materi pengenalan (Demo) Aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Arsip ARTERI. Selain itu, terdapat juga sharing session yang dibawakan oleh Bapak Beny, S.E., M.B.A., RSA., CRP., CFP. sebagai master of ceremony dan Bapak Emir Kharismar, S.E., M.B.A., RSA., CRP. sebagai moderator. Sharing session kali ini ternyata berlangsung dengan sangat menarik dan dinamis, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh para peserta sampai-sampai melebihi durasi yang ditentukan.

Demikianlah keseruan kegiatan P3M di SMK Cinta Kasih Tzu Chi kali ini. Semoga pengetahuan dan pengalaman yang telah dibagikan oleh para narasumber dapat berguna bagi para peserta di kemudian hari, dan semoga para peserta dapat termotivasi untuk lebih mengasah keterampilannya di bidang kearsipan. Sampai jumpa di kegiatan Pengabdian Masyarakat berikutnya!

Bangkitkan Minat Wirausaha Sejak di Bangku Sekolah

Setelah dua sesi Abdimas yang telah berlangsung di SMA Muhamadiyah 25 Pamulang pada tanggal 25 Januari 2021 dan 15 Februari 2021, Trisakti School of Management kembali menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada tanggal 18 Februari 2021 yang sekaligus menjadi sesi terakhir dari rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat di SMA Muhamadiyah 25 Pamulang. Peserta yang terlibat dalam kegiatann abdimas kali ini merupakan siswa/i kelas 11, yang sebelumnya telah mengikuti kegiatan Abdimas pada sesi pertama dan kedua. Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala sekolah beserta para Guru SMA Muhamadiyah 25 Pamulang.

Melanjutkan pembahasan seputar dunia bisnis, “Lean Business Model Canvas” menjadi tema yang diusung pada sesi kali ini. Kegiatan Abdimas ini melibatkan enam dosen TSM sebagai narasumber yang terdiri dari Bapak Dr. Klemens Wedanaji P., S.E., M.M., (Ketua Tim), Bapak Dr. Maris Agung Triandewo, S.E., M.A., Bapak Umar Issa Zubaidi, SE.Ak., M.Ak., CA., Ibu Denta Felli Ananda, S.E., M.B.A., Ibu Widyawati Lekok, S.E., M.M., dan Ibu Irma Satya Indriyanti., S.E., M.M. Para narasumber memberikan penjelasan tentang bagaimana implementasi dari Lean Business Model Canvas dapat membantu para peserta untuk membangun sebuah bisnis baru melalui model berbentuk kanvas yang terdiri dari sembilan kotak yang saling berkaitan, mulai dari kotak Problem, Customer Segment, Unique Value Proposition, Solution, Unfair Advantage, Revenue Streams, Cost Structure, Key Metrics dan Channels. Pada pemaparan berikutnya, narasumber menerangkan dan memberikan contoh nyata penerapan Lean Business Model Canvas pada sebuah usaha. Penjelasan dan pemberian contoh ini tentu saja sangat membantu para peserta untuk menemukan peluang dalam membuat sebuah bisnis, terlebih lagi dalam kondisi pandemi seperti saat ini di tengah keterbatasan yang ada.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMA Muhamadiyah 25 Pamulang Ibu Hj. Zesmita Umar, S.H., mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Trisakti School of Management, khususnya kepada Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) TSM serta Tim Abdimas TSM yang telah melakukan rangkaian Abdimas bertema “Kewirausahaan”, yang tentunya dapat memotivasi, membantu, dan memberikan bekal bagi siswa/i dalam membangun sebuah usaha atau bisnis. Diharapkan nantinya para peserta dapat memulai merintis bisnis baru, sehingga kelak di kelas 12, mereka sudah dapat mengembangkan bisnisnya. Sebelum menutup sambutannya, Kepala Sekolah SMA Muhamadiyah 25 Pamulang menyampaikan harapannya kepada Ketua P3M untuk dapat memberikan pendampingan kepada siswa/i SMA Muhamadiyah 25 Pamulang yang memulai membangun sebuah bisnis setelah kegiatan abdimas ini selesai dilaksanakan, sehingga siswa/i SMA Muhamadiyah 25 Pamulang dapat bersemangat dan mampu mengelola dan mengembangkan bisnisnya.

