Merintis Bisnis Tanpa Modal? Emangnya Bisa?

Keberadaan modal memang selalu menjadi penopang utama dari keberlangsungan suatu bisnis. Bahkan, banyak sekali calon pengusaha yang memilih untuk mundur dari dunia bisnis, hanya karena keterbatasan modal saja. Sebenarnya, jika seseorang mampu berpikir terbuka tentang kondisi dunia bisnis saat ini, kepemilikan modal bukanlah menjadi penghalangnya lagi. Ingatlah, saat ini kita telah berada dalam ruang lingkup yang serba modern, apalagi ditambah dengan kemunculan beberapa teknologi yang semakin canggih setiap harinya. Bisnis yang semula dijalankan secara offline kini telah beralih ke kancah online, terutama di saat kondisi pandemi ini. Oleh karena itu, untuk memberikan beberapa pemahaman tentang perintisan bisnis online, EDC TSM mengadakan webinar dengan mengangkat tema “Glow Up Your Online Business” yang dibawakan langsung oleh pakarnya, yakni Kak Florentia Jeanne selaku Founder Noonaku Signature.

Tanpa berlama-lama, acara langsung diawali dengan pemutaran video company profile yang memperkenalkan Noonaku Signature. Bisnis tersebut bergerak dalam bidang fashion wanita dan telah berdiri selama hampir 10 tahun lamanya. Dalam video ini, Kak Florentia menjelaskan secara singkat perjuangannya merintis Noonaku Signature. Perjalanan tersebut bermula dari keberaniannya menjadi seorang reseller yang kemudian memperoleh profit cukup besar, sehingga dapat digunakan untuk membuat brand sendiri. Setelah pemutaran video selesai, Ibu Denta Felli Ananda, S.E., M.B.A., CHRA. selaku moderator, mempersilakan narasumber untuk memaparkan materinya.

Untuk membuka pemikiran calon pengusaha muda, narasumber mengawali pemaparan materinya dengan menjelaskan berbagai argumen tentang alasan pemilihan bisnis online sebagai penunjang kehidupan. “Bisnis online itu sebenarnya sangat low cost, bahkan aku sendiri bisa memulainya tanpa modal sedikitpun. Selain itu, biaya operating-nya juga lebih murah, karena kita tidak ada biaya sewa kantor ataupun gaji karyawan,” jelasnya. Pada pertengahan materi, narasumber juga menjelaskan beberapa tahap dalam memulai bisnis online, salah satunya dengan menentukan produk yang ingin dijual. “Carilah produk yang kamu suka, dengan begitu kamu akan lebih mudah dalam menjual barang yang disuka. Sebagai contoh, kamu suka skincare, tentu akan lebih mudah buat kamu menjual produk tersebut,” pesannya.

Pada akhir pemaparan materi, narasumber memberikan kejutan istimewa sebagai bentuk apresiasi kepada partisipan yang sudah mengikuti webinar tersebut hingga akhir. Kejutan ini berupa barcode shopping voucher gratis sebesar 10 ribu rupiah yang dapat digunakan kapanpun tanpa adanya minimal pembelanjaan. Setelah itu, moderator memberikan kesempatan bagi seluruh partisipan untuk bertanya. Sesi tanya jawab ini berlangsung dengan sangat seru karena hampir dari setengah partisipan berlomba-lomba mengajukan pertanyaan terbaiknya. Adapun salah satu partisipan menanyakan tentang cara memulai bisnis fashion pada era covid ini, karena pada dasarnya sebagian orang sekarang lebih mengutamakan kebutuhan primernya. “Fashion itu kan sebenarnya juga kebutuhan pangan, kalau kalian mengeluarkan pakaian pesta tentu jadi tidak relevan di era saat ini. Oleh karena itu, keluarkanlah produk yang relevan dengan kondisi sekarang, seperti pakaian set yang sedang hype banget,” jawab Kak Florentia untuk meyakinkan. Setelah sesi tanya jawab berakhir, acara dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada narasumber dan ditutup dengan sesi foto bersama untuk kebutuhan dokumentasi.

Begitulah keseruan perbincangan seputar bisnis online pada webinar kali ini, sekarang sudah semakin yakin kan untuk memulainya? Ingatlah wahai calon pengusaha muda, modal bukanlah menjadi penghalang dalam merintis usahamu! Tetap semangat dan jaga kesehatan!

