Hebat… Prestasi Tiada Henti!

Sesuai dengan julukannya “Kampus Juara”, kini TSM menghadirkan kembali prestasi nasional yang membanggakan. Tim TSM yang beranggotakan Alfredo Arinda Pratama, Dahlia Gunawan, dan Nina kembali menyumbangkan piala kemenangan juara ke 2 dalam Kompetisi Access UNS 2020 yang diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret pada tanggal 15-17 November 2020.

Dalam kompetisi kali ini, TSM berhasil mengalahkan beberapa tim dari universitas lainnya, seperti Universitas Widya Mandala, Universitas Padjajaran, dan lain sebagainya. Tim TSM melalui berbagai tahap untuk mencapai kejuaraan, mulai dari tahap penyisihan, yaitu dengan mengisi soal dan mengerjakan teka-teki silang melalui platform zoom serta website yang telah disediakan, kemudian dilanjutkan dengan tahap semi-final, yaitu dengan mengerjakan paper sesuai tema yang diundi oleh setiap tim, hingga tahap final, yaitu membuat video presentasi dari paper yang telah dibuat.

“Banyak sekali pengalaman yang didapatkan, pastinya teamwork, strategi dalam menghadapi setiap babaknya, dan pastinya ilmu akuntansinya menjadi semakin mujarab,” jelas Dahlia. Persiapan yang dilakukan oleh Dahlia, salah satu anggota Tim TSM ini, tidak lain adalah berdoa dan juga menenangkan diri agar siap dan lancar dalam menghadapi kompetisi ini. Tim TSM tentu merasa senang dan bangga karena berhasil berprestasi dan mengharumkan nama TSM lagi di kancah nasional.

Tim TSM berhak mendapatkan piala, piagam, serta uang tunai sebagai penghargaan akan hasil memuaskan yang telah dicapai. Semoga dengan tercapainya prestasi ini, Tim TSM tidak hanya berhenti sampai di sini, namun terus berjuang untuk mengasah skill serta strategi untuk menggapai prestasi-prestasi gemilang lainnya. Sekali lagi, selamat kepada Tim TSM yang berjaya!

TSM Menyapu Bersih Tahta Kejuaraan

Sungguh mengagumkan, Tim TSM kembali merebut juara dalam “Parahyangan National Accounting Challenge 2020”. Berkat semangat yang luar biasa, tim TSM berhasil menduduki 3 tangga kejuaraan dalam kompetisi tersebut. Menjadi juara dalam kompetisi ini bukanlah perkara yang mudah, karena setiap peserta harus bertarung melawan mahasiswa dari universitas di seluruh Indonesia. Selain itu, peserta juga harus melewati beberapa tahapan sengit yang telah disediakan oleh panitia. Seluruh tahapan tersebut diselenggarakan secara online dengan menggunakan platform zoom, youtube premier serta platform dari PNAC 2020 itu sendiri.

Pada Babak preliminary, seluruh peserta harus menjawab soal teori, hitungan, serta isian singkat secara individu maupun kelompok. Selanjutnya, 12 tim dengan perolehan poin terbanyak akan bertarung kembali dalam babak quarter final. Pada babak ini, peserta diberikan soal hitungan berupa isian panjang yang dikerjakan secara berkelompok. Setelah itu, 6 tim dengan perolehan poin terbanyak berhak mengikuti babak semi-final. Babak ini terbilang unik, karena setiap tim berlomba-lomba untuk melancarkan strateginya agar dapat membuat garis vertikal maupun horizontal dari papan bingo yang telah disusun sebelumnya. Akhirnya, setelah melewati proses panjang, hanya tersisa 3 tim terbaik yang siap memperebutkan posisi teratas. Pada babak penentu tersebut, setiap tim akan mempresentasikan topik yang telah diberikan oleh panitia. Topik ini berkaitan dengan “Dampak Covid-19 terhadap Dunia Akuntansi” yang merupakan keseluruhan tema dari babak tersebut.

Dalam kompetisi kali ini, TSM mengirimkan 3 tim luar biasa dan berhasil menduduki juara 1, 2 serta harapan 2. Juara pertama diraih oleh tim B yang beranggotakan Immanuel Harley, Christi, dan Denia Laura Naziffah. Disusul dengan juara 2 yang diraih oleh Alfredo Arinda, Dahlia Gunawan, dan Nina dari tim C. Sedangkan, juara harapan 2 diraih oleh tim A yang beranggotakan Sella Erlina, Alvin, serta Stefani.

