Berita Populer

Learn More about Persuasive Communication

Learn More about Persuasive Communication

Dalam dunia kerja, komunikasi diibaratkan sebagai jantung penggerak operasional suatu perusahaan  untuk menunjang keberhasilannya. Pada dasarnya, komunikasi tak hanya bertujuan sebagai alat penyampaian informasi, melainkan juga memiliki makna persuasi tersendiri. Oleh karena itu, ahli-ahli sering menyimpulkannya sebagai “Komunikasi Persuasif”. Untuk membahas seputar penggunaan komunikasi persuasif dalam dunia kerja, CDC TSM kembali mengadakan Career Talk yang bertemakan “Advance Your Career Through Persuasive Communication”.Hebatnya, sesi ini dibawakan langsung oleh salah satu alumni TSM yakni Kak Desyia Natasya, selaku Relationship Officer BCA KCU Daan Mogot.

Sebelum memasuki sesi pemaparan materi, acara diawali dengan pengenalan company profile terlebih dahulu. Sebagai pembuka Kak Desyia menjelaskan secara singkat mengenai jabatan yang diembannya saat ini. “Sebenarnya Relationship Officer itu merupakan jembatan antara perusahaan dengan nasabah. Seperti yang kita ketahui, sekarang ini orang jarang sekali datang ke bank, sehingga tugas dari Relationship Officer sendiri ialah mengatur nasabah yang sudah mulai pasif untuk datang ke cabang,” ujarnya.

Dalam pemaparan materinya, Kak Desyia juga menjelaskan terdapat beberapa komponen penting yang harus diperhatikan dalam melakukan komunikasi persuasif agar pelaksanaannya lebih efektif, salah satunya dengan memperhatikan suasana hati pendengar. “Jadi, ketika kita sudah tahu jika lawan bicara kita sepertinya sedang memiliki mood yang kurang bagus, kita bisa menunda pembicaraan tersebut atau jangan langsung berbicara straight to the point. Jika kita memaksakaan kehendak tersebut, takutnya  mereka merasa tidak nyaman bahkan kesal,” tambah narasumber.

Setelah pemaparan materi usai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab untuk mempertajam pengetahuan mahasiswa. Dalam sesi tanya jawab, terdapat salah satu partisipan yang menanyakan perihal pengalaman narasumber dalam menangani client yang out of the box. “Dalam pekerjaan pastinya sering dihadapkan dengan client yang beraneka ragam. Terkadang ada nasabah yang langsung mau diajak bertemu, tetapi terdapat juga nasabah yang tidak ingin diajak bertemu. Untuk menghadapi kasus tersebut, kita dapat melakukan PDKT dengan mengirimkan beberapa informasi menarik, misalnya mengenai promo yang ditawarkan oleh perusahaan. Kita juga bisa melakukan repetisi terhadap pesan yang ingin disampaikan dan perlu diingat kembali tujuan kita ialah memberikan solusi kepada mereka,” jelas narasumber.

Tak terasa, sesi tanya jawab telah usai, acara pun kembali disambung dengan pembagian sertifikat secara simbolis kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi dan ditutup dengan sesi foto bersama.

Demikianlah rangkaian acara dalam Career Talk kali ini. Semoga materi tersebut dapat menjadi bekal pengetahuan bagi seluruh partisipan. Akhir kata, salam kampus juara dan nantikan Career Talk selanjutnya!

Back to list