Berita Populer

Uji Publik Calon Panitia Seleksi (Pansel) Satuan Tugas Pencegahan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) TSM

Pada tanggal 23 September 2022 lalu, Trisakti School of Management (TSM) berhasil menyelenggarakan Uji Publik Calon Panitia Seleksi (Pansel) Satuan Tugas Pencegahan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Kegiatan tersebut dilakukan secara langsung di hadapan para audiens yang juga hadir menyaksikan kegiatan Uji Publik tersebut. Uji publik ini diuji langsung oleh Ibu Yosephine Dian Indraswani, S.Psi., M.Si.,  yang merupakan Direktur Eksekutif Yayasan Pulih. Yayasan Pulih sendiri merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak dalam penanganan trauma dan pemulihan psikososial bagi masyarakat yang mengalami dampak kekerasan secara langsung dan tidak langsung dan bencana alam di berbagai wilayah Indonesia dengan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan penerima manfaat.

Terdapat 9 calon pansel yang merupakan perwakilan dari mahasiswa, dosen, serta tenaga pendidik TSM yang akan melakukan uji publik PPKS. Selanjutnya, ke-9 orang Calon Pansel wajib mengikuti proses Uji Publik. Dalam kegiatan uji publik ini, masing-masing Pansel diberikan waktu untuk memaparkan ide-ide dan argumennya melalui presentasi singkat terkait PPKS. Setelah memaparkan argumennya, Calon Pansel diberikan kesempatan menjawab beberapa pertanyaan dari penguji dan peserta Uji Publik yang juga dihadiri oleh pihak internal TSM sebagai audiens.

Sebagai contoh dari calon pertama yang merupakan salah satu dosen TSM yaitu Ibu Erika Jimena Arilyn, S.E., M.M., CRP., CPF., CFP. Beliau membawakan topik yang bertemakan Profil Pelajar Pancasila dan menekankan bahwa sebagai pelajar Pancasila untuk tetap saling menghormati dan menghargai agar tidak melakukan tindakan kekerasan serta tidak diam jika melihat adanya kekerasan.

Uji Publik dilanjutkan oleh perwakilan mahasiswa TSM yaitu Azahra Salsabila Destiara. Ia membawakan tema Objektifikasi Perempuan dengan menggunakan sosial media “kampus cantik”. Azahra mengatakan bahwa dengan adanya sosial media “kampus cantik” membuat wanita sebagai sebuah objek yang dapat dinilai, sehingga hal ini merupakan bagian dari kekerasan seksual pada Wanita dan perlu dihindari. Adapun dari perwakilan tenaga kependidikan, yaitu Bapak R. Nurdoro Widadi, A.Md. yang membahas terkait Strategi Merespon Kekerasan Seksual. Beliau mengungkapkan jika terjadi kekerasan seksual perlu ditindak secara langsung, delegasikan tanggung jawab ke orang sekitar dan perlu dokumentasi seperti melakukan perekaman untuk membantu korban dalam membuktikan kebersalahan pelaku.

Di akhir Uji Publik pun Ibu Dian, selaku penguji sangat mengapresiasi para kesembilan calon pansel dalam memaparkan isu-isu terkait pelecehan seksual, beliau juga berharap kesembilan calon pansel tersebut dapat melakukan yang terbaik dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual. Sebagai mahasiswa TSM yang berpendidikan, tentunya kita jangan hanya berharap kepada para peserta calon Pansel dalam menerapkan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual, tetapi sebagai mahasiswa dan juga manusia yang beradab, mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman bagi diri sendiri dan juga orang lain. #GerakBersama #AmanBersama