UKM Taekwondo TSM Sukses Borong 7 Medali di Kejuaran Tingkat Nasional Dewan Guru Taekwondo Indonesia

UKM Taekwondo TSM berhasil meraih 3 medali emas dan 4 perak dalam kejuaraan Dewan Guru Taekwondo Indonesia (DGTI) Championship 2023 Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga Indonesia. DGTI yang berlangsung di GOR Ciracas, Jakarta Timur pada 19-21 Mei 2023. Kejuaraan tingkat nasional ini memperebutkan Piala Kemenpora, dan diikuti lebih dari 2500 peserta dari seluruh Indonesia. TSM sendiri, mengirimkan 7 perwakilan mahasiswa yang merupakan anggota UKM Taekwondo. Diantaranya, 5 mahasiswa untuk perwakilan Kyorugi dan 2 mahasiswa untuk perwakilan Poomsae.

Rincian, perolehan medali UKM Taekwondo TSM sebagai berikut: tiga medali emas dipersembahkan oleh 2 Kyorugi dan 1 Poomsae yang diwakili oleh Nicolas Apriansyah (Kyorugi Senior Putra U-87 Kg), Ayu Sri Marta (Kyorugi Senior Putri (U-62 Kg), dan Gea Arshella (Poomsae Senior Putri). Lalu, untuk 5 perak dipersembahkan oleh 3 Kyorugi dan 1 Poomsae yang diwakili oleh Bonapentura Kristoper (Kyorugi Senior Putra U-87 Kg), Yunita Angela (Kyorugi Senior utri (U-46 Kg), Christopher Rizky Riyadi (Kyorugi Senior Putra U-80 Kg), dan Sri Rizki Widara (Poomsae Senior Putri). Semua perwakilan TSM berhasil meraih medali di masing-masing cabang dan kelas berbeda.

Bonapentura selaku salah satu perwakilan atlet untuk DGTI dan juga Ketua UKM Taekwondo TSM bercerita bagaimana persiapan semua perwakilan TSM ini untuk DGTI. “Kami dipush oleh pelatih untuk latihan selama sebulan sebelum DGTI berlangsung,” ucap Bona. Di tengah kesibukan para perwakilan TSM yang juga merupakan mahasiswa, mereka menyempatkan untuk latihan rutin bersama pelatih secara rutin di Kampus TSM Jakarta maupun Kampus TSM Bekasi. Bona menambahkan bahwa disela-sela waktu senggang pun, mereka gunakan untuk latihan.

Sebanyak 7 medali yang diraih tentu merupakan bentuk keberhasilan yang sangat berharga bagi tim UKM Taekwondo TSM dalam mengharumkan nama TSM. Bona berharap keberhasilan UKM Taekwondo TSM ini, dapat membuat para mahasiswa TSM tertarik dan termotivasi untuk menjadi bagian dari UKM Taekwondo TSM.

Di TSM mahasiswa tidak hanya dibimbing, diarahkan, dan dilatih untuk mempunyai mental juara di bidang akademik saja, namun UKM – UKM yang ada di TSM dan salah satunya UKM Taekwondo ini mampu menempa para mahasiswa agar memiliki mental juara dan dapat berprestasi di bidang yang diminati.

Selangkah Lebih Dekat Merintis Karir di Big 4!

Kabar gembira datang lagi bagi para mahasiswa TSM! Terutama mereka yang sudah menginjakkan kaki di semester akhir. Kali ini CDC bersama Ernst & Young berkolaborasi menghadirkan campus hiring bagi para mahasiswa tingkat akhir, lho! Eittss…., tunggu dulu, kenapa disebut sebagai kabar gembira sih? Ernst & Young atau yang juga dikenal sebagai EY merupakan firma jasa profesional multinasional yang berpusat di London, Inggris, Britania Raya. EY merupakan salah satu firma jasa profesional terbesar di dunia dan masuk menjadi salah satu dari firma audit Big 4. Reputasi dan profesionalisme EY yang mendunia, berhasil membawa EY dalam membangun beberapa afiliasi di berbagai negara, salah satunya Indonesia. Nah, karena itulah banyak mahasiswa jurusan akuntansi mengimpi-impikan untuk bekerja di perusahaan ini.

Kembali lagi kepada acara campus hiring yang diselenggarakan pada Jumat, 16 Juli 2023. Pada kesempatan kali ini EY membawa beberapa karyawannya yang juga merupakan alumni dari Trisakti School of Management. Acara dimulai dengan presentasi company profile yang dihadiri oleh Bapak Joe Lai selaku Financial Accounting Advisory Services Leader di EY Indonesia. Tentunya hal ini menjadi kesempatan langka dan berkesan untuk para mahasiswa TSM dapat berinteraksi dan mendengarkan sharing dari beliau. Memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun di Indonesia, Singapura, dan Kanada, beliau menyebutkan bahwa dalam melamar ke dalam dunia kerja bukan hanya semata-mata ‘ingin bekerja’ melainkan memikirkan karir seperti apa yang ingin dibangun ke depannya.