Sebelum menutup acara, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Trisakti School of Management Ibu Aan Marlinah, S.E., M.Ak. menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan Abdimas ini, terlebih kepada pihak SMA Muhamadiyah 25 Pamulang yang telah memberikan waktu dan tempatnya kepada Tim Abdimas, serta berharap semoga kerja sama antara TSM dan SMA Muhamadiyah 25 Pamulang dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat terus terjalin agar pada tahun berikutnya dapat diadakan kembali rangkaian Abdimas Kewirausahaan bagi siswa/i kelas 11 untuk menumbuhkan minat untuk berwirausaha, serta melakukan pendampingan bagi siswa/i yang telah memiliki bisnis setelah mengikuti rangkaian Abdimas kewirausahaan pada sesi kali ini.

Menanggapi harapan dari Kepala Sekolah SMA Muhamadiyah 25 Pamulang, Bapak Nuno Sutrisno, S.E., M.M. selaku Sekretaris P3M TSM menjelaskan rencana kegiatan berikutnya, dimana akan dilakukan pendataan seluruh peserta yang tertarik untuk membangun sebuah bisnis setelah kegiatan Abdimas ini selesai. Berdasarkan data jumlah siswa/i yang sudah merintis bisnis tersebut, akan dibuatkan program-program pelatihan lainnya guna mendampingi siswa/i yang telah memiliki bisnis tersebut, sehingga para entrepreneur baru ini dapat mengembangkan bisnisnya dengan baik. Dalam hal ini, akan dibantu oleh Wakil Kepala Sekolah SMA Muhamadiyah 25 Pamulang, Bapak Puji. Nantinya seluruh peserta yang akhirnya terjun di dunia bisnis hasil dari kegiatan Abdimas Kewirausahaan TSM ini, baik dari SMA Muhamadiyah 25 Pamulang maupun dari SMA yang lainnya, akan dimasukan ke dalam database P3M, dan akan dibuatkan sebuah wadah atau media agar memudahkan interaksi, baik antar wirausahawan maupun dengan konsumen, dan juga dengan program-program pelatihan yang diberikan oleh TSM melalui kegiatan Abdimas Kewirausahaan.

Semoga Program Abdimas Kewirausahaan ini dapat melahirkan banyak wirausahawan-wirausahawan muda dari bangku sekolah. Hal ini tentunya akan menjadi tolak ukur keberhasilan atas sumbangsih dan komitmen Trisakti School of Management dalam mendukung program pemerintah untuk menumbuhkan dan mengembangkan wirausahawan-wirausahawan muda di Indonesia.

Pandemi Melanda, Pengabdian Kepada Masyarakat Tetap Berjalan

Kondisi pandemi rupanya tidak menghalangi pelaksanaan program Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh TSM. Hal ini tercermin dari eksistensinya dalam memberikan pembekalan tentang ilmu pajak kepada guru maupun siswa SMK Cinta Kasih Tzu Chi. Kegiatan tersebut berlangsung pada tanggal 5 November lalu dan dilaksanakan secara daring melalui platform zoom. Partisipan dari kegiatan ini meliputi 70 siswa yang duduk di kelas sepuluh dan sebelas serta para guru yang mengajar dalam bidang studi Ekonomi dan Akuntansi.

Dalam kegiatan ini, TSM memberikan pembelajaran tentang Pengisian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi dengan memaparkan teori yang bersangkutan serta mengajak partisipan untuk melakukan simulasi atau praktek langsung secara bersama- sama dalam pengisian SPT tersebut. Kegiatan ini berlangsung dengan sangat seru, ditambah dengan antusias para peserta dalam menggali pengetahuannya dengan mengajukan berbagai pertanyaan unik, sehingga membuat webinar ini terasa seperti offline.

“Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman serta memperdalam wawasan para guru maupun siswa di SMK Cinta Kasih Tzu Chi perihal praktek pengisian SPT PPh OP dengan berbagai skenario kasus dan kondisi yang dibuat oleh tim dosen TSM,” ujar Dr. Haryo Suparmun, S.E., M.M., M.B.A., Ak., BKP., CPA., CA., selaku Ketua Tim Pengabdian.

Tim dosen yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Ibu Meiriska Febrianti, S.E., M.E., CA., BKP., CPA (Aust.)., ACPA, Bapak Rian Sumarta, S.E, M.Si., BKP., CPA., CA, Ibu Paulina Sutrisno, S.E., M.Sc, dan Ibu Annisa Kanti, S.E., M.Ak.

Semoga dengan diadakannya program ini, dapat memberikan banyak manfaat kepada masyarakat serta membuat nama Trisakti School of Management semakin dikenal oleh khalayak banyak.