Immanuel Harley sebagai perwakilan lomba membagikan ceritanya seputar persiapan yang dilakukan sebelum lomba. Ia beserta dengan timnya melakukan review materi, menyiapkan mental, serta berdoa agar dapat memberikan yang terbaik dalam lomba tersebut. “Bersyukur dan bangga bisa menjadi bagian dari tim lomba TSM selama 2 tahun dan mampu memberikan hadiah terbaik untuk TSM di lomba ini. Selain itu, ada juga pengalaman yang di dapat dalam lomba ini, seperti memperoleh wawasan baru terkait sitasi pandemi Covid-19,” ujar Immanuel Harley.

Sebagai bentuk apresiasi atas keringat maupun jerih payah yang telah ditumpahkan, seluruh pemenang lomba berhak mengantongi uang tunai dengan nominal tertentu.

Sekali lagi, selamat untuk tim TSM yang telah berhasil menguasai panggung kejuaraan, semoga kemenangan yang telah diraih tidak hanya berhenti disini!

 

To be a champion, you don’t need power, you need training – Quotes

Berkolaborasi dalam Dunia Usaha

Seorang wirausaha pastinya sering berangan-angan untuk memperoleh perjalanan kesuksesannya di masa mendatang. Tentunya untuk mencapai tangga kesuksesan tersebut bukanlah perkara yang mudah, karena seorang wirausaha harus melakukan segala cara dalam meraihnya. Namun tidak perlu khawatir, sebagai makhluk sosial sudah selayaknya bekerja sama untuk saling berpegangan tangan mendukung serta mendorong keberhasilan bersama. Dalam dunia usaha yang sudah semakin maju, setiap penggerak usaha mulai menggunakan istilah “kolaborasi” dalam bisnisnya. Untuk mengenal ornamen kolaborasi ini secara mendalam, Entrepreneur Development Center TSM mengadakan webinar dengan mengangkat tema “Kreatif Berkolaborasi Dalam Kewirausahaan yang dibawakan oleh Ibu Kencana Wulansari Soesilo. Jika melihat jenjang karirnya, beliau sendiri pernah bekerja dalam bidang perbankan selama kurang lebih 12 tahun dan kemudian beralih menajdi seorang wirausahawan dengan mendirikan Elevate yang berspesialisasi dalam bidang communication serta public speaking skill.

Pada awal materi, beliau memaparkan kondisi ekonomi dalam kurun waktu 10-15 tahun terakhir yang cenderung mengalami pergeseran besar. “Dulu kita bergantung dengan Sumber Daya Alam, sekarang lebih berusaha explore Sumber Daya Manusia untuk menciptakan Human Standard yang akhirnya bisa membentuk suatu pemahaman kalau manusia itu bisa diberdayakan, sehingga seluruh potensinya dapat digali dengan baik. Ada unsur ekonominya juga yang bisa menjadi tonggak dalam perekonomian Indonesia untuk membuat ekonomi kreatif,” jelasnya.

Penggerak atau kunci dari industri kreatif ini tidak lain adalah kolaborasi. Kolaborasi ini akan menghasilkan interaksi, diskusi, kompromi dan juga kerjasama. “Kolaborasi merupakan term yang paling sering digunakan. Di mulai dari bagaimana kita bisa membangun interaksi seperti melakukan banyak hal. Nah, akhirnya ada kerjasama yang bisa kita lakukan bareng”, jelas narasumber.

Setelah pemaparan materi selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta yang ingin mengajukan pertanyaan dapat langsung menyampaikannya melalui fitur meeting chat atau raise hand. Nampaknya, webinar ini sedari awal sudah mengundang banyak perhatian mahasiswa TSM, terbukti dari jumlah partisipan yang hampir melampaui 200 peserta ditambah lagi dengan kegesitan para peserta dalam mengajukan pertanyaan kepada narasumber.

“Dari pengalaman saya sendiri pastinya kalau memulai usaha dari yang kecil dulu. Lalu kita punya teman yang usahanya sama kecil juga. Kekuatan dari usaha kecil ini sebenarnya juga besar, jangan takut apakah saya harus berkolaborasi dengan yang besar supaya hasilnya kelihatan. Itu bisa juga kalau kita sudah benar-benar tahu how to get back. Tapi good thing tentang berkolaborasi yang sama-sama kecil ini bisa saling evaluasi dan belajar. Sehingga, bisa mendapat hal yang lebih besar nantinya,” ujar narasumber ketika menjawab pertanyaan salah satu peserta yang menanyakan cara agar dapat mengembangkan bisnis kecil bersama dari hasil kolaborasi tersebut.