Seberapa Pentingkah Pengalaman Berorganisasi?

Pertanyaan di atas seringkali muncul dalam benak para mahasiswa, khususnya pada awal memasuki dunia perkuliahan. Ada yang memilih untuk menjadi mahasiswa “kupu-kupu” alias “kuliah pulang kuliah pulang”, ada pula yang memilih menjadi mahasiswa “kura-kura” alias “kuliah rapat kuliah rapat” untuk mengurusi organisasi kampus. Lantas, mahasiswa manakah yang pada akhirnya lebih berkualitas setelah kelak memperoleh gelar sarjana?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, ZigZag English Club mempersembahkan sebuah Webinar Educate & Sharing yang mengangkat tema “Organizational Experiences as a Part of Our Future”. Kegiatan webinar yang dilangsungkan pada 12 Maret 2021 ini, ternyata turut mengundang salah seorang narasumber yang juga telah melewati masa perkuliahannya dengan aktif berorganisasi, dan pada saat ini telah menuai manfaat yang besar dari pengalaman organisasi tersebut. Narasumber tersebut tidak lain adalah Ghania Harsono, S.E. yang saat ini merupakan seorang Content Creator di TikTok. Sebelumnya, Kak Ghania pernah bekerja sebagai auditor di PwC dan juga pernah bekerja di bagian finance di Shopee Indonesia.

“Pengalaman dalam berorganisasi itu sangat berarti dan penting sekali, one step ahead teman-teman nanti akan memasuki dunia karier ataupun berwirausaha, pasti pengalaman menjadi seorang ketua ataupun wakil dalam organisasi ataupun project event itu akan sangat berarti sekali. Karena disitu teman-teman akan belajar tentang public speaking, problem solving, leadership, networking,” jelas Bapak Emir Kharismar selaku Kepala BAMA dalam kata sambutannya.

Membahas tentang organisasi, tentunya tidak terlepas dari kata “kepemimpinan”. Maka dari itu, dalam webinar ini, selain mengupas tentang pentingnya organisasi, Kak Ghania juga menyampaikan materi tentang kepemimpinan, dengan membahas karakteristik pemimpin yang baik, pentingnya kemampuan komunikasi dalam kepemimpinan, cara membangun tim yang baik, dan kesalahan umum yang sering terjadi dalam komunikasi di organisasi.

Acara webinar kali ini berlangsung dengan sangat interatif, terlihat dari antusias para peserta yang mengajukan banyak pertanyaan terkait organisasi, seperti bagaimana menghadapi watak anggota organisasi yang berbeda-beda, bagaimana menjalin hubungan yang lebih baik lagi setelah mengalami konflik dalam organisasi, bagaimana membangun engagement yang baik dan masih banyak pertanyaan lainnya yang sangat berhubungan dengan kehidupan organisasi sehari-hari. Tentunya pertanyaan-pertanyaan ini juga dijawab dengan sangat jelas dan konkret oleh Kak Ghania.

Pada akhir acara, panitia melakukan dokumentasi atas penyerahan sertifikat dan juga plakat yang sudah dikirimkan terlebih dahulu kepada narasumber. Selain itu, panitia juga mengadakan giveaway bagi 3 orang yang beruntung dan doorprize bagi 2 orang penanya terbaik. Sebagai penutup, tidak lupa juga dilakukan sesi foto bersama untuk dokumentasi. Semoga dengan terlaksananya acara webinar kali ini, para peserta bisa mendapatkan pandangan yang baru tentang kehidupan berorganisasi, serta dapat memperoleh manfaat dari setiap materi yang disampaikan. Sampai jumpa pada webinar berikutnya!

Beramal Sembari Menghibur

Memasuki kesibukan kuliah, ternyata tidak menghalangi UKM Trisamantrada TSM dalam meluangkan waktunya untuk membagikan sedekah serta hiburan maupun motivasi kepada anak-anak di panti asuhan. Pada tanggal 7 Maret 2021, UKM yang berfokus pada tarian tradisional ini, baru saja melaksanakan program kerja rutinnya, yang dikenal dengan sebutan Childrity. Childrity merupakan kegiatan amal yang ditujukan secara khusus bagi Panti Asuhan ataupun Lembaga Sosial.