Menurut beliau, EY menjadi salah satu perusahaan yang dapat mewujudkan impian akan jenjang karir seseorang. Bukan semata-mata omong kosong belaka, Bapak Joe Lai memaparkan bahwa EY berfokus pada sustainability dan hal ini ditunjukkan di dalam program corporate social responsibility dari EY yang mengangkat tema ‘EY Ripple’. Dalam program ini, EY berkontribusi membangun kesejahteraan dan usaha masyarakat dengan memberikan bimbingan serta edukasi yang dapat mereka sediakan. Hal ini turut didukung dengan berbagai lini bisnis yang tersedia di dalam perusahaan. Beberapa lini bisnis yang ada yakni, assurance, tax, law, strategies and transactions, consulting, dan core business service.

Selain daripada lini bisnis yang tersedia, EY turut menunjang kesejahteraan para karyawannya. EY menyediakan beberapa program untuk pembelajaran berkelanjutan serta penghargaan atas hasil usaha para karyawan. Beberapa program tersebut adalah mobility4u dimana para karyawan akan diberikan penghargaan atas kerja kerasnya, serta terdapat program strategic & on demand mobility dan international transfers yang keduanya merupakan program transfer karyawan ke perusahaan EY lain yang berada di negara berbeda. Ditambah lagi terdapat beberapa kegiatan untuk mensejahterakan karyawan yang menepis statement bahwa menjadi karyawan Big 4 tidak akan mendapatkan work life balance. Beberapa kegiatan tersebut adalah EY Night, company outing, EY treasure hunt, EY care, offline coffee talk, assurance snack corner, EY health talk, dan masih banyak lagi.

Sesi berikutnya dilanjutkan dengan sesi sharing dari alumni TSM yang berbagi kisah dan pengalamannya selama menjadi karyawan EY. Dalam sesi sharing ini mereka menyampaikan beberapa hal yang harus dimiliki individu ketika berkeinginan untuk bekerja di EY, yaitu memiliki dan mengasah interpersonal skills, dimana mahasiswa diharuskan untuk mempunyai sense of curiosity yang tinggi karena learning akan terasa lebih mudah dan cepat jika kita memiliki keinginan dari dalam diri, ditambah lagi dengan sikap yang bold atau berani untuk bertanya ketika ada hal yang ingin diketahui. Tidak hanya itu sikap seperti adaptive, kolaborasi, komunikasi, dan persistent juga diperlukan di dalam dunia kerja.

Berikutnya adalah sesi yang paling ditunggu-tunggu dan menegangkan nih teman-teman! Para mahasiswa yang sudah mendaftar sebelumnya untuk mengikuti preliminary test akan diarahkan menuju masing-masing ruang untuk melaksanakan tes yang terdiri dari tes bahasa Inggris dan Assurance. Tentunya walaupun momen ini merupakan saat-saat yang menegangkan, namun pastinya juga sangat berkesan ya teman-teman! Kesempatan ini merupakan permulaan bagi mereka yang ingin melanjutkan karirnya di perusahaan internasional seperti EY!

Akhir kata best of luck bagi kita semua, jangan pernah berhenti untuk mencoba dan teruslah raih keinginan yang besar di dalam diri! Sampai jumpa di artikel lain!

TSM & Indonesia Marketing Association (IMA) Gelar Seminar “Dream to Become Entrepreneur” dalam Rangka Mendorong Pengembangan Youngpreneur

          Ketertarikan generasi muda di Indonesia untuk berwirausaha cukuplah tinggi sehingga muncul istilah baru seperti Youngpreneur. Banyak mahasiswa TSM yang tertarik dan bahkan sudah terjun kedalam dunia wirausaha. Bagi mereka yang belum pernah memulai usaha pun tidak jarang memiliki berbagai pertanyaan dan keraguan terhadap kemampuan diri pada saat memutuskan terjun di dunia usaha. Berkaitan dengan hal tersebut, TSM dan Indonesia Marketing Association (IMA) memiliki tujuan memperluas wawasan mahasiswa tentang cara menjadi wirausaha muda atau youngpreneur. Menggagas tema “Dream to Become Entrepreneur”, seminar ini dilaksanakan pada Jumat, 12 Mei 2023 di Ruang Auditorium TSM Jakarta. Hadir sebagai pembicara adalah Ade Wicaksono, Co-Founder & Chief Marketing Officer PT. Tiga Global Sejahtera (T-REC), VP Entrepreneurship & Tourism Indonesia Marketing Association (IMA) Jakarta, dan member Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI Jaya) Angkatan 2022.

             “Kata orang, menjadi pengusaha itu…” adalah kalimat yang ditanyakan Ade kepada peserta sebelum memulai seminar. Para peserta yang sangat antusias pun mencoba menjawab dengan berbagai macam jawaban. Dari berbagai jawaban yang dilontarkan para peserta, Ade menyimpulkan bahwa mahasiswa TSM sudah sangat aware dengan rintangan yang dihadapi saat seseorang tengah berwirausaha. Beliau pun mengatakan, pencapaian saat ini, adalah dari sekian banyak usaha yang pernah coba dilakukan.

Ketakutan untuk mencoba serta ragu untuk memulai, menjadi kendala utama bagi sebagian orang yang ingin memasuki dunia usaha. Belum lagi rasa malu akibat diacuhkan orang dan risiko lainnya. Hal itulah, yang terkadang menjadi sumber pesimistis untuk membangun usaha dan menjadi entrepreneur. Oleh karena itu, sebagai langkah awal, seseorang perlu menciptakan motivasi diri untuk menjadi seorang entrepreneur. Motivasi ini nantinya akan menumbuhkan jiwa kewirausahaan di dalam diri yang ingin terjun langsung dan merintis usaha atau bisnisnya. Beliau pun memberikan tips bagi para peserta yang hadir yaitu 5 + 1 Tips.