Selanjutnya, seperti biasa, seluruh peserta dipersilahkan menyalakan kameranya untuk kebutuhan dokumentasi. Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi.

Semoga dengan diadakannya webinar ini, dapat membuka cara pandang seluruh partisipan dalam menggunakan aspek kolaborasi sebagai penunjang keberhasilan usahanya.

Getting Your Study Abroad Opportunities

Sebagai sarana untuk mendukung mahasiswa yang ingin melanjutkan studinya di luar negeri, secara khusus melalui jalur beasiswa, TSM ikut berpartisipasi dalam Webinar #YukStudyAbroad yang diselenggarakan oleh Schoters pada tanggal 28 November 2020 melalui platform zoom. Webinar tersebut tentunya sangat menarik minat banyak mahasiswa, mulai dari yang masih berada di semester muda, semester tua, bahkan yang sudah lulus kuliah. Pembicara dari webinar kali ini adalah Dr. Radyum Ikono, yang merupakan CEO dari Schoters. Beliau telah menempuh pendidikan di beberapa universitas luar negeri, yaitu NTU Singapore, Tsukuba University, dan University of Tokyo (A quasi-joint degree with Matsumoto Dental University). Selain itu, beliau juga merupakan penerima 10 beasiswa bergengsi di luar negeri. Riwayat pendidikannya yang sangat memukau, membuat banyak mahasiswa tertarik untuk berkuliah di luar negeri pula.

Dr. Radyum Ikono memberikan beberapa contoh beasiswa yang dapat di apply, seperti Ireland Government Scholarship, Chevening Scholarship, MEXT Scholarship Ritsumeikan University, Hungaricum Stipendum, Turkiye Buslari, Master in Work Psychology Erasmus, Swedish Institute Scholarship, Fullbright Scholarship, Chinese Government Scholarship at University of Hohai, Taiwan MOE Scholarship, Australia Award Scholarship, dan masih banyak lainnya. Selain itu, pembicara juga memberikan sedikit garis besar dalam penulisan essay, dimana di dalam essay harus berisi tentang alasan memilih major tersebut, alasan mengapa memilih kampus dan negara tersebut, alasan mengapa Anda yakin akan meraih kesuksesan, dan apa yang akan Anda lakukan setelah lulus.

“Buat saya bukan studinya yang penting, tetapi bahwa teman-teman keluar Indonesia, merasakan dunia internasional, apakah dengan S2, S3, atau student exchange, buat saya itu yang penting. Saya pengen banget teman-teman menambah jumlah anak Indonesia yang menjadi diaspora. Rasakan belajar banyak dari budaya-budaya yang ada di luar. Pengen banget saya melihat anak Indonesia berjaya di pentas dunia. Itu harapan saya mendirikan Schoters,” ucap Dr. Radyum Ikono sebagai closing statement.

Semoga dengan terlaksananya webinar mengenai study abroad ini, para peserta dapat lebih terdorong dan termotivasi untuk melanjutkan studi di luar negeri sehingga dapat mengharumkan nama TSM dan juga nama Indonesia di lingkup internasional.

Financial Planning & Analysis in FinTech Industry

Mengikuti perkembangan zaman yang kian canggih, TSM juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa/i-nya untuk terus mengembangkan pengetahuan, khususnya di bidang Financial Technology Industry, salah satunya dengan mengadakan webinar yang mengangkat tema “Financial Planning & Analysis (FP&A) in FinTech Industry”. Webinar ini dibawakan oleh Ibu Annisa Kanti sebagai host dan menghadirkan salah satu pembicara yang sangat ahli di bidangnya, yaitu Bapak Agustinus Restu Prasetyo selaku Business Planning Manager di DANA Indonesia. Adapun tamu yang turut hadir dalam webinar kali ini, di antaranya Bapak Awang Samudra selaku Tax Manager DANA Indonesia dan Bapak Aan Yulianto selaku Management Information System Manager. Webinar ini dibuka dengan kata sambutan dari Ibu Friska Firnanti S.E., M.M. selaku Ketua Program Studi Akuntansi TSM.

Bapak Agustinus Restu Prasetyo yang akrab dikenal dengan sebutan Bapak Restu, merupakan sosok yang sangat berpengalaman di dunia finance, terbukti dengan beberapa jejak karirnya. Beliau pernah bekerja di PT. Bank ICBC Indonesia sebagai Budget & Analysis Manager, di United Overseas Bank bagian Budget and Forecast Analysis, di Bank Danamon, dan juga di Standard Chartered Bank bagian Consumer Banking Business Finance. Bapak Restu juga merupakan lulusan Bachelor of Financial Management dan Master of Science di Universitas Indonesia.