Pada tahun ini, Trisamantrada memilih Yayasan Al-Birru Indonesia Jaya sebagai wadah terlaksananya program kerja ini. Tidak hanya menyumbangkan dana, Trisamantrada juga menghibur anak-anak panti asuhan dengan saling berkenalan, saling berbagi cerita, dan menampilkan 2 video, antara lain video tarian persembahan dan video motivasi bagi anak-anak panti asuhan. Acara hiburan ini dilakukan secara virtual melalui zoom meeting demi mengurangi kontak langsung dikarenakan kondisi pandemi yang masih melanda.

 

Untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak panti asuhan, Trisamantrada telah mempersiapkan acara ini sejak bulan Januari. Pada awalnya, Trisamantrada sempat menghadapi kendala dalam mencari panti asuhan yang dapat diajak bekerja sama. Namun, dengan usaha yang mantap, pada bulan Januari akhir, mereka akhirnya dapat bekerja sama dengan Yayasan Al-Birru Indonesia Jaya yang secara khusus dapat turut berpartisipasi dalam kegiatan ini secara online. Pada akhir bulan Januari pula, Trisamantrada juga mulai membuka donasi bagi pihak luar yang ingin turut beramal. Untuk menambahkan dana sumbangan, mereka juga menggalang dana dengan open PO penjualan barang-barang. Total dana yang terkumpul dan disumbangkan kepada Yayasan Al-Birru Indonesia Jaya sebesar Rp 3.350.000.

Akhir kata, Trisamantrada berharap agar dengan dilaksanakannya kegiatan ini, anak-anak Panti Asuhan Yayasan Al-Birru Indonesia Jaya dapat terhibur dan semakin bersemangat serta optimis dalam menggapai cita-citanya. Semoga ke depannya, kegiatan ini dapat terus dilaksanakan untuk membantu teman-teman panti asuhan yang membutuhkan.

PDKT dengan Badan Perwakilan Mahasiswa

Sudah hampir setengah periode berlalu, organisasi kemahasiswaan terus berjuang untuk mempertahankan eksistensinya di tengah pandemi ini. Belum lama ini, Badan Perwakilan Mahasiswa yang juga merupakan bagian dari organisasi kemahasiswaan di TSM telah meluncurkan salah satu strateginya, yaitu BPM Days. Acara yang mengusung tema “Get To Know BPM” tersebut, bertujuan untuk memperkenalkan secara lebih dekat tentang Badan Perwakilan Mahasiswa. Untuk menambah keseruan acara, panitia menghadirkan special guest yaitu, Kak Nadya Mahdi selaku cover singer dan Kak Boah Sartika selaku Top 6 Stand Up Comedy Academy. Acara dibuka dengan beberapa kata sambutan yang disampaikan oleh BAMA, Ketua BPM dan Ketua Pelaksana Strategi. “Semoga dengan adanya acara ini, mahasiswa-mahasiswi Trisakti School of Management dapat lebih mengenal Badan Perwakilan Mahasiswa dan bisa saling bahu-membahu untuk membuat kampus tercinta kita semakin jaya di kancah nasional maupun internasional,” ujar Resa Satrio selaku Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa dalam sambutannya.

Setelah mendengar kata sambutan, acara dilanjutkan dengan pengenalan Badan perwakilan mahasiswa yang di mulai dari struktur organisasinya. Dalam sesi pengenalan tersebut, anggota BPM juga menjelaskan beberapa strategi mereka yang sudah berjalan maupun yang akan dijalankan. Salah satu strategi yang akan dijalankan kedepannya ialah Aspiration Week (Asweek). “Biasanya kalau kita kuliah offline, acara ini diadakan di lobby kampus Jakarta dan Bekasi. Tetapi karena sedang pandemi seperti ini, jadi kita tidak bisa melaksanakan Asweek secara langsung sehingga harus beralih ke sistem online,” jelas Sherviana selaku Ketua Pelaksana.

Setelah sesi pengenalan usai, acara diselingi dengan penampilan dari Kak Nadya Mahdi selaku cover singer yang kemudian dilanjutkan dengan sharing session bersama formatur BPM. Sharing session yang sangat interaktif tersebut dibawakan langsung oleh Kak Kanisius Darmaatmaja selaku Wakil Ketua BPM periode 2017/2018 dan Kak Ayu Ratna Sari selaku Ketua BPM periode 2019/2020.