Dengan gaya penyampaian yang asik dan santai, Ade menjelaskan 6 tips atau disebut sebagai 5 + 1 Tips kewirausahaan yang harus dimiliki khususnya bagi para entrepreneur muda atau youngpreneur.

  1. What & Who. Definisikan mimpi dan tujuanmu dengan jelas serta terukur, dan tentukan siapa target customer Anda?
  2. Setiap usaha pasti butuh modal entah itu modal sendiri, angle investor, atau dari institusi keuangan.
  3. Setiap usaha tidak dapat berjalan ‘sendiri’ kalau ingin berkembang, bentuklah tim.
  4. Tentukan Langkah awal dan mulailah.
  5. Dengar setiap masukan dan kritikan untuk berkembang.
  6. Segala sesuatu yang baik hendaknya diawali dengan doa dan niat yang tulus.

Pelaksanaan seminar ini bertujuan menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa TSM di bidang kewirausahaan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong lahir lebih banyak youngpreneur yang inovatif, kreatif, dan memiliki usaha berkelanjutan. Jadi, bagi kalian anak muda yang ingin memulai usaha, janganlah takut untuk memulai karena usia muda bukanlah penghalang kalian menjadi entrepreneur sukses. So, what are you waiting for? Let’s be the next youngpreneur!

Company Visit: Kunjungan Mahasiswa TSM ke PT Orang Tua Group

Career Development Center (CDC) TSM bersama Senat Mahasiswa TSM menggelar kegiatan company visit ke PT Orang Tua (OT) Group, pada Jumat, 09 Juni 2023. Kegiatan yang dilaksanakan  pukul 13.00-16.20 WIB dihadiri kurang lebih 35 mahasiswa TSM yang berasal dari TSM Jakarta maupun TSM Bekasi. Kunjungan ini diadakan di Headquarters OT Group yang terletak di Jalan Lingkar Luar Barat Cengkareng, Jakarta Barat. Tujuan dari company visit ini adalah memberikan gambaran dunia kerja dan meningkatkan kesiapan kerja untuk para mahasiswa TSM program studi Manajemen dan Akuntansi.

Pukul 12.40 WIB semua peserta company visit yang sudah berkumpul di TSM Jakarta pun Bersiap untuk berangkat ke OT Group. Sesampainya di sana para peserta diarahkan menuju ke auditorium dan disambut dengan berbagai macam produk OT Group mulai dari air mineral hingga snack yang sering dijumpai diberbagai minimarket. Para mahasiswa disambut dengan sangat hangat oleh pihak OT Group.

Company Visit ini diawali dengan pemaparan history perusahaan yang sudah berdiri sejak tahun 1948 dan tetap berhasil eksis hingga saat ini. Kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari Bapak Harsono yang merupakan Chief of Human Resources Orang Tua Group. Beliau berharap kegiatan ini dapat memberikan gambaran yang lebih jelas kepada mahasiswa terkait realita bekerja di perusahaan. Setelah sambutan Bapak Harsono, dilanjutkan dengan pemaparan materi terkait kinerja Finance and Accounting OT Group yang dibawakan oleh Ibu Dewi Denuwati, Senior Head of Accounting Holding OT Group. Lalu, Ibu Juni Karlina yang merupakan Media Promotion and Data Analyst Director UPA melanjutkan pemaparan materi dengan tema FMCG Business Model in Indonesia.

Diakhir sesi pemaparan materi, para mahasiswa TSM sangat antusias menyampaikan pertanyaan – pertanyaan yang terkait manajemen perusahaan hingga pengaruh sistem akuntansi perusahaan dengan perkembangan teknologi. Setelah sesi tanya jawab berakhir dan dapat menjawab rasa penasaran para mahasiswa, maka acara berikutnya pemberian sertifikat dan plakat kepada kedua pemateri sebagai bentuk penghargaan atas materi dan pembelajaran yang diberikan kepada mahasiswa TSM.

Sesi selanjutnya merupakan sesi yang paling ditunggu-tunggu oleh para mahasiswa yaitu Office Tour. Namun, keterbatasan waktu membuat para mahasiswa hanya bisa mengunjungi spot tertentu saja, salah satunya adalah spot andalan OT Group yang terletak di lantai 5. Seluruh mahasiswa diijinkan untuk mengambil foto dan mem-postingnya di sosial media. Untuk menambah keseruan company visit, diakhir sesi Office Tour, OT Group menyiapkan Best Posting Challenge dan semua peserta diharapkan untuk mengikuti Challenge tersebut. OT Group juga memberikan hadiah kepada 3 orang beruntung untuk kategori Best Posting.

Berakhirnya sesi Office Tour menandakan berakhir pula company visit ini. Sebagai tuan rumah OT Group sangat berterima kasih dengan kehadiran para mahasiswa TSM yang sangat antusias. Pihak OT Group memberikan souvenir tote bag yang berisi berbagai macam produk snack mereka sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta. Company visit ini memberikan kesan mendalam bagi para mahasiswa yang hadir. Meskipun hanya berkunjung sebentar, banyak pengetahuan tentang industri FMCG yang diperoleh oleh para peserta.

