Berita Populer

Menjadi Lebih Produktif dengan Menggunakan KAIZEN

Menjadi Lebih Produktif dengan Menggunakan KAIZEN

Di umur mahasiswa sekarang ini yang kebanyakan baru menginjak 20 tahun, tentunya produktivitas diri dalam mengerjakan suatu hal merupakan skill yang sangat dibutuhkan. Terkadang, ada banyak hal yang mengganggu kita dalam mengembangkan produktivitas diri. Untuk membahas topik tersebut, Bapak Hadi Sutarji, ST., M.M., M.PD. selaku Trainer dan Facilitator BCA Learning Institute membawakan webinar yang bertajuk “KAIZEN Culture in Our Life” yang terlaksana pada Sabtu, 2 Juli 2022. Pada kesempatan ini, Bapak Hadi menjelaskan lebih lanjut terkait KAIZEN yang merupakan salah satu teknik produktivitas diri yang marak digunakan di Jepang.   

Webinar diawali dengan beliau yang memberikan perumpamaan kepada para peserta webinar terkait hal yang dilakukan beberapa orang dalam mencapai tujuan yang sama, tetapi dengan cara yang berbeda. Beliau juga mengungkapkan bahwa hal ini tidak berarti salah satu pihak akan gagal dalam mencapai tujuannya, tetapi rintangan dan tantangan yang mereka hadapi akan berbeda; Entah itu akan membuat mereka menghabiskan waktu lebih banyak atau energi yang lebih banyak. Sehingga, hal tersebut membuat kita berpikir, apakah cara yang kita gunakan ini efektif untuk mencapai tujuan kita?

Pak Hadi mengatakan bahwa seiring berjalannya waktu akan muncul pertanyaan di benak kita terkait apakah kita bisa menjadi produktif demi mencapai tujuan kita? Menganut prinsip KAIZEN yang diambil dari bahasa Jepang, dimana KAI berarti perubahan dan ZEN berarti baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa KAIZEN merupakan suatu perubahan menuju arah yang lebih baik. Langkah awal untuk menjadi lebih produktif adalah apakah kita mau berubah atau tidak. Ketika kita memiliki pemikiran yang baru, hal tersebut menjadi pertimbangan kita untuk mengalami sebuah perubahan.

Beliau juga sempat menyinggung, “Mengapa harus KAIZEN?” Dalam prinsipnya, KAIZEN sangat menjunjung tinggi sebuah value. Dimana kita perlu menyeimbangkan antara quality, service, cost serta time. Pak Hadi juga mengatakan jika quality dan service kita lebih rendah dibandingkan dengan cost dan time, hal tersebut menandakan bahwa kita tidak memiliki value, sehingga, perlu adanya keseimbangan antara 4 poin tersebut.

Beliau menambahkan bahwa prinsip KAIZEN ini tidak hanya untuk lingkungan kerja atau kampus saja, tetapi dapat diterapkan di rumah dalam bentuk 5R. Pertama adalah ringkas, kita hanya perlu memilah barang-barang yang kita butuhkan, jika sekiranya tidak dibutuhkan bisa di destroy atau diberikan ke orang yang membutuhkan. Selanjutnya, rapi dimana kita harus menyusun barang-barang yang ada di meja kerja atau rumah kita. Lalu resik, yang mana dalam prinsip ini kita perlu menjaga kebersihan lingkungan.  Kemudian untuk rawat, kita perlu me-maintain prinsip ringkas, rapi, dan resik. Terakhir, yaitu rajin, dapat dicapai dengan membudayakan 5R setiap waktu dan setiap saat.

Di akhir webinar, beliau juga mengatakan, “Teman-teman perlu ingat dua hal. Yang pertama kecepatan, dimana kalian cepat dalam belajar dan yang kedua yaitu ketepatan. Kedua hal tersebut akan menjadi kolaborasi baik agar kita memiliki value dan menjadi produktif.” Dalam webinar ini, ada banyak hal yang disebutkan oleh Pak Hadi terkait prinsip KAIZEN dan seberapa berpengaruhnya hal tersebut dalam mengubah kita menjadi pribadi yang lebih produktif. Beliau berharap apa yang disampaikan di webinar ini dapat mengubah para peserta webinar ke arah yang lebih baik seperti arti dari KAIZEN sendiri.