Selanjutnya untuk menghindari rasa jenuh, acara kembali diselingi oleh penampilan guest star yaitu Kak Boah Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sesi games dan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama untuk kebutuhan dokumentasi.

Begitulah keseruan acara BPM Days kali ini, semoga seluruh partisipan dapat memetik manfaat dari setiap materi yang disampaikan. Sampai jumpa dalam acara selanjutnya!

Laporan Tracer Study dan Pengguna Lulusan TSM Tahun Akademik 2019/2020

Setiap perguruan tinggi pasti ingin mempersiapkan lulusannya untuk terjun dan siap bersaing di dunia kerja. Untuk melahirkan lulusan yang semakin berkualitas setiap tahunnya serta untuk menyesuaikan diri di tengah globalisasi, sebuah perguruan tinggi harus mengetahui penyerapan, proses, dan posisi lulusannya di dalam dunia kerja saat ini. Hal ini dilakukan oleh Trisakti School of Management melalui Studi Pelacakan Alumni atau yang akrab dikenal dengan sebutan Tracer Study.

Tracer Study merupakan sebuah penelitian yang dilakukan oleh beberapa perguruan tinggi untuk mengetahui keadaan atau situasi alumninya setelah menjadi lulusan perguruan tinggi tersebut. Studi ini berguna untuk mengetahui kompetensi lulusan Trisakti School of Management dalam memenuhi standar kompetensi di dunia kerja. Informasi ini juga dijadikan sebagai bahan evaluasi dalam memperbaiki kurikulum sebelumnya yang sudah berlaku di Trisakti School of Management.

Beberapa waktu yang lalu, tim Tracer Study melakukan penelusuran terhadap para lulusan tahun 2020 dengan total populasi sebesar 818 orang. Dimana dalam penelusuran ini, tim Tracer Study dapat menyimpulkan bahwa 99,51% dari populasi tersebut lulus dengan rata-rata IPK berada di range 3,01 hingga 3,50. Lulusan tersebut mayoritas mendapatkan pekerjaan melalui relasi, iklan online, dan juga informasi dari Career Development Center TSM dan sebesar 51,78% dari mereka mendapatkan pekerjaan sebelum lulus dari TSM. Di antara 533 alumni yang bekerja, 85,18% bekerja di perusahaan swasta dan 12,57% berwiraswasta. Sebanyak 448 dari 533 responden yang telah bekerja menyatakan bahwa pekerjaan saat ini sesuai dengan tingkat pendidikan yang mereka tempuh. Mayoritas masa studi mahasiswa Trisakti School of Management yang menjadi responden Tracer Study ini adalah selama 7-8 semester yaitu sebesar 666 alumni.

Selain melakukan penelusuran terhadap alumni, tim Tracer Study juga melakukan penelusuran terhadap para pengguna lulusan TSM. Pengumpulan feedback dari pengguna lulusan juga merupakan bagian dari pelaksanaan tracing atas alumni. Pada penelusuran beberapa waktu yang lalu, Tracer Study menarik kesimpulan bahwa dari 466 pengguna alumni non-wirausahawan, terdapat 92 pengguna (19,74%) yang mengisi kuesioner pengguna lulusan. Sebanyak 73 responden menginformasikan bahwa terdapat 1-3 orang alumni yang bekerja pada instansinya. Mayoritas responden mengatakan bahwa lulusan TSM memiliki keahlian yang baik dalam hal profesionalisme, disiplin ilmu, kepemimpinan, kerja sama tim, kemampuan berbahasa inggris, berkomunikasi, menggunakan teknologi, dan pengembangan diri. Mayoritas responden dari kuesioner pengguna lulusan menilai bahwa kompetensi alumni TSM dibandingkan dengan alumni perguruan tinggi lain adalah baik.

Semoga dengan kegiatan penelusuran yang dilakukan secara rutin ini, Trisakti School of Management dapat terus meningkatkan kualitasnya dalam mencetak lulusan yang semakin berkompeten dan berkualitas, sehingga Trisakti School of Management tetap menjadi pilihan utama bagi para pengguna lulusan.