Trisakti School of Management Menyelenggarakan 1st International Conference on Sustainability Accounting and Business (ICSAB)

            Trisakti School of Management (TSM) memiliki kerjasama internasional dengan berbagai institusi pendidikan tinggi di wilayah Asia. Dalam rangka menjalin Kerjasama internasional ini, maka TSM menyelenggarakan 1st International Conference on Sustainability Accounting and Business (ICSAB), yang berkolaborasi dengan ACCA, Universitas I-Shou di Taiwan, Universitas Burapha di Thailand, Universiti Kebangsaan Malaysia serta Asia E-University pada  16 Mei -17 Mei 2023 secara daring.

Konferensi ini diadakan untuk menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa mahasiswa TSM tidak hanya dapat melakukan penelitian tingkat nasional, namun juga mampu melakukan penelitian tingkat international, baik secara mandiri maupun berkolaborasi dengan para dosen. 1st ICSAB dihadiri kurang lebih 500 peserta dari dalam negeri dan luar negeri.

1st ICSAB dibuka oleh Bapak Arya Pradipta, S.E., Ak., M.E., CA. selaku pimpinan Trisakti School of Management dan dilanjutkan oleh Ibu Dr. Astrid Rudyanto, S.E., M.Ak., CSRS., CMA. selaku ketua penyelenggara  1st ICSAB.  Keynote speech pertama disampaikan oleh Prof. Ainun Naim selaku Ketua Pengurus Yayasan Trisakti. Beliau menyampaikan bahwa terdapat disaster di skala global hingga perusahaan dan akademisi penting untuk mencakup nilai etis dan keberlanjutan dalam kausa-kausa yang relevan. Selanjutnya, Dr. Sudeep Debkuumar dari BUUIC, Thailand  menyatakan bahwa sustainability accounting merupakan concern di komunitas luas dan telah berhasil mengupas isu pekerja hingga hak asasi. Isu seputar bidang Akuntansi yang terdampak kemajuan teknologi sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai eksistensi bidang akuntansi dalam dunia kerja menjadi topik menarik yang dibawakan oleh Bapak Irwanto Handojo,S.E.,M.Si. Beliau menekankan bahwa akuntansi lebih dari sekadar angka, melainkan mencakup seluruh aspek dalam berjalannya organisasi.

Hari kedua penyelenggaran 1st ICSAB 2023 tidak kalah menariknya. Pembicara di hari kedua ini terdiri dari Juhary Ali dari Asia E-University, Yimu Chen dari I-Shou University, Calvin Wong dari ACCA, dan Mohd Rizal Palil dari UKM, Malaysia.

Konferensi internasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas serta diseminasi hasil penelitian internal maupun eksternal. Isu-isu yang berkaitan dengan proses keberlanjutan di bidang akuntansi dan bisnis menjadi pembahasan dalam dua hari penyelenggaraan konferensi. Seperti yang kita ketahui, keberlanjutan dari sektor lingkungan, sosial, dan ekonomi merupakan agenda perubahan yang mendesak. Dunia ekonomi yang terus menerus berkembang, berhasil menimbulkan banyaknya isu-isu baru yang perlu diteliti dan ditelaah lebih jauh. Permasalahan inilah yang menjadi fokus dari konferensi internasional yang dilaksanakan oleh TSM, dimana melalui konferensi ini diharapkan diperoleh gambaran yang lebih jelas serta mitigasi dari segala isu seputar akuntansi dan bisnis

            Dengan kekayaan ilmu dan insight baru dari pembicara-pembicara yang terpandang, penyelenggaraan 1st ICSAB 2023 diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada para akademisi yang terlibat untuk mempresentasikan penelitian yang telah mereka susun, dan mendapatkan penilaian langsung dari panel internasional. Berjalannya ajang internasional ini di TSM juga mendorong mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam berpikir kritis, meningkatkan awareness akan isu terkini, dan mengasah skill menulis jurnal yang baik.

Mungkinkah Kita Membangun Bisnis di Era Baru?

Bisnis merupakan usaha yang dilakukan oleh individu atau kelompok dengan tujuan untuk memperoleh laba atau keuntungan. Tidak jarang kita terkagum-kagum dengan kemampuan pebisnis dalam memperbesar usahanya. Namun, tentunya perjalanan yang mereka lewati tidak semudah kelihatannya, lho! Ternyata oh ternyata, membangun sebuah bisnis sangat perlu diperhitungkan dengan sebaik mungkin. Mulai dari modal, produk atau jasa yang ingin diperjualkan, jumlah karyawan, hingga pasar dari bisnis itu sendiri. Lalu, di jaman sekarang ketika sudah banyak perusahaan yang saling bersaing satu sama lain, apakah akan mudah bagi kita untuk membangun bisnis di era ini?

Tunggu dulu, jangan pesimis terlebih dahulu ya! Pembicara kita yang satu ini punya solusinya! Dalam seminar How to Start Your Business in New Era, Bapak Billy Raffael Mokoginta yang merupakan seorang business partner vision menyampaikan pengalamannya menjadi seorang pebisnis asuransi di usianya yang masih terbilang muda. Seminar ini dilaksanakan pada Jumat, 5 Mei 2023 di auditorium lantai 8 kampus Jakarta dihadiri oleh 215 peserta yang terdiri dari mahasiswa jurusan S1 Akuntansi dan Manajemen.

