Berita Populer

Kisah Pandu Adiguna, Satu dari Banyaknya Alumni Sukses di Trisakti School of Management

Bagi beberapa perusahaan, perguruan tinggi menjadi salah satu pertimbangan penting dalam proses rekrutmen. Apakah kandidat ini berasal dari perguruan tinggi yang terakreditasi? Apakah ilmu yang kandidat ini pelajari selama di perguruan tinggi relate dengan kondisi industri saat ini? Atau apakah kandidat ini layak untuk menerima posisi di perusahaan? Pastinya masih banyak sekali pertanyaan yang muncul di kepala HRD di perusahaan saat melakukan tugasnya.

Pertanyaan-pertanyaan inilah yang menjadi pertimbangan juga bagi Trisakti School of Management (TSM). Tentunya, sebagai perguruan tinggi yang mementingkan mutu dan kualitas, TSM selalu berusaha untuk menyediakan berbagai fasilitas dan moral support bagi para mahasiswanya. Hal ini terbukti dari para kisah alumni yang sukses setelah berhasil menempuh pendidikan di TSM. Salah satu kisah sukses yang menarik kali ini datang dari Pandu Adiguna, S.E., M.M., yang merupakan alumni dari TSM angkatan 2006. Beliau sekarang berprofesi sebagai SME Area Head di Bank KB Bukopin serta aktif menjadi tenaga pengajar di Universitas Pamulang jurusan S1 Akuntansi sejak tahun 2017.

Mungkin satu pertanyaan yang terbesit di benak kita adalah, “Hah? Memangnya mungkin bagi seorang pekerja bank full-time turut berprofesi sebagai dosen di kampus?” Di sinilah pertanyaan itu akan dijawab oleh Pandu Adiguna. Dalam mencapai posisi tersebut tentu bukanlah hal yang mudah untuk dilalui. Beliau tidak melalui proses yang instan. Pengalaman 11 tahun berkarier di dunia perbankan membawanya sekarang untuk menjadi SME Area Head di Bank KB Bukopin. Sebelumnya, beliau bekerja selama kurang lebih 4 tahun di Bank Mandiri. Namun, beliau tidak pernah puas akan hal tersebut, ia selalu berusaha untuk membuat goals bagi dirinya sendiri. Sampai akhirnya, beliau memutuskan untuk berpindah dari Bank Mandiri ke Bank KB Bukopin karena melihat segala opportunity yang bisa didapatkan di tempat yang baru. Dalam hal ini, beliau menggunakan perumpamaan pot bunga, “Jika bunga dan daunnya sudah berkembang semakin besar, maka pot itu sudah tidak dapat menampungnya dan harus dipindahkan ke pot yang lain.” Berbekal dari perumpamaan inilah beliau merasa sudah mampu dalam mengukur diri sendiri sehingga memutuskan untuk pindah.

Selain itu, beliau juga mengatakan bahwa jika mampu, bekerjalah sesuai dengan hobi. Jika kita melakukan pekerjaan yang kita sukai, kita akan merasa lebih happy. Maka dari itu, beliau memutuskan untuk mengambil pekerjaan sampingan sebagai dosen di Universitas Pamulang sejak tahun 2017. Beliau mengatakan bahwa mengajar adalah hal yang beliau cintai. Selain itu, melihat kepribadiannya yang suka berbicara, mengajar merupakan hal yang cocok bagi beliau karena disitulah beliau merasa enjoy. Untuk waktunya sendiri, beliau mengajar setiap hari Sabtu, sementara untuk hari Senin sampai Jumat, beliau habiskan waktunya untuk bekerja dari pagi sampai malam. Walaupun waktu di hari Sabtu tersita untuk mengajar, beliau tidak merasa terbebani sedikit pun karena mengajar adalah passion-nya.

Pandu Adiguna juga menambahkan bahwa TSM merupakan tempat yang tepat bagi tiap individu yang ingin cepat bekerja setelah lulus kuliah. Hal ini berdasarkan dari pengalaman beliau yang lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan dibandingkan teman-teman seangkatannya yang berada di luar TSM. Beliau mengatakan untuk orang sepertinya yang bisa dikatakan memiliki IPK yang biasa saja kala itu, lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan, terlebih lagi bagi para lulusan dengan IPK yang superior bagus. Pesan penting lain yang disampaikan oleh Pandu Adiguna, selain belajar dan mencari IPK yang tinggi, para mahasiswa diharapkan untuk tidak lupa bergaul dan bersosialisasi, memperbanyak relationship dan networking karena hal tersebut sangatlah penting. “Karena kita tidak pernah tahu setelah lulus nanti teman-teman mana yang akan menolong kita di saat kita sedang berkarier, nobody knows. Bisa jadi teman-teman yang dulu saat kuliah terlihat biasa-biasa saja atau kurang, bisa jadi mereka yang menjadi penolong kita saat kita berkarier. Tetap semangat dan yakin kalau kita bisa mendapatkannya!” ujar beliau.

Terakhir, beliau meminta kita sebagai mahasiswa untuk memiliki target di setiap tahunnya untuk bekal di dunia kerja nanti. Berpacu pada KPI atau Key Performance Indicator, beliau selalu ingin mencapai nilai KPI yang bagus agar bisa dipromosikan. Misalnya, beliau dipromosikan di tahun 2019, berarti 2 tahun kemudian di tahun 2021, harus bisa dipromosikan lagi. Maka dari itu, hidup harus punya target, goals, dan tujuan. Selain itu, bekerjalah dengan berpikir 1 level di atas posisi kita saat ini. Ketika kita berada di level staff, pikirkanlah bagaimana cara para manajer berpikir dan cara kerjanya. Setelah kita diangkat menjadi manajer, pikirkanlah bagaimana jika kita menjadi Head atau Top Level Management, dan seterusnya!

Inspiratif sekali bukan cerita dari Pandu Adiguna? Zona nyaman tidak pernah membatasi beliau dalam meraih hal yang memang benar-benar beliau inginkan. Beliau selalu berusaha untuk berpikir untuk maju dan naik ke atas. Membenahi, memperbaiki, dan meningkatkan kualitas hidup merupakan hal utama yang harus kita perhatikan. Maka dari itu, tetap semangat dan berusahalah untuk menjadi versi terbaik dari dirimu!