Berita Populer

Prepare Your Career Abroad

Melampaui ruang dan waktu, TSM telah melakukan perbincangan santai dengan beberapa alumni yang berada di negara lain dengan zona waktu yang berbeda tepat pada tanggal 19 November 2020. Kegiatan Alumni Talk dengan mengundang alumni dari luar negeri merupakan acara perdana yang dilakukan oleh TSM. Acara ini diikuti oleh sekitar 85 peserta, baik dari mahasiswa/i TSM, siswa-siswi SMA/SMK sahabat TSM, serta tamu undangan dan panitia. Para alumni yang diundang pada Alumni Talk kali ini tidak lain adalah Alicya Waty Tannato (angkatan 2014) yang saat ini bekerja di PwC Singapura, Eka Fitriani (angkatan 2013) yang saat ini bekerja di LBC Volwassenenonderwijs Belgium, dan Marcelline Danita (angkatan 2014) yang saat ini merupakan full time student di Southern Alberta Institute of Technology Program: Business Administration, serta sedang bekerja part time di Indo Canada Marketing Incorporation.

Acara ini dibuka dengan sambutan dari Bapak Arya Pradipta, S.E., Ak., M.E., CA. selaku Ketua TSM. “Kepada kakak-kakak alumni STIE Trisakti, terima kasih sekali lagi saya ucapkan, karena berkat kakak-kakak maka kita bisa berkompetisi di lingkup global,” tutur Bapak Arya.

Ketika ditanya mengenai nilai yang bisa diambil saat berkuliah di TSM, Alicya Waty Tannato menyampaikan, “Ada banyak banget nilai-nilai dari TSM yang bisa saya ambil dan saya implementasikan selama saya kerja di Deloitte Indonesia maupun di PwC Singapore. Salah satunya yaitu kedisiplinan, seperti menghargai waktu, misalnya kalau telat 5 menit saja sudah tidak bisa ujian. Sekarang saya bisa merasakan bahwa waktu itu sangat penting, apalagi saya sebagai konsultan, semua charge ke client itu pakai waktu. Yang kedua itu being professional. Maksudnya adalah being committed to something that you have to commit to with for the rest. Misalnya, waktu di TSM harus commit untuk lomba, atau jadi asisten dosen, atau berorganisasi karena saya juga dulu berorganisasi di Galeri Investasi, jadi sekarang ketika saya bekerja di PwC Singapore, what I have to focus is I have to commit to work.”

“Disini banyak juga orang yang kita sebut “bule” itu tidak bisa bahasa inggris. Jadi, buat kalian yang kepengen sekolah atau bekerja di luar negeri, misalnya di Eropa, atau di China,  selama kalian masih ada kesempatan di Indonesia, saya mohon kemampuan bahasanya ditingkatkan, terutama bahasa asing selain bahasa inggris. Itu sangat penting bagi better future-nya kalian,” kata Eka Fitriani mengenai pentingnya kemampuan bahasa di luar negeri.

Di penghujung acara, adapun pesan yang disampaikan oleh salah satu alumni, Marcelline Danita yaitu, “Sky is the limit. Kita tidak boleh membatasi diri kita sendiri karena kadang limitation itu hanya diciptakan oleh kita sendiri. Padahal sebenarnya kita bisa breakthrough itu, jadi jangan pernah membatasi diri sendiri, just do your best because sky still limit.

          Acara Alumni Talk ini terlaksana dengan sangat seru dan santai, terlebih ditambah dengan beberapa pertanyaan menarik yang diajukan oleh para peserta yang ingin lebih tahu mengenai tips-tips untuk bekerja di luar negeri, cara untuk survive dan beradaptasi, dan lain sebagainya. Semoga dengan terlaksananya Alumni Talk ini, para peserta dapat semakin terbuka wawasannya lewat cerita pengalaman seru serta perjuangan kakak-kakak alumni. Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada para alumni oleh Bapak Arya Pradipta, S.E., Ak., M.E., CA., serta sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas kesediaan para alumni untuk membagikan pengalamannya bagi para peserta. Semangat selalu di negeri orang lain dan terus membanggakan almamater TSM!