Seminar diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan opening speech dari Ibu Nila Pusvikasari, S.E, M.M, CFP, CRP selaku Secretary of the Management Department. Dalam pidatonya, Ibu Nila berharap para mahasiswa menjadi lebih aware terhadap masa depan terutama bagaimana cara dalam memulai bisnis di era yang terus berubah. Setelah itu dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat apresiasi dan juga pemberian plakat kepada pembicara sebagai bentuk apresiasi dari TSM.

Tidak berselang waktu lama, pembicara pun mulai mengambil panggung dengan menyampaikan berbagai benefit yang sudah didapatkan sampai sejauh ini selama menjadi seorang pebisnis asuransi. Menurut Pak Billy, benefit ini tidak bisa didapatkan semua orang, terutama mereka yang dipaksa untuk bekerja dengan kejaran dari deadline. Berbeda dengan pekerjaan yang terpaku pada deadline, bisnis asuransi merupakan bisnis yang lebih santai yang memungkinkan para pekerja-nya untuk menikmati waktu yang mereka punya. Bisnis ini sendiri dinamai sebagai Vision yang merupakan bisnis naungan dari Allianz, yaitu perusahaan yang sudah berdiri dari tahun 1981 dan telah berhasil menjadi market leader dalam bidang asuransi di Indonesia.

Bukan hanya kesenangan, Pak Billy turut menyampaikan pemikiran dan simpatinya terhadap kesadaran para masyarakat di Indonesia yang masih kurang peduli tentang asuransi. Sedangkan tingkat kecelakaan, sakit, serta biaya pendidikan di Indonesia semakin tinggi. Namun, hal ini tidak diiringi dengan tingkat proteksi yang baik, terutama dari diri pribadi, salah satunya dalam bentuk asuransi. Menurut Pak Billy, bisnis asuransi perlu diperluas karena merupakan bisnis yang memiliki rekening proteksi berupa dana santunan jika pelanggan melalui kondisi yang kritis, tentunya santunan yang diberikan tersebut akan sangat membantu para pelanggan dalam melewati kondisi kritis tersebut.

 

Selain itu, menurutnya bisnis asuransi adalah bisnis yang simple, practical, easy, effective, dan duplicable, sehingga cara membangun bisnis inipun mudah untuk dilakukan di era saat ini. Bisnis asuransi juga memiliki tujuan yang mulia, dimana para partner tidak memerlukan pengalaman, modal, dan risiko, namun akan mampu untuk memperoleh kesempatan yang besar, pasar yang luar, imbalan yang sepadan, dan pengetahuan lebih mengenai sistem bisnis. Para partner tidak akan dilepas begitu saja ketika memasuki bisnis ini, melainkan akan dikelilingi oleh support system yang kuat, dimana mereka akan diberikan training secara gratis di tiap sabtunya.

Wah, insightful sekali bukan? Bisnis asuransi dapat menjadi pengalaman baru lho! Apalagi kini bisnis yang satu ini tidak akan menyita waktumu begitu banyak. Tentunya bisnis asuransi ini bisa menjadi salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan ya nantinya!

Yuk, Kenali PwC Lebih Dekat Melalui Open House Event!

Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar atau melihat perusahaan dengan nama “PricewaterhouseCoopers”? Tentunya bukan perusahaan keran ya teman-teman! PricewaterhouseCoopers atau yang biasa kita kenal sebagai PwC merupakan jaringan jasa profesional terbesar dan masuk sebagai salah satu dari empat firma akuntansi terbesar di dunia, bersama Deloitte, EY, dan KPMG. Perusahaan yang dikenal memiliki banyak kemitraan di seluruh dunia, termasuk Indonesia, telah menjadi pilihan bagi sebagian besar mahasiswa yang mengambil jurusan akuntansi.

Tentunya, tidak akan mudah bagi kita untuk merasa yakin dalam mendaftarkan diri ke suatu perusahaan tertentu tanpa adanya pengenalan lebih jauh tentang perusahaan yang akan dituju. Maka dari itu, dalam rangka mengenal PwC lebih ‘dekat’, kali ini mahasiswa TSM berkesempatan untuk mengunjungi perusahaan PwC yang terletak di Kuningan, Semanggi. Kunjungan ini dilaksanakan pada Jumat, 26 Mei 2023 dan dibagi menjadi 2 sesi. Sesi 1 dilaksanakan pada pukul 08.30 – 11.30 WIB dan sesi 2 dilaksanakan pada pukul 14.00 – 17.00 WIB. Hal yang unik adalah ketersediaan jadwal yang memberikan kebebasan bagi mahasiswa untuk memilih sesi sesuai dengan keinginan dan ketersediaan waktu mereka masing-masing. Tidak hanya mahasiswa semester 6 sampai dengan semester 8 dari TSM saja yang melakukan kunjungan ke PwC, namun turut berkunjung bersama mahasiswa lain yang berasal dari berbagai perguruan tinggi seperti, Untar, Binus, Atma Jaya,  Prasmul, UI, ITB, dan lain-lain.

