Berita Populer

Masa Depan Corporate Finance Bersama PT ORIX: Blockchain, AI, dan Sistem Informasi

Masa Depan Corporate Finance Bersama PT ORIX: Blockchain, AI, dan Sistem Informasi

Dunia terus berkembang, dan tidak ada kata istirahat untuk industri manapun. Sebagai salah satu pionir dalam berjalannya kehidupan sehari-hari, tentunya ranah ekonomi selalu mendapat perhatian besar. Ekspektasi demi ekspektasi datang kala digitalisasi mulai merogoh kocek banyak orang. Mereka berharap bahwa adanya sistem informasi baru ini dapat menjadi blunder positif untuk menjadi sebuah sumber penghasilan baru. Selama berpuluh-puluh tahun, muncul berbagai inovasi yang bahkan hingga sekarang tak yakin berasal dari mana.

AI, Blockchain, dan Corporate Finance. Ketiga aspek ini berkesinambungan membentuk dunia baru yang menarik perhatian banyak orang. Maka dari itu, pada hari Jumat, 7 Oktober 2022, TSM menyelenggarakan seminar yang diikuti oleh mahasiswa/i TSM dari seluruh jurusan yang telah mengambil mata kuliah Manajemen Keuangan. Patrick Kevin Aritonang, SE., MBA., yang menjabat sebagai kepala Divisi Funding di PT ORIX Indonesia Finance, menjadi narasumber seminar hari itu. Ia juga bekerja sebagai Lecturer di Universitas Esa Unggul dan sekaligus tengah menempuh program Doktoral di Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB. Produktif sekali, bukan?

Seminar dibuka oleh Bu Astrid selaku MC yang membaca rundown kegiatan. Sebelum sesi presentasi dimulai, salah satu perwakilan PT ORIX yang berasal dari Jepang memberikan sambutan singkat. Ia telah bertempat di Indonesia selama 3 tahun setelah sebelumnya bekerja di ORIX Multinational, selaku pioneer of leasing finance di Jepang. Ia mempromosikan PT ORIX melalui market cap yang ternyata tak jauh berbeda dari sekian banyak dan berharap agar mahasiswa/i TSM rajin belajar kini supaya dapat bekerja di ranah finansial atau bahkan di PT ORIX nantinya.

Pada tahun 1950, ada seorang ilmuwan bernama Alan Turing yang membuat publikasi “Can machines think?” yang kini mendunia, disebut juga sebagai artificial intelligence. AI adalah cabang ilmu komputer fokus di pemecahan masalah kognitif. Perkembangan besar dewasa ini dapat dilihat pada mobil autonomous, dokter mata AI, metaverse, kota pintar, quantum computing, bahkan brain chip. AI dalam ranah finansial dapat kita temukan pada keputusan hutang dan kartu kredit. Bank-bank tengah memperluas penggunaan AI untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan prosesi bank sehingga menjadi anti-fraud dan terhindar dari kejahatan money laundering.

 “Finance is one of the keys of a business.” Akan tetapi, akhir-akhir ini, keuangan kita sedang dihadapi dengan kesulitan. Misalnya, mata uang melemah dan keadaan dunia yang terus-terusan dilanda perang. Kak Patrick menjelaskan cara bertahan di ‘bisnis’ ini dari sudut pandang ekonomi. Ia membahas soal future of business. Kak Patrick kemudian menyebutkan bahwa pastinya masyarakat umum paling dekat dengan pinjaman online dan paylater. Semua serba mudah karena menggunakan AI, padahal dahulu harus submit surat ‘ini-itu’.

Namun kenyataannya, bekerja di industri keuangan berarti kita melakukan ternak uang. Menjual uang dengan harga murah ke konsumen low risk, dan harga tinggi ke konsumen high risk. Pada pinjaman bank, hanya sekitar 30% yang dinyatakan layak mendapatkan pinjaman. Alhasil, 70% lainnya masuk ke pasar high risk yang identik sebagai target pasar pinjol tadi. Sejauh Agustus 2022, ada 102 instansi pinjaman online (pinjol) yang terdaftar di OJK. Sebagai calon sarjana ekonomi, kita harus paham bahwa uang ada hukum/cara kerjanya.

Di tahun 2008, ada seseorang yang tak dikenal identitasnya yang hingga kini menyebut diri sebagai Satoshi Nakamoto. Ia membuat digital currency PRP yang didaftarkan pada database, dimana pengiriman uang dan informasi apapun tidak lagi menggunakan perantara maupun intervensi. Inilah yang dikenal sebagai blockchain. Beberapa perkembangannya yang dapat kita lihat akhir-akhir ini ialah cryptocurrency, blockchain voting, vaccine supply chain, NFTs, hingga blockchain for healthcare. Di industri finansial ini, telah tercapai 3rd party elimination. Produknya yang terdekat dengan kita adalah crypto.

Di akhir sesi, terdapat sesi tanya jawab dengan pertanyaan-pertanyaan kreatif dari beberapa mahasiswa. Jadi, apa kamu sudah tertarik untuk terjun ke dunia modal yang penuh tantangan ini?