Why You Should Join The International Class

Rohan (201750366)

International Class – Accounting Major

Being part of International Class is such a blessing for me. One of the things that I never regret. Should I be good at English to join this class? I found out that the answer is no. What I need is courage, a will to learn, and of course, a decision. International Class taught me not to be a better student, but to be a best student. Fewer student in each International Class really enhanced my learning experiences. It felt like, I learnt every subject privately from the best lecturers. But of course, the main point that I can’t deny is, it was fun! Finding myself with a same classmate again and again every semester was something that even I couldn’t find in high school. It’s like, wow, I got another family! We learn together, play together, strive together, and sometimes sad and panic together… such a memory that I’ll never forget. By the way, where was I again? Right, fun. There were some moments that I felt, learning can’t be more fun than this. There were a lot of times when we learnt by games, fun quiz, puzzle, things that I couldn’t find outside this class. Well, there are actually many other good things that I went through, things that I couldn’t express through words. If I could rewind the time and someone asked me would I join International Class? My answer definitely will be, “of course!” Trust me, learning English by practice is one of the easiest way, and this way will open many other ways for the future career.

Evelyne Andumy (201760047)

International Class – Management Major

English is one of the world’s most important language. It is a mandatory skills that we should master to pursue greater career advancement. As TSM provides International Class program, I was really excited to join. There are many benefits that I received during my days in IC Class; Weekly presentation and discussion that develop and boost my confidence to speak English. All the books are dominantly written in English so it helps us to learn. The lecturers are supportive and really help us to understand. Also we are able to demonstrate our ability in English by making and presenting mini thesis. There are not many other universities that providing these kind of program with such a good deal. Don’t be hesitate to join! It was a great opportunity for us to improve our personal value.

Abraham James (201860062)

International Class – Management Major

At first, I decided to join International class at TSM because I want to challenge myself to get out of my comfort zone, and also after I heard it from one of the lecturer in TSM about how good is International Class and what I will get if I join International Class. Surely, at the beginning I felt like I wouldn’t survive in International Class because of my English is not really good but the fact is TSM really understand and know what do we need in International Class and know how to deliver it to us as an International Class students with a good and supportive lecturer and classmates. In International Class I’ve learned so many things such as improving our English, soft skills, and many more. I’ve join the International Class since I’m at the first semester and right now I’m at the sixth semester and I don’t regret it at all. For you who wants to join the International Class it’s a good thing to try. If you want to get a bigger things you must start with a small things.

Pentingnya Pengembangan Bisnis dalam Wirausaha

Dalam menjalani bisnis, hal yang yang menjadi masalah utama adalah ketersediaan modal. Namun, di dunia nyata, banyak sekali pebisnis yang sudah meraih kesuksesan walaupun berangkat dari modal seadanya, bahkan ada juga mereka yang tidak mengantongi modal sama sekali. Kenyataan indah tersebut salah satunya dapat kita lihat dalam kehidupan bisnis dropship atau reseller yang tidak perlu mempunyai barang tetapi hanya melakukan penjualan saja. Oleh karena itu, untuk membuka wawasan yang lebih luas tentang dunia bisnis, Trisakti School of Management menyelenggarakan webinar dengan mengangkat tema “Peran Business Development dalam Kegiatan Kewirausahaan” yang dibawakan oleh Dira Desrica selaku Merchant Acquiring & Operation Specialist DANA.

Dalam webinar tersebut, beliau menyampaikan bahwa pengembangan bisnis secara jangka panjang merupakan hal yang sangat penting supaya bisnis memiliki nilai yang lebih besar baik dari segi penjualan, jaringan atau sistemnya. “Hal yang patut diperhatikan dalam mengembangkan bisnis secara jangka panjang adalah kreativitas. Seorang pemimpin dalam bisnis tersebut harus mampu untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang berbeda, sehingga mampu memunculkan gagasan baru yang cemerlang,” ujar beliau. Selain itu, beliau juga memberikan contoh di dunia nyata tentang pentingnya memiliki kreativitas. ”Cukup banyak bisnis yang semakin berkembang karena mereka mampu memecahkan masalah-masalah yang ada dengan cara berbeda. Hal inilah yang membuat bisnis tersebut terus berkembang dan memperoleh dukungan sehingga dapat menjadi lebih baik dari waktu ke waktu,” tambahnya.

