Berita Populer

Menghadapi Perkembangan Ekonomi yang Dinamis? Siapa Takut!

Sebagai seorang investor muda tentunya kita harus bersikap sigap terhadap setiap kemungkinan yang akan terjadi di masa depan, terutama dalam menghadapi perkembangan ekonomi yang selalu bergerak secara dinamis. Dalam rangka memberikan wawasan serta pengalaman tak terlupakan bagi seluruh mahasiswa se-Indonesia, Galeri Investasi (GALVEST) TSM menyelenggarakan program kerja unggulannya yang dikenal dengan sebutan NIF atau “National Investment Fair 2020”. NIF sendiri merupakan acara rutin yang diselenggarakan 2 tahun sekali dan memiliki rangkaian acara yang sangat seru dan menarik. Berbeda dengan 2 tahun sebelumnya dimana NIF dilaksanakan secara tatap muka (offline), khusus tahun ini NIF dilaksanakan secara online melalui platform Zoom selama dua hari terhitung sejak 28 Agustus 2020 dan mengangkat tema “Guide to Facing A Thriving Economic Future”. Partisipan dalam program kerja ini mencakup mahasiswa dari seluruh Indonesia termasuk mahasiswa TSM sendiri.

Acara dibuka dengan berbagai sambutan-sambutan, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi seminar oleh 2 narasumber ternama yaitu, Marco Poetra Kawet sebagai Head of IDX (Jakarta Representative) dan Gema Goeyardi sebagai CEO & Founder of Astronacci International. Narasumber pertama (Marco Poetra Kawet) membawakan materi tentang Rise Up in The Middle of Crissis. Dalam pemaparan materinya, beliau mengemukakan prinsip dalam investasi dimana sebagai investor muda sebaiknya melakukan diversifikasi investasi atau pemecahan, seperti melakukan investasi dalam bentuk saham dan juga berinvestasi dalam bentuk obligasi. “Seorang investor yang hebat bukanlah dilihat ketika saham mereka sedang naik, melainkan terlihat saat mereka mampu bertahan dalam situasi dimana saham tersebut sedang turun,” ujar pak Marco Poetra Gawet sebagai bentuk motivasi kepada seluruh investor muda.

Narasumber kedua (Gema Goeyardi) memaparkan materi mengenai How to Deal with Current Capital Market in Pandemic Era. Pak Gema Goeyardi menjabarkan penemuannya tentang metode astronacci yang menggabungkan astrologi keuangan (Financial Astrology) dan fibbonacci untuk menemukan tanggal pengembalian di masa mendatang. “Dalam pandemi seperti ini, seorang investor tidak boleh panik terhadap kondisi sahamnya, namun harus memiliki mindset yang benar serta melakukan Re-analyze stocks dengan mempertimbangkan pembelian pada harga saham yang relatif murah”, ujar pak Gema Goeyardi dalam memberikan motivasi kepada investor muda.

Untuk melengkapi serangkaian acara NIF, panitia juga menyelenggarakan lomba andalannya yaitu stock analysis atau stockcase. Lomba tersebut diikuti sebanyak 33 tim dari berbagai universitas seluruh Indonesia yang kemudian akan diseleksi lagi untuk menemukan 10 tim terbaik. Babak final (final round) lomba ini diselenggarakan pada hari kedua acara NIF yaitu tanggal 30 Agustus 2020 melalui platform Zoom.

Sebagai bentuk apresisasi kepada seluruh partisipan, panitia menyiapkan doorprize untuk 20 orang pemenang yang akan diundi secara acak dan akan didistribusikan setelah acara berakhir.

Semoga dengan diadakannya “National Investment Fair 2020”, mahasiswa dapat lebih menyadari pentingnya berinvestasi dan mulai menentukan pilihannya untuk berinvestasi di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Rule no. 1: Never lose money. Rule No. 2: Never forget rule no. 1
-Warren Buffett-