Acara open house dibuka dengan sambutan oleh Bapak Adi Pratikto selaku Human Capital Partner PwC. Lalu dilanjutkan dengan ice breaking dimana para mahasiswa diminta untuk menyusun 10 paper cup tanpa menyentuh dengan tangan dan hanya menggunakan 2 karet serta 6 benang. Permainan ini bertujuan untuk melatih kekompakan para mahasiswa dalam membangun sesuatu yang sulit secara bersama-sama. Selesai ice breaking, acara selanjutnya sharing session tentang budaya perusahaan PwC yang terdiri dari Care, Make a Difference, Reimagine with Possible, Work Together, dan Act with Integrity. Setelah sesi ini, para mahasiswa diberikan kesempatan untuk bertanya jika ada hal-hal yang ingin diketahui lebih jauh tentang PwC.

Selain membahas budaya perusahaan, PwC juga mengajak para mahasiswa untuk mendengarkan sharing yang dibagikan oleh 5 partner PwC yang berasal dari divisi yang berbeda-beda yaitu, Assurance, Consulting, Advisory Deals, Tax & Legal Services, serta Human Capital. Tidak hanya mendengarkan sharing, para mahasiswa juga berkesempatan untuk mengunjungi booth dari masing-masing divisi pada Booth Visiting Session akan diadakan berbagai kegiatan dan disediakan hadiah menarik. Tidak hanya sampai disitu, para mahasiswa yang telah berhasil memberikan pertanyaan terbaik mendapatkan hadiah dari PwC. Acara ini ditutup dengan lunch break sebelum dilanjutkan ke sesi 2 yang kurang lebih sama alur kegiatannya.

Bagaimana teman-teman? Tentunya kunjungan ke PwC menjadi suatu pengalaman yang menarik ya? Jika kalian merasa begitu, begitupun dengan teman kita yang satu ini!

“Rangkaian acara overall sangat seru! Jadi kita tidak merasa bosan selama mengikuti kegiatan open house PwC ini. Selain itu informasi yang diberikan sangat banyak dan menarik, membuat saya merasa lebih mengenal apa itu PwC,” ujar Yovela Adhianta, mahasiswa jurusan akuntansi semester 6.

Akhir kata, semoga pengalaman yang dibagikan ini dapat bermanfaat bagi teman-teman semua ya!

Kunjungan ke Big 4? Yuk, Simak Keseruan Mahasiswa TSM di Deloitte!

Pernahkah kalian mendengar istilah perusahaan “Big 4” di dalam dunia akuntansi? Perusahaan Big 4 ini banyak diimpikan oleh para mahasiswa akuntansi, lho! Nah, Big 4 sendiri bukanlah nama dari satu perusahaan saja, melainkan mencakup empat Kantor Akuntan Publik (KAP) yang terdiri dari Deloitte, PwC, EY, dan KPMG. Keempat KAP ini biasa disebut sebagai worldwide company karena mempunyai partner lokal di berbagai negara, termasuk Indonesia. Bukan karena semata-mata merupakan perusahaan besar saja, namun benefit dan koneksi yang didapat ketika bekerja di perusahaan Big 4 tidak kalah menguntungkan lho!

Menilik kepada nama besar dari para perusahaan Big 4 ini, kali ini beberapa mahasiswa TSM berkesempatan untuk berkunjung ke salah satu perusahaan Big 4, yakni Deloitte. Perusahaan ini terletak di daerah Thamrin, tepatnya di The Plaza Office Tower. Kunjungan ini diselenggarakan melalui CDC TSM dengan mengangkat tema “Upskill Workshop Session with Accounting Students”. Namun, di kunjungan kali ini, TSM tidak sendiri, melainkan bersama dengan para mahasiswa Universitas Indonesia. Sayangnya, di dalam kunjungan kali ini, tidak semua mahasiswa TSM dapat ikut serta, para mahasiswa akan diseleksi menjadi 20 orang yang terdiri dari mahasiswa semester 4-6 dan juga dinilai melalui CV yang telah mereka submit di dalam form pendaftaran sebelumnya.

Tanpa berlama-lama lagi, yuk kita simak keseruan para mahasiswa TSM di Deloitte! Acara berlangsung mulai dari pukul 13.30 – 18.00 WIB. Dalam pembukaan acara, para mahasiswa berkesempatan untuk melihat dan bertemu dengan Ibu Elisabeth Imelda selaku Indonesia Audit & Assurance Leader. Di dalam opening speech-nya, Ibu Imelda menyampaikan wejangan tentang profesi akuntan yang tidak akan mati karena zaman terus berkembang dan para akuntan ‘dipaksa’ untuk terus beradaptasi dan menciptakan inovasi baru. Dilanjutkan dengan perkenalan company profile dan kegiatan workshop yang dibawakan oleh Pak Raymond tentang komunikasi dan perspektif. Pada sesi ini para mahasiswa TSM diharuskan untuk berpasangan dengan mahasiswa UI dengan tujuan untuk memperluas relasi.