Tema menarik yang dibawakan oleh pembicara yang sangat ramah mampu membuat acara ini berlangsung dengan atraktif dan interaktif. Dalam acara ini, panitia juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa/i untuk bertanya seputar pengembangan bisnis dalam sesi tanya jawabnya. Semoga webinar yang bermanfaat ini, bisa memotivasi maupun membantu mahasiswa/i yang ingin mengembangkan bisnisnya lebih besar dan lebih maju lagi, sehingga nantinya dapat membantu banyak masyarakat, serta mengharumkan nama baik Trisakti School of Management melalui produk yang diberikan.

Bangkitkan Minat Wirausaha Sejak di Bangku Sekolah

Setelah dua sesi Abdimas yang telah berlangsung di SMA Muhamadiyah 25 Pamulang pada tanggal 25 Januari 2021 dan 15 Februari 2021, Trisakti School of Management kembali menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada tanggal 18 Februari 2021 yang sekaligus menjadi sesi terakhir dari rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat di SMA Muhamadiyah 25 Pamulang. Peserta yang terlibat dalam kegiatann abdimas kali ini merupakan siswa/i kelas 11, yang sebelumnya telah mengikuti kegiatan Abdimas pada sesi pertama dan kedua. Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala sekolah beserta para Guru SMA Muhamadiyah 25 Pamulang.

Melanjutkan pembahasan seputar dunia bisnis, “Lean Business Model Canvas” menjadi tema yang diusung pada sesi kali ini. Kegiatan Abdimas ini melibatkan enam dosen TSM sebagai narasumber yang terdiri dari Bapak Dr. Klemens Wedanaji P., S.E., M.M., (Ketua Tim), Bapak Dr. Maris Agung Triandewo, S.E., M.A., Bapak Umar Issa Zubaidi, SE.Ak., M.Ak., CA., Ibu Denta Felli Ananda, S.E., M.B.A., Ibu Widyawati Lekok, S.E., M.M., dan Ibu Irma Satya Indriyanti., S.E., M.M. Para narasumber memberikan penjelasan tentang bagaimana implementasi dari Lean Business Model Canvas dapat membantu para peserta untuk membangun sebuah bisnis baru melalui model berbentuk kanvas yang terdiri dari sembilan kotak yang saling berkaitan, mulai dari kotak Problem, Customer Segment, Unique Value Proposition, Solution, Unfair Advantage, Revenue Streams, Cost Structure, Key Metrics dan Channels. Pada pemaparan berikutnya, narasumber menerangkan dan memberikan contoh nyata penerapan Lean Business Model Canvas pada sebuah usaha. Penjelasan dan pemberian contoh ini tentu saja sangat membantu para peserta untuk menemukan peluang dalam membuat sebuah bisnis, terlebih lagi dalam kondisi pandemi seperti saat ini di tengah keterbatasan yang ada.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMA Muhamadiyah 25 Pamulang Ibu Hj. Zesmita Umar, S.H., mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Trisakti School of Management, khususnya kepada Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) TSM serta Tim Abdimas TSM yang telah melakukan rangkaian Abdimas bertema “Kewirausahaan”, yang tentunya dapat memotivasi, membantu, dan memberikan bekal bagi siswa/i dalam membangun sebuah usaha atau bisnis. Diharapkan nantinya para peserta dapat memulai merintis bisnis baru, sehingga kelak di kelas 12, mereka sudah dapat mengembangkan bisnisnya. Sebelum menutup sambutannya, Kepala Sekolah SMA Muhamadiyah 25 Pamulang menyampaikan harapannya kepada Ketua P3M untuk dapat memberikan pendampingan kepada siswa/i SMA Muhamadiyah 25 Pamulang yang memulai membangun sebuah bisnis setelah kegiatan abdimas ini selesai dilaksanakan, sehingga siswa/i SMA Muhamadiyah 25 Pamulang dapat bersemangat dan mampu mengelola dan mengembangkan bisnisnya.

Sebelum menutup acara, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Trisakti School of Management Ibu Aan Marlinah, S.E., M.Ak. menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan Abdimas ini, terlebih kepada pihak SMA Muhamadiyah 25 Pamulang yang telah memberikan waktu dan tempatnya kepada Tim Abdimas, serta berharap semoga kerja sama antara TSM dan SMA Muhamadiyah 25 Pamulang dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat terus terjalin agar pada tahun berikutnya dapat diadakan kembali rangkaian Abdimas Kewirausahaan bagi siswa/i kelas 11 untuk menumbuhkan minat untuk berwirausaha, serta melakukan pendampingan bagi siswa/i yang telah memiliki bisnis setelah mengikuti rangkaian Abdimas kewirausahaan pada sesi kali ini.

