Berita Populer

Simak Bagaimana Alumni Manajemen TSM Ini Sampai ke PwC Indonesia!

Sebagai seorang siswa, salah satu keputusan terbesar kita semasa hidup adalah memilih perguruan tinggi. Negeri, swasta, bahkan politeknik; hampir seluruhnya dipertimbangkan baik secara lokasi maupun program studi. Akan tetapi, dipastikan bahwa pada akhirnya, tujuan yang ingin kita raih adalah mencapai kesuksesan di dunia kerja. Maka, izinkan kami untuk memperkenalkan Trisakti School of Management dari kacamata alumni. Laurensius Stanley Sugiarto, S.M., atau Stanley, adalah alumni TSM dari jurusan Manajemen Angkatan 2016. Kini, ia bekerja di PwC Indonesia dengan jabatan Risk Assurance Associate. Wah, tempat maupun gelarnya terasa seperti mimpi, ya? Pastinya, sebab posisinya sekarang ini ia dapatkan dengan beragam pengorbanan pula. Sebelum menceritakannya, kami bertanya mengapa ia memilih TSM sebagai tujuan, serta perjuangannya untuk lulus.

Stanley mengatakan bahwa ia sempat bingung dalam memilih kampus, karena baginya, kampus yang tepat akan menuntun kita menuju kesuksesan di masa depan. Akhirnya, setelah berkonsultasi dan melakukan banyak research, ia memutuskan memilih Trisakti School of Management sebagai gerbang masa depan. Banyak perjuangan serta adaptasi ketika awal masuk di dunia perkuliahan, karena baginya, masa SMA dengan kuliah berbeda 180 derajat baik dari segi pergaulan, penyampaian ilmu, hingga sistem ujian. Tentu terkadang muncul rasa putus asa dan lelah mengingat targetnya dalam berkuliah adalah mendapatkan predikat summa cum laude. Namun, adanya dukungan dari orang tua dan teman di kampus memberikan dorongan baginya untuk tetap berjuang.

Stanley sempat mencoba mengikuti rekrutmen yang diadakan oleh PwC Indonesia pada tahun 2020 sebagai Risk Assurance Associate. Ia berhasil lolos tes tertulis dan diperkirakan akan lanjut ke tahap kedua. Namun, bulan demi bulan berlalu, dan tetap tidak ada kabar atau pengumuman lanjutan. Ternyata, proses rekrutmen sedang di-freeze sampai waktu yang tidak ditentukan. “Saya pun berpikir bahwa ternyata adanya Covid-19 juga memberikan dampak bagi para mahasiswa yang sedang mencari pekerjaan, karena pada tahun 2020 ekonomi sempat lesu dan bahkan banyak pekerja yang dirumahkan,” jelasnya.

Akhirnya, ia kembali mencoba mengikuti tes sebagai International Business Data Analyst Staff di Orang Tua Group dimana ia berhasil diterima. Stanley bekerja di Orang Tua Group sambil mengerjakan skripsinya. Hingga pada 16 Juli 2020, ia berhasil lulus dengan predikat summa cum laude (IPK 3.9551), dan di saat yang bersamaan, pekerjaannya di Orang Tua Group dapat dikerjakan dengan baik hingga akhirnya ia dipromosikan sebagai International Business Data Analyst Supervisor.

Akan tetapi, pada bulan April 2021, PwC Indonesia kembali menghubunginya dan mengatakan bahwa proses rekrutmen akan dilanjutkan apabila ia masih berminat. Stanley berkata bahwa baginya, tidak ada salahnya untuk mencoba setiap kesempatan yang muncul. Tak disangka, ia dikabarkan lolos untuk menjadi Risk Assurance Associate di PwC Indonesia. Ia sempat bingung karena di Orang Tua Group, ia sudah akrab dengan rekan-rekan kerja dan menguasai pekerjaan. Tetapi pada akhirnya, atas nasihat orang terdekat, ia memutuskan untuk resign dari Orang Tua Group dan mencoba mengembangkan karir di PwC Indonesia. Kembali beradaptasi di tempat baru tentunya terasa sulit dimana ia selalu lembur untuk belajar dan menyesuaikan diri. Waktu demi waktu berlalu, dan saat ini, ia dipromosikan sebagai Associate 1 dan sedang dipersiapkan untuk menduduki level Senior Associate.

Sebagai penutup, Stanley tak lupa meninggalkan sekutip wejangan: “Jangan pernah terjebak di zona nyaman. Seringkali kita sudah merasa nyaman dengan lingkungan, pekerjaan, pertemanan yang ada saat ini hingga kita pun malas untuk mencoba hal baru. Bagi saya, dengan kalian memilih TSM sebagai tempat kuliah saja, kalian sudah memiliki satu tiket emas menuju kesuksesan. Manfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya dengan terus eksplorasi, terus belajar, dan jangan pernah takut untuk gagal. Sebab, lebih baik kalian pernah gagal dan belajar dari kegagalan tersebut serta mengubahnya menjadi kesuksesan dibandingkan kalian yang tidak pernah gagal namun hanya terjebak di zona nyaman.”