Berita Populer, Pengabdian Masyarakat

Membantu Pengembangan Ekonomi Rumah Tangga Melalui Media Online

Pendapatan menjadi elemen yang mengambil peran penting di dalam rumah tangga. Dengan adanya pendapatan, kegiatan ekonomi rumah tangga dapat berjalan dengan baik, layak, dan semestinya. Lalu, bagaimana jika kelancaran pendapatan rumah tangga ini terhalang oleh hal-hal yang tidak diinginkan? Misalnya, usaha yang tidak bertahan lama, masalah teknologi, dan lain-lain. Hal inilah yang menjadi permasalahan bagi warga RW 14, Dusun V, Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Bogor. Mayoritas warga RW 14 Desa Bojong Kulur ini memiliki keresahan tersendiri dalam pembangunan usaha. Mereka seringkali bergonta-ganti usaha dan sulit untuk menetap di salah satu bidang bisnis saja. Maka dari itu, tim Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) TSM melalui permintaan dari Ketua PKK Desa Bojong Kulur dan melalui perantara Bu Nurti, diminta untuk memberikan workshop terkait dengan permasalahan dan keresahan yang ada ini.

Tim P3M TSM sendiri memutuskan untuk mengadakan workshop mengenai pengembangan usaha melalui media online yang bertemakan “Pengembangan Ekonomi Rumah Tangga Melalui Pemanfaatan Media Online”. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 6 September 2022 di tempat yang telah disediakan oleh Ketua PKK. Karena adanya keterbatasan ruangan, hanya sekitar 40 ibu rumah tangga yang dapat menghadiri kegiatan workshop ini. Acara dimulai sesuai jadwal pada jam 09.00 WIB yang dimulai dengan Pak Wawa Santoso. Pak Wawa menyampaikan mengenai ide bisnis yang mungkin bisa diterapkan sampai dengan cara mengelolanya. Disini Pak Wawa menggunakan Lean Canvas Model sebagai media penyampaian. Selain itu, Pak Wawa juga menekankan bahwa harus adanya komitmen dalam suatu pembangunan usaha bisnis.

Pemaparan materi berikutnya dilanjutkan oleh Bu Nila Pusvikasari, mengenai marketplace. Bu Nila memaparkan dan mengadakan praktik langsung terkait kesiapan dan cara membuka toko melalui marketplace seperti Shopee. Dibantu oleh tim P3M TSM, Bu Nila dan rekan dosen lainnya membantu para ibu rumah tangga dimulai dari cara men-download marketplace, melakukan pendaftaran, sampai membuka – yang artinya mereka sudah berhasil memiliki toko online. Dari praktik langsung ini, tim P3M menargetkan agar para ibu rumah tangga ini dapat memiliki toko online sebagai media penjualan mereka nantinya. Mereka pun turut diajarkan mengenai cara penetapan harga, delivery system seperti penggunaan resi, klaim pembayaran, dan cara mengambil uang dari pendapatan yang dihasilkan.

Tidak lengkap rasanya bila usaha sudah menghasilkan, namun tidak diiringi dengan pengelolaan keuangan yang baik dan benar. Bu Erika Jimena Arilyn membahas mengenai tata cara pengelolaan keuangan rumah tangga, mulai dari membagi pendapatan yang ada menjadi untuk usaha dan juga untuk pribadi. Selain itu, Bu Erika juga menjelaskan bagaimana melihat peluang bagi uang pribadi untuk dijadikan sebagai penambah dari modal usaha. Uang pribadi tersebut bisa saja dibagi menjadi beberapa pemanfaatan, seperti kebutuhan wajib, investasi, dan juga uang untuk jaga-jaga atau bahkan modal.

Terakhir, ditutup dengan sesi tanya jawab yang dilakukan oleh Pak Nuno Sutrisno dan Pak Klemens Wedanaji. Pak Nuno menekankan bagi para peserta yang masih ragu untuk memulai usaha karena takut tertipu dan sebagainya, bahwa sejatinya mereka harus berani untuk memulai terlebih dahulu. Tentunya kegiatan ini memberikan energi yang positif bagi para audiens, bahkan salah satu peserta yaitu Ibu Haja Ratu mengungkapkan bahwa dirinya sangat bersyukur atas adanya workshop ini karena dinilai sangat bermanfaat.

Harapan dari tim P3M TSM ke depannya yaitu para warga di RW 14 Desa Bojong Kulur ini nantinya dapat berkembang dengan adanya peningkatan pendapatan rumah tangga. Selain itu, tim P3M TSM berharap nantinya kegiatan ini dapat menjadi kegiatan kontinu, bahkan menjadi Usaha Kecil dan Menengah binaan TSM. Hal yang memorable dari kegiatan P3M kali ini menurut Pak Nuno adalah pada saat terciptanya interaksi antara tim dengan para peserta. Adanya keterbatasan dalam pengetahuan mengenai teknologi menjadi tantangan tersendiri bagi tim P3M TSM dalam membantu para peserta yang memang berniat membuka usaha dalam keterbatasan yang ada. Namun, tim P3M TSM akhirnya berhasil menyukseskan pelatihan ini dan dapat sesuai dengan target. Akhir kata, semoga kegiatan P3M yang dilaksanakan oleh tim TSM dapat terus berjalan dan berkembang dengan baik kedepannya, serta segala ilmu yang dibagikan dapat berguna bagi masyarakat luas!