Menanggapi harapan dari Kepala Sekolah SMA Muhamadiyah 25 Pamulang, Bapak Nuno Sutrisno, S.E., M.M. selaku Sekretaris P3M TSM menjelaskan rencana kegiatan berikutnya, dimana akan dilakukan pendataan seluruh peserta yang tertarik untuk membangun sebuah bisnis setelah kegiatan Abdimas ini selesai. Berdasarkan data jumlah siswa/i yang sudah merintis bisnis tersebut, akan dibuatkan program-program pelatihan lainnya guna mendampingi siswa/i yang telah memiliki bisnis tersebut, sehingga para entrepreneur baru ini dapat mengembangkan bisnisnya dengan baik. Dalam hal ini, akan dibantu oleh Wakil Kepala Sekolah SMA Muhamadiyah 25 Pamulang, Bapak Puji. Nantinya seluruh peserta yang akhirnya terjun di dunia bisnis hasil dari kegiatan Abdimas Kewirausahaan TSM ini, baik dari SMA Muhamadiyah 25 Pamulang maupun dari SMA yang lainnya, akan dimasukan ke dalam database P3M, dan akan dibuatkan sebuah wadah atau media agar memudahkan interaksi, baik antar wirausahawan maupun dengan konsumen, dan juga dengan program-program pelatihan yang diberikan oleh TSM melalui kegiatan Abdimas Kewirausahaan.

Semoga Program Abdimas Kewirausahaan ini dapat melahirkan banyak wirausahawan-wirausahawan muda dari bangku sekolah. Hal ini tentunya akan menjadi tolak ukur keberhasilan atas sumbangsih dan komitmen Trisakti School of Management dalam mendukung program pemerintah untuk menumbuhkan dan mengembangkan wirausahawan-wirausahawan muda di Indonesia.

Berkarya di Masa Pandemi

Bagi komunitas teater, berkarya di tengah pandemi merupakan sebuah tantangan yang cukup besar. Begitu pula yang dirasakan oleh Teater Bintang, sebuah UKM di Trisakti School of Management yang berfokus di dunia pelakonan. Tetapi ternyata pandemi justru membangkitkan semangat baru bagi UKM Teater Bintang untuk terus mengepakkan sayapnya. Hal ini tampak dari salah satu program kerja yang baru saja terlaksana pada tanggal 27 Februari 2021, yaitu Seminar Online yang bertemakan “Komunitas Teater Berkarya di Masa Pandemi”. Kegiatan ini turut mengundang seorang narasumber yang tentunya sangat berpengalaman di dunia teater. Narasumber ini tidak lain adalah Kak Rangga Riantiarno yang adalah seorang penulis, aktor, penerjemah, dan juga saat ini merupakan Sutradara Teater Koma.

Sebagai pembuka acara, setelah lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan bersama, beberapa patah kata sambutan dituturkan oleh beberapa pihak penanggung jawab, seperti Bapak Emir Kharismar selaku Kepala Bagian Administrasi Kemahasiswaan dan Alumni, Amanda Berliana Putri selaku perwakilan BPM, Muhammad Husein Raafi selaku perwakilan Senat Mahasiswa, Denisa Arba Sabila selaku Ketua UKM Teater Bintang, serta Jenni Trisnawati selaku Ketua Pelaksana.

“Dari teater ini kita sebenarnya bisa belajar bagaimana cara kita pribadi bisa belajar berekspresi, kemudian kita belajar berkomunikasi secara verbal maupun nonverbal. Tentunya skill komunikasi ini sangat diperlukan sekali dalam kehidupan sehari-hari, dalam sosialisasi yang lebih percaya diri, dan tentunya sangat bermanfaat ketika kita melangkah ke dalam dunia kerja ataupun berwirausaha,” jelas Pak Emir Kharismar dalam kata sambutannya.