Di awal webinar ini, pembicara membahas mengenai perbedaan Accounting dan Finance, dimana bidang Accounting memiliki ruang lingkup seputar apa yang telah terjadi di masa lalu, sedangkan Finance memiliki ruang lingkup seputar apa yang akan terjadi di masa depan. Setelah itu, pembicara mulai masuk ke materi tentang Financial & Planning Analysis, dimana bidang FP&A ini fokus kepada 3 hal, yaitu budgeting, forecasting, dan analysis. Selain itu, pembicara juga menjelaskan bagaimana kriteria orang yang cocok untuk bekerja di bidang FP&A.

Sebagai bentuk penghargaan kepada pembicara, TSM memberikan sertifikat apresiasi setelah materi selesai dipaparkan. Setelah itu, dilakukan pula sesi foto bersama pada akhir acara sebagai bentuk dokumentasi.

Semoga dengan terlaksananya webinar kali ini, dapat lebih memperluas wawasan para peserta mengenai dunia FP&A dan juga membuka pandangan peserta yang tertarik untuk bekerja di bidang tersebut kemudian hari.

Strategi Kuat Menghantarkan TSM pada Kejuaraan!

Berbekal pengetahuan yang mumpuni serta strategi yang kuat, Tim TSM kembali membawakan prestasi yang menggembirakan dalam lomba IPB Accounting Competition (IAC) yang diselenggarakan oleh Institut Pertanian Bogor pada tanggal 22 November 2020. Anggota tim yang berhasil meraih gelar juara 2 tersebut adalah Alfredo Arinda Pratama, Dahlia Gunawan, dan Nina. Sudah tidak asing didengar, kompetisi ini juga dilaksanakan secara virtual melalui platform zoom.

Kompetisi kali ini menguji pengetahuan dan kemampuan teknis para peserta di bidang akuntansi, perpajakan, dan auditing yang terdiri dari babak penyisihan, semifinal, dan final. Di babak final, peserta diuji mengenai pengetahuan perpajakan di masa pandemi Covid-19 ini oleh para juri.

Sebagai bentuk persiapan diri untuk berjuang melawan tim lainnya, tim TSM tidak hanya mempelajari materi yang akan diujikan saat lomba, tetapi juga berdiskusi mengenai strategi dan peraturan pada setiap tahap lomba. Tim TSM membuktikan mampu bersaing dengan beberapa universitas ternama, seperti Universitas Indonesia, Universitas Parahyangan, Universitas Padjajaran, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Universitas Sumatera Utara, Universitas Diponegoro, Binus University, dan universitas lainnya.

“Pengalaman yang di dapatkan kali ini yaitu selalu belajar seberapa besar pun hasil yang pernah dicapai sebelumnya. Setiap memasuki tahap baru, kita harus mulai dari 0 lagi. Di dalam lomba ini, kami juga mendapatkan pengetahuan baru tentang kebijakan pemerintah dan tujuannya yang ingin dicapai pada saat pandemi ini,” tutur Nina, salah satu anggota Tim TSM.

Sebagai bentuk apresiasi, Tim TSM berhak mendapatkan uang tunai dari pihak penyelenggara. Selamat untuk Tim TSM atas prestasi yang telah dituaikan! Semoga kabar gembira ini dapat semakin membangkitkan semangat para mahasiswa TSM untuk terus berkarya dan berprestasi, khususnya dalam masa pandemi ini.

 

The key is not the will to win… everybody has that. It is the will to prepare to win that is important. – Quotes

Mengenal Pasar Modal Lebih Dekat Bersama Galvest TSM

Galeri Investasi sudah lama menjadi wadah bagi mahasiswa Trisakti School of Management untuk mempelajari seputar investasi. Disinilah tempat lahirnya calon-calon investor hebat yang akan menetapkan pilihan terbaik untuk memperoleh keuntungan di masa depan. Imbal balik tersebut tentunya bukan merupakan sebuah keberuntungan semata, karena seorang investor biasanya sudah memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk dapat berinvestasi di pasar modal, sehingga mampu menentukan pilihan yang tepat. Berbekal kesadaran mengenai pentingnya wawasan tentang pasar modal, Galeri Investasi TSM mengadakan webinar dengan mengangkat tema “Basic Knowledge About Capital Market”. Webinar tersebut juga merupakan salah satu rangkaian acara dari program kerja “GalVest Open House” yang bertemakan “Exploring The Marvelous Capital Market”. Acara ini terbuka untuk umum dan diselenggarakan melalui platform zoom.