Di dalam workshop ini, Pak Raymond menyampaikan bahwa komunikasi merupakan hal yang sangat krusial dan harus dilakukan dengan efektif. Maka dari itu, beliau meminta para mahasiswa yang sudah berpasangan untuk bermain game yang telah disiapkan. Satu orang akan diminta untuk memberikan instruksi mengenai cara melipat kertas namun tanpa berbicara dan orang lainnya diminta untuk membuat lipatannya. Ketika mereka dilarang untuk berkomunikasi, banyak hasil lipatan yang salah dan menandakan bahwa tanpa komunikasi hal-hal akan terasa lebih sulit. Setelah itu, di ronde kedua mereka diperbolehkan untuk melakukan komunikasi dan alhasil lipatan dapat terbentuk sesuai dengan arahan. Hal ini menandakan bahwa komunikasi dapat berpengaruh terhadap hasil yang ditimbulkan.

Setelah sesi workshop berakhir, acara dilanjutkan dengan sharing session bersama Ibu Rosita dan Ibu Lia selaku partner dari Deloitte. Dalam kesempatan tersebut, beliau-beliau membagikan pengalaman dan alasan mau untuk berkecimpung di dalam dunia audit sampai saat ini. Tidak ketinggalan, di akhir acara beliau-beliau turut memberikan wejangan bahwa dalam bekerja, kita harus mengikuti passion yang ada di dalam diri kita dan mencari alasan mengapa kita menginginkan suatu pekerjaan sehingga nantinya kita dapat terus berkomitmen kepada pekerjaan yang dipilih.

Terakhir, hal yang paling ditunggu-tunggu oleh para mahasiswa yaitu office tour di dalam perusahaan Deloitte yang terdiri dari 4 lantai. Para mahasiswa diperkenankan untuk berkunjung ke beberapa lantai seperti lantai audit, tax, dan financial advisory. Di setiap lantainya, para mahasiswa akan mendapatkan penjelasan tentang setiap lini bisnis yang dijelaskan oleh perwakilan dari para lini bisnis itu sendiri. Lalu, bagaimana sih review dari mahasiswa yang berkesempatan untuk mengikuti kegiatan secara langsung?

“Menurut saya company visit ke Deloitte ini menjadi pengalaman yang sangat insightful ya, tentunya ada rasa senang karena berkesempatan juga untuk masuk dan melihat Deloitte itu seperti apa secara lebih dekat. Pokoknya ini jadi one in a million experience buat aku dan teman-teman dari TSM juga,” seru Mathilda. Tentunya hal ini merupakan kesempatan berkesan ya teman-teman! Semoga melalui pengalaman yang dibagikan ini dapat berguna bagi para mahasiswa dan teman-teman pembaca dalam menambah perspektif baru mengenai Big 4 terutama Deloitte ya!

Intip Keseruan Seminar Penagihan Pajak oleh KPP Pratama Jakarta Grogol Petamburan

        Pastinya kita sudah tidak asing lagi dengan pajak. Menurut undang-undang nomor 6 tahun 1983, Pajak adalah kontribusi wajib yang harus dibayar oleh orang pribadi atau badan usaha kepada negara berdasarkan undang-undang dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara sebagaimana diatur dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (ABPN). Sebagai warga negara yang baik diharapkan setiap mahasiswa memiliki pemahaman yang baik akan pentingnya membayar pajak agar terhindar dari penagihan pajak berupa sanksi pajak seperti denda atau penyitaan.

           Pada hari Jumat 12 Mei 2023, TSM telah mengadakan seminar dengan judul mengenal lebih dalam mengenai penagihan pajak yang dibawakan langsung oleh bagian fungsional penyuluh ahli muda KPP Pratama Jakarta Grogol Petamburan Bapak Yudianto bersama Bapak Boby selaku bagian fungsional asisten penyuluh penyelia KPP pratama Jakarta Grogol Petamburan. Seminar ini terlaksana di auditorium lantai 8 Trisakti School of Management mulai pukul 14.00 – 16.00 WIB. Didampingi oleh Ibu Debora, S.E., M.Ak., CAP., CertDA. sebagai MC.

            Seluruh peserta seminar menyaksikan dengan seksama pemaparan materi baik dari Bapak Yudianto dan Bapak Bobby, tak jarang sambil diselingi oleh cerita pengalaman bagaimana beliau-beliau dalam melakukan penagihan pajak. Acara seminar berlangsung sangat seru dan asyik, pada akhir pemaparan materi diadakan sesi tanya jawab yang diikuti sangat antusias oleh para peserta seminar. Tak lupa para penyuluh KPP Grogol juga sudah menyediakan hadiah sebagai apresiasi atas tanya jawab para peserta seminar. Sebuah kesempatan yang luar biasa mendapat penyuluhan pajak langsung oleh pegawai pajak. Melalui seminar ini diharapkan dapat membuka mata mahasiswa agar lebih memahami sistem penagihan pajak di Indonesia.

            Seminar ditutup dengan foto bersama oleh para pembicara serta pemberian sertifikat dan plakat oleh Ibu  Arwina Karmudiandri, S.E., M.Ak., CFP., CertDA. selaku sekretaris program studi akuntansi. Terima kasih KPP Grogol Petamburan atas waktu dan kesempatannya, sampai jumpa di lain waktu.

Asik Membahas Karir, TSM Kedatangan Orang-Orang Hebat Ini Lho!