Setelah berbincang seputar Teater Koma, moderator pun masuk kepada pembicaraan utama pada webinar kali ini, yaitu seputar teater yang berkarya di tengah pandemi. “Selain pementasan di atas panggung, ya bisa di rumah. Sebenarnya teater hanya membutuhkan tempat, penyaji (pekerja dan pemain), dan penonton. Tempat bisa dimana aja, pada akhirnya sekarang tempatnya lari ke dunia digital atau dunia maya. Kalau sudah ada penyaji, ya tinggal cari penontonnya siapa. Kita bersaing dengan konten-konten yang ada di dunia digital, entah yang ada di Instagram, atau yang ada di YouTube,” tutur Kak Rangga.

Kak Rangga juga menyampaikan akan pentingnya imajinasi bagi seorang aktor. Imajinasi itu juga bisa diperoleh dengan observasi. Selain itu, ketika berbicara mengenai sutradara, narasumber pun menyampaikan bahwa seorang sutradara memegang peran yang sangat penting. Tidak hanya menggerakkan orang-orang, tetapi juga harus memahami banyak hal, seperti acting, setting-an pada zaman apa, bagaimana kecocokan antara dialog dengan adegan, dll. Jadi, seorang sutradara harus mempunyai kemampuan mengambil keputusan.

Kegiatan webinar kali ini berlangsung dengan sangat menarik. Ditambah lagi pada akhir acara, dilakukan pengundian 2 nama peserta yang berhak mendapatkan saldo OVO sebesar Rp 25.000 masing-masingnya. Sebelum pengundian, panitia juga menampilkan dokumentasi pemberian plakat kepada narasumber sebagai ucapan terima kasih atas kesediaannya menjadi narasumber pada kegiatan webinar kali ini. Tak lupa, dilakukan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi sebelum para peserta dipersilakan untuk meninggalkan meeting room. Semoga materi serta pengalaman yang diberikan oleh Kak Rangga Riantiarno dapat menjadi bekal bagi kita, secara khusus bagi peserta yang tertarik untuk ikut terjun di dalam dunia teater.

Penyesuaian Sektor Perpajakan Akibat Covid-19

Setelah hampir 1 tahun Covid-19 melanda tanah air, begitu banyak penyesuaian yang dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga stabilitas negara, mulai dari penerapan protokol kesehatan sampai berbagai kebijakan relaksasi bagi masyarakat. Hal ini bertujuan agar stabilisasi di berbagai sektor dapat terjaga dengan baik, sehingga bisa berjalan produktif dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia. Salah satu sektor yang mengalami perubahan ialah bidang perpajakan, dimana aturan mengenai wajib pajak disesuaikan lagi guna memudahkan individu atau badan usaha untuk menjalankan kewajibannya kepada negara di tengah pandemi ini. Untuk memahami penyesuaian tersebut, LPAM TSM mengadakan webinar dengan mengangkat tema “Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Perpajakan di Indonesia” yang dibawakan langsung oleh Bapak Agus Supriyanto, S.E. selaku product & services director of LM Farmasi, serta trainer of  BPSDM IKA UNPAD.

Dalam webinar tersebut, beliau menyampaikan bahwa penyebab pentingnya penyesuaian aturan perpajakan di Indonesia ialah karena sumber pendapatan negara sebesar 83.06% berasal dari penerimaan pajak. Selain itu, salah satu insentif relaksasi dalam bidang perpajakan adalah PPh Final UMKM DTP. “Melalui kebijakan ini, PPh Final UMKM tidak perlu disetor, namun ditanggung langsung oleh pemerintah dan pelaku usaha cukup membuat laporan saja. Selain itu, ada Pembebasan PPh 22 impor diberi fasilitas agar harga beli para pelaku usaha menjadi lebih murah dan mampu menjual dengan harga yang lebih bisa diserap oleh pasar,” jelasnya.

Walaupun dapat menurunkan penerimaan perpajakan, kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong perekonomian negara agar terus bertumbuh secara bertahap. Pertumbuhan ini bertujuan untuk memulihkan pendapatan setiap warga negara yang akhirnya bisa mengembalikan penerimaan perpajakan di masa mendatang.

Acara berlangsung dengan sangat seru dan interaktif, pihak penyelenggara mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada narasumber yang sudah menyempatkan waktunya untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa/I TSM. Semoga materi pembelajaran yang diberikan dapat menambah wawasan mahasiswa, serta mampu memberikan manfaat sebanyak-banyaknya melalui aplikasi-aplikasi bidang perpajakan yang nantinya akan meningkatkan kualitas perpajakan di Indonesia.