Sebagai pembuka, adapun beberapa sambutan yang disampaikan, salah satunya Bapak Emir Kharismar, S.E., M.B.A, RSA, CRP., selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan, Beasiswa dan Alumni, serta dosen pembimbing 2 Galeri Investasi Trisakti School of Management. Dalam sambutannya, beliau berterima kasih kepada seluruh peserta yang sudah hadir, baik dari civitas akademika TSM, mahasiswa dari perguruan tinggi luar, maupun masyarakat umum. “Mudah-mudahan nanti bisa lebih mengoptimalkan lagi dalam hal capital gain. Tentunya harapan kita dapat megenal pasar modal, merasakan capital gain dan juga benefit-benefit lainnya di pasar modal Indonesia,” ujar beliau dalam sambutannya.

Setelah sambutan selesai, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber. Pemaparan materi kali ini dibawakan langsung oleh mahasiswa Trisakti School of Management yang sudah profesional serta memiliki sejarah kemenangan dalam berbagai kompetisi pasar modal. Mahasiswa tersebut ialah Salvian Vernando selaku President of Galvest 2018/2019, Yesi Lestari selaku Vice President of Galvest 2018/2019, Valery Rafsa selaku President of Galvest 2019/2020, dan Aurellio Fadel Nugroho selaku Head of Galvest Finance Division 2019/2020.

Untuk menghindari kejenuhan para peserta, webinar tersebut dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama dibawakan oleh Aurellio Fadel Nugroho dan Valery Rafsa. Dalam sesi tersebut, narasumber mengupas dengan jelas mengenai dasar-dasar capital market yang salah satunya memuat tentang beberapa pilihan produk investasi. Produk investasi terbagi menjadi 2 kategori yakni, Real Asset dan Financial Asset. “Investasi itu ngga selalu melulu saham, reksadana, emas dan segala macamnya. Saham, obligasi, reksadana itu namanya Financial Asset, jadi merupakan asset-aset keuangan yang kita sebenarnya ngga bisa lihat secara langsung,” jelas Aurellio Fadel Nugroho. Sebagai penutup sesi pertama, Valery Rafsa menambahkan bahwa, “Di dalam stock market itu kita berbicara tentang future forecasting not past, jadi menurut saya ini waktu yang tepat untuk teman-teman berinvestasi karena harganya belum menyentuh harga sebelum corona,” ujarnya.

Sesi kedua tentunya tidak kalah menarik dari sesi sebelumnya, karena sesi ini membahas sebuah tema kecil berkaitan dengan “Gaining Potential Stock” yang dijelaskan oleh Yesi Lestari dan Salvian Fernando. Dalam sesi ini, narasumber memperkenalkan metode “Canslim” yang dapat diterapkan jika ingin memilih saham potensial untuk dapat diinvestasikan dalam jangka panjang. “C dan A merupakan tinjauan dari segi kinerja perusahaan sebelumnya. N merupakan rencana perusahaan ke depannya seperti apa dan Slim merupakan tinjauan dari aktivitas bursa harian atau mingguan,” jelas Yesi Lestari dalam membedah makna dari suku kata metode tersebut. Sebagai penutup, Valery Rafsa memberikan kesimpulan bahwa “Metode ini sebenarnya bukan merupakan keharusan, tetapi hanya sebagai alat bantu teman-teman dalam menganalisa apakah saham ini baik dibeli atau ngga,” jelasnya.

Dalam setiap sesi, moderator juga membuka kesempatan kepada partisipan untuk bertanya. Setelah sesi tanya jawab selesai, moderator mempersilakan seluruh peserta menyalakan kameranya untuk sesi dokumentasi. Sebelum acara diakhiri, panitia mengadakan ice breaking agar membuat suasana lebih cair dengan menggunakan aplikasi kahoot. Dalam ice breaking ini, peserta berlomba-lomba untuk menjawab kuis dengan benar seputar materi yang telah disampaikan.

Begitulah keseruaan dari acara GalVest Open House, semoga kegiatan ini juga dapat mempererat tali persaudaraan antara pihak internal maupun eksternal, serta dapat membuka pandangan baru bagi seluruh partisipan dari materi yang telah disampaikan. Sampai bertemu di acara selanjutnya!