Ketika bertambah dewasa, pemikiran dan keinginan kita seringkali berubah menjadi lebih realistis. Ketika dulu kita hanya bisa bermimpi untuk memiliki 1.000 boneka, pergi ke bulan, dan lain-lain. Semakin dewasa, hal-hal tersebut terasa menjadi lebih “mungkin” dan “realistis”. Salah satu hal yang sangat kita perlukan ketika kita beranjak dewasa dan perlu kita kejar adalah karir. Untuk mencapai mimpi kita, tentunya kita menginginkan adanya stabilitas dari jenjang karir di dalam hidup kita. Namun, sebenarnya seberapa penting karir itu? dan mengapa kini hal tersebut menjadi sesuatu yang harus kita perhatikan?

Berbekal dari rasa penasaran tersebut, Trisakti School of Management berkolaborasi dengan 2 kampus lain, yaitu London School Public Relation (LSPR) dan PPM School of Management, berhasil menghadirkan dan memperluas wawasan para mahasiswa mengenai arti dari karir itu sendiri dan bagaimana cara kita untuk berkomitmen padanya. Kegiatan kolaborasi ini sendiri dinamakan sebagai “Career Fair 2023”. Selain untuk menjawab pertanyaan mengenai karir, kolaborasi ini juga dijadikan sebagai peluang bagi TSM untuk menjalin relasi yang baik dengan LSPR dan PPM School of Management. Pada kesempatan kali ini, Pak Arya Pradipta, Pak Wibisono Soediono, dan Ibu Annisa Kanti menjadi perwakilan dari TSM. Diikuti oleh Ibu Yama, Ibu Tesalonika, Ibu Wanda, dan Pak Yono sebagai perwakilan dari LSPR. Terakhir, Ibu Alicia, Ibu Resti, Ibu Denia, dan Pak Syahrir sebagai perwakilan dari PPM School of Management.

Diselenggarakan selama beberapa hari, pada kesempatan ini TSM mendapatkan tugas untuk menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Career Talk yang merupakan bagian dari rangkaian acara Career Fair. Acara dimulai dengan kata sambutan dari Pak Arya Pradipta selaku pimpinan dari TSM. Di dalam pidatonya, beliau menceritakan keinginan beliau bagi para mahasiswa dalam mempertahankan kehidupan, serta keinginan untuk berkomitmen terhadap pekerjaan yang tidak hanya bertumpu pada pendidikan. Untuk mendapat titik terang dari hal tersebut, TSM, LSPR, dan PPM berhasil mendatangkan ketiga pembicara yang mumpuni di bidangnya dan memiliki jenjang karir yang tidak “main-main”.

Menjadi pembicara pertama dengan topik “Adulting 101: Work Life Preparation”, Ibu Devina Jevira merupakan alumni dari TSM angkatan 2010, lho! Kini, karena kegigihan dan komitmennya, beliau berhasil menjadi seorang Finance Professional di Danone Indonesia. Dalam topiknya, Ibu Devina memulai dengan penjelasan mengenai adulting yaitu the practice of behaving in the manner of a responsible adult, especially in completing everyday tasks. Dalam pengertian ini, beliau meng-highlight ketiga hal yaitu behaving, a responsible adult, dan completing yang menandakan semakin bertambah dewasa kita harus memperhatikan perilaku, tanggung jawab, dan etika kita karena di dalam dunia kerja kita akan dihadapkan dengan sesuatu yang tidak bisa diprediksi begitu saja.

Tidak kalah seru, topik berikutnya adalah “What Skills do Companies Desire the Most in 2023?” yang dibawakan oleh Ibu Atiek Idaningsih, seorang vice president human capital management BCA. Dalam pembahasannya, beliau sedikit menyinggung mengenai dampak pandemi Covid-19 terhadap banyak perusahaan, terutama industri perbankan. Menurutnya, pandemi menyebabkan banyak perubahan di dalam perusahaan, salah satunya adalah pemaksimalan remote working. Akibatnya, di masa kini, perusahaan tidak hanya lagi menginginkan skills dari suatu individu, melainkan menginginkan sesuatu yang lebih, yaitu kolaborasi.

Topik penutup di Career Talk 2023 ini adalah “Personal Branding & Networking for Fresh Graduates” yang dibawakan oleh Kak Jehian Panangian Sijabat yang merupakan CEO dari Mantappu Corp, Founder Menantea, dan juga merupakan penerima penghargaan Forbes 30 Under 30 Asia. Menurut Kak Jehian, personal branding merupakan hal yang melekat di dalam diri semasa hidup dan ada di dalam kehidupan sosial kita. Personal branding menjadi salah satu alternatif kita dalam menunjukkan bahwa diri kita “otentik” yaitu hal yang dapat membedakan kita dengan orang lain dan hal ini bukanlah sesuatu yang bisa dipalsukan. Dua hal yang kita butuhkan dalam membangun personal branding adalah persepsi dan persona. Kedua hal inilah yang akan membawa kita ke dalam posisi superiority dan inferiority, pada saat itulah kita harus memutuskan, kita ingin diingat seperti apa ketika kita mati? Apa pesan yang kita ingin sampaikan ke dunia? Dan hal itu bisa terjadi dan disampaikan melalui personal branding yang kita miliki.

Wah, It’s a good opportunity to have these three incredible speakers with us! Semoga dengan adanya Career Talk ini, para mahasiswa dimanapun baik bagi para pembaca dapat mengambil sisi positif dari pesan yang disampaikan, ya!