Berkolaborasi dalam Dunia Usaha

Seorang wirausaha pastinya sering berangan-angan untuk memperoleh perjalanan kesuksesannya di masa mendatang. Tentunya untuk mencapai tangga kesuksesan tersebut bukanlah perkara yang mudah, karena seorang wirausaha harus melakukan segala cara dalam meraihnya. Namun tidak perlu khawatir, sebagai makhluk sosial sudah selayaknya bekerja sama untuk saling berpegangan tangan mendukung serta mendorong keberhasilan bersama. Dalam dunia usaha yang sudah semakin maju, setiap penggerak usaha mulai menggunakan istilah “kolaborasi” dalam bisnisnya. Untuk mengenal ornamen kolaborasi ini secara mendalam, Entrepreneur Development Center TSM mengadakan webinar dengan mengangkat tema “Kreatif Berkolaborasi Dalam Kewirausahaan yang dibawakan oleh Ibu Kencana Wulansari Soesilo. Jika melihat jenjang karirnya, beliau sendiri pernah bekerja dalam bidang perbankan selama kurang lebih 12 tahun dan kemudian beralih menajdi seorang wirausahawan dengan mendirikan Elevate yang berspesialisasi dalam bidang communication serta public speaking skill.

Pada awal materi, beliau memaparkan kondisi ekonomi dalam kurun waktu 10-15 tahun terakhir yang cenderung mengalami pergeseran besar. “Dulu kita bergantung dengan Sumber Daya Alam, sekarang lebih berusaha explore Sumber Daya Manusia untuk menciptakan Human Standard yang akhirnya bisa membentuk suatu pemahaman kalau manusia itu bisa diberdayakan, sehingga seluruh potensinya dapat digali dengan baik. Ada unsur ekonominya juga yang bisa menjadi tonggak dalam perekonomian Indonesia untuk membuat ekonomi kreatif,” jelasnya.

Penggerak atau kunci dari industri kreatif ini tidak lain adalah kolaborasi. Kolaborasi ini akan menghasilkan interaksi, diskusi, kompromi dan juga kerjasama. “Kolaborasi merupakan term yang paling sering digunakan. Di mulai dari bagaimana kita bisa membangun interaksi seperti melakukan banyak hal. Nah, akhirnya ada kerjasama yang bisa kita lakukan bareng”, jelas narasumber.

Setelah pemaparan materi selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta yang ingin mengajukan pertanyaan dapat langsung menyampaikannya melalui fitur meeting chat atau raise hand. Nampaknya, webinar ini sedari awal sudah mengundang banyak perhatian mahasiswa TSM, terbukti dari jumlah partisipan yang hampir melampaui 200 peserta ditambah lagi dengan kegesitan para peserta dalam mengajukan pertanyaan kepada narasumber.

“Dari pengalaman saya sendiri pastinya kalau memulai usaha dari yang kecil dulu. Lalu kita punya teman yang usahanya sama kecil juga. Kekuatan dari usaha kecil ini sebenarnya juga besar, jangan takut apakah saya harus berkolaborasi dengan yang besar supaya hasilnya kelihatan. Itu bisa juga kalau kita sudah benar-benar tahu how to get back. Tapi good thing tentang berkolaborasi yang sama-sama kecil ini bisa saling evaluasi dan belajar. Sehingga, bisa mendapat hal yang lebih besar nantinya,” ujar narasumber ketika menjawab pertanyaan salah satu peserta yang menanyakan cara agar dapat mengembangkan bisnis kecil bersama dari hasil kolaborasi tersebut.

Selanjutnya, seperti biasa, seluruh peserta dipersilahkan menyalakan kameranya untuk kebutuhan dokumentasi. Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi.

Semoga dengan diadakannya webinar ini, dapat membuka cara pandang seluruh partisipan dalam menggunakan aspek kolaborasi sebagai penunjang keberhasilan usahanya.

 

Puncak Perayaan Dies Natalis TSM ke-46

Menutup bulan November dengan penuh makna, Trisakti School of Management mengadakan perayaan Dies Natalis yang ke-46. Dengan tetap mengikuti protocol kesehatan, penyelenggaraan Dies Natalis ke-46 yang bertemakan “Transforms You for A Brighter Future” ini dilaksanakan secara online dengan menggunakan platform zoom dan streaming Youtube. Walaupun hanya dapat menyaksikan acara melalui layar kaca masing-masing, ternyata tidak mengurangi kemeriahan perayaan dari Dies Natalis kali ini. Perayaan ini berlangsung dengan sangat padat selama hampir 3 jam dan dihadiri oleh sekitar 700 partisipan. Acara dibuka dengan pemutaran lagu kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan dengan mengheningkan cipta serta pemutaran lagu Hymne Trisakti persembahan Unit Kegiatan Mahasiswa Trischmavoca.

Tidak hanya seputar perayaan semata, TSM juga mengadakan expert talk dengan mengundang pembicara dari luar negeri yakni Mr. Dev Ramnarine, FCCA serta Mr. Manish Gidwani, ACCA., MSc., selaku moderator. Tema yang dibawakan adalah “Preparing for a World of Possibilities in the Digital Future”. Pembicara menjabarkan 4 poin penting. yaitu, four themes of change, the professional quotients, five zones of opportunity, dan meaningful work for the digital professional. Beliau juga memberikan imbauan kepada seluruh partisipan untuk menyimak materi sesuai dengan perspektif dari jenjang karir yang mereka emban. “There is hope in the digital transformation as it represents the way of change that will continue to revolutionize our environment and how we work create maximum multi opportunities along the way. Stay curiously engaged scanning your digital environment and be watch full intentional in securing your place in this future,” pesan beliau sebagai penutup materi. Seperti biasa, moderator membuka sesi pertanyaan kepada partisipan setelah pesan penutupan tersebut. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada pembicara serta moderator yang diserahkan oleh bapak Arya Pradipta S.E., Ak., M.E., CA., selaku Ketua Trisakti School of Management.

Tidak dapat dipungkiri, pandemi yang melanda dunia tentu memberikan dampak bagi seluruh masyarakat, khususnya dalam aspek finansial. Hal tersebut juga menimpa sebagian besar mahasiswa aktif TSM. Bersamaan dengan itu, TSM meluncurkan program bantuan yang dikenal dengan nama TSM Memanggil. “TSM Memanggil merupakan gerakan memberikan donasi dari alumni TSM dan Sivitas Akademika TSM dalam rangka membantu adik-adik mahasiswa aktif TSM yang terkena dampak finansial, sehingga mereka bisa terbantu untuk terus dapat berkuliah,” ujar Bapak Emir Kharismar, S.E., M.B.A., RSA., CRP. selaku Ketua Ikatan Alumni STIE Trisakti dalam memperkenalkan program TSM Memanggil.

Acara Dies Natalis ini juga dilengkapi dengan pembagian penghargaan kepada dosen maupun mahasiswa dalam berbagai kategori tertentu. Kategori penghargaan yang diberikan kepada dosen ialah penghargaan masa bakti, penelitian, dan hibah. Penerima penghargaan masa bakti dikategorikan berdasarkan pengabdian mulai dari 5 hingga 25 tahun. “Selama 15 tahun di STIE Trisakti, pastinya ada up and down yang harus dilalui bersama, tapi disini dapat dikatakan membaik, kemudian dari sisi indikator kepuasan kerja sendiri pun dapat dikatakan puas. Kalau tidak puas tidak sampai 15 tahun di STIE Trisakti,” ujar Bapak Wibisono, S.E., M.B.A selaku penerima penghargaan masa bakti 15 tahun.

Sedangkan, kategori penghargaan yang diberikan kepada mahasiswa berasal dari penghargaan sahabat perpustakaan, prestasi kejuaraan mahasiswa dari sisi akademis maupun non akademis dan beasiswa kuliah. Mahasiswa yang menerima penghargaan sahabat perpustakaan dinilai berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan salah satunya merupakan pemustaka dengan peminjam terbanyak selama periode ajar bulan September 2019 hingga Maret 2020. “Harapan saya adalah agar TSM terus dapat mengeluarkan mahasiswa-mahasiswi hebat lainnya agar menjadi orang-orang hebat untuk generasi penerus bangsa berikutnya. Sukses selalu untuk TSM!” harapan Monica selaku penerima penghargaan sahabat perpustakaan.

Sebagai pelengkap dari perayaan Dies Natalis ke-46 tahun ini, TSM juga mengadakan lomba cipta kreasi video, baik individu maupun kelompok untuk kategori mahasiswa dan pegawai. Para pemenang yang telah diumumkan akan memperoleh apresiasi berupa uang tunai dalam nominal tertentu. Selain itu, dalam Dies Natalis kali ini TSM juga memperoleh berbagai ucapan istimewa, baik dari sivitas akademika TSM maupun stakeholder TSM. “Selamat Dies Natalis ke-46 kepada STIE Trisakti, semoga TSM semakin sukses, maju, dan berjaya. Semoga dengan bertambahnya usia, TSM dapat mencetak lebih banyak generasi muda penerus bangsa yang siap bersaing dalam dunia global,” ujar Conny Siahaan selaku Country Head ICAEW.

Acara ini pun mendapat banyak dukungan dari para sponsor, sehingga dapat berjalan dengan baik. Sekali lagi, selamat memasuki lembaran ke-46 untuk kampus TSM, semoga banyak kreasi warna yang tercipta di usia genap ini. Sukses selalu untuk TSM! Doa serta harapan yang baik selalu menyertai…

Prepare Your Career Abroad

Melampaui ruang dan waktu, TSM telah melakukan perbincangan santai dengan beberapa alumni yang berada di negara lain dengan zona waktu yang berbeda tepat pada tanggal 19 November 2020. Kegiatan Alumni Talk dengan mengundang alumni dari luar negeri merupakan acara perdana yang dilakukan oleh TSM. Acara ini diikuti oleh sekitar 85 peserta, baik dari mahasiswa/i TSM, siswa-siswi SMA/SMK sahabat TSM, serta tamu undangan dan panitia. Para alumni yang diundang pada Alumni Talk kali ini tidak lain adalah Alicya Waty Tannato (angkatan 2014) yang saat ini bekerja di PwC Singapura, Eka Fitriani (angkatan 2013) yang saat ini bekerja di LBC Volwassenenonderwijs Belgium, dan Marcelline Danita (angkatan 2014) yang saat ini merupakan full time student di Southern Alberta Institute of Technology Program: Business Administration, serta sedang bekerja part time di Indo Canada Marketing Incorporation.

Acara ini dibuka dengan sambutan dari Bapak Arya Pradipta, S.E., Ak., M.E., CA. selaku Ketua TSM. “Kepada kakak-kakak alumni STIE Trisakti, terima kasih sekali lagi saya ucapkan, karena berkat kakak-kakak maka kita bisa berkompetisi di lingkup global,” tutur Bapak Arya.

Ketika ditanya mengenai nilai yang bisa diambil saat berkuliah di TSM, Alicya Waty Tannato menyampaikan, “Ada banyak banget nilai-nilai dari TSM yang bisa saya ambil dan saya implementasikan selama saya kerja di Deloitte Indonesia maupun di PwC Singapore. Salah satunya yaitu kedisiplinan, seperti menghargai waktu, misalnya kalau telat 5 menit saja sudah tidak bisa ujian. Sekarang saya bisa merasakan bahwa waktu itu sangat penting, apalagi saya sebagai konsultan, semua charge ke client itu pakai waktu. Yang kedua itu being professional. Maksudnya adalah being committed to something that you have to commit to with for the rest. Misalnya, waktu di TSM harus commit untuk lomba, atau jadi asisten dosen, atau berorganisasi karena saya juga dulu berorganisasi di Galeri Investasi, jadi sekarang ketika saya bekerja di PwC Singapore, what I have to focus is I have to commit to work.”

“Disini banyak juga orang yang kita sebut “bule” itu tidak bisa bahasa inggris. Jadi, buat kalian yang kepengen sekolah atau bekerja di luar negeri, misalnya di Eropa, atau di China,  selama kalian masih ada kesempatan di Indonesia, saya mohon kemampuan bahasanya ditingkatkan, terutama bahasa asing selain bahasa inggris. Itu sangat penting bagi better future-nya kalian,” kata Eka Fitriani mengenai pentingnya kemampuan bahasa di luar negeri.

Di penghujung acara, adapun pesan yang disampaikan oleh salah satu alumni, Marcelline Danita yaitu, “Sky is the limit. Kita tidak boleh membatasi diri kita sendiri karena kadang limitation itu hanya diciptakan oleh kita sendiri. Padahal sebenarnya kita bisa breakthrough itu, jadi jangan pernah membatasi diri sendiri, just do your best because sky still limit.

          Acara Alumni Talk ini terlaksana dengan sangat seru dan santai, terlebih ditambah dengan beberapa pertanyaan menarik yang diajukan oleh para peserta yang ingin lebih tahu mengenai tips-tips untuk bekerja di luar negeri, cara untuk survive dan beradaptasi, dan lain sebagainya. Semoga dengan terlaksananya Alumni Talk ini, para peserta dapat semakin terbuka wawasannya lewat cerita pengalaman seru serta perjuangan kakak-kakak alumni. Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada para alumni oleh Bapak Arya Pradipta, S.E., Ak., M.E., CA., serta sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas kesediaan para alumni untuk membagikan pengalamannya bagi para peserta. Semangat selalu di negeri orang lain dan terus membanggakan almamater TSM!