Bandung, Oktober 2025 – Melalui Tim perwakilan mahasiswa yakni Bluebook, mahasiswa TSM sukses meraih predikat Juara 2 dalam ajang Business Case Competition (BCC) yang menjadi bagian dari rangkaian Investment Festival (INFEST) 2025.
Kompetisi prestisius yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Ekonomi dan Pasar Modal Institut Teknologi Bandung (KSEP ITB) ini berlangsung sejak 25 Agustus hingga puncaknya pada 4 Oktober 2025.
Keberhasilan luar biasa ini merupakan hasil sinergi dari tiga mahasiswa akuntansi angkatan 2023 yakni: Cathlin Apsari dengan latar belakang sebagai Alumnus SMAN 1 Maumere, Nopia Widiacandra dengan latar belakang sebagai Alumnus SMA Kesatuan, dan Khayla Khairunnisa Putri Santoso dengan latar belakang sebagai Alumnus SMA Taruna Terpadu.
Pencapaian mereka terasa kian istimewa mengingat persaingan yang melibatkan kolaborasi antar-mahasiswa dari universitas elite seperti Universitas Indonesia (UI), Binus University, hingga sang tuan rumah, ITB.
Dengan mengangkat tema besar “Navigating the Future: Smart Investment in the Times of Changes,” kompetisi ini dirancang untuk menguji ketajaman peserta dalam merumuskan solusi atas problematika bisnis riil. Para peserta dituntut untuk mengambil keputusan investasi yang cerdas, adaptif, dan relevan di tengah ketidakpastian ekonomi serta disrupsi teknologi global.
Melalui dua tahapan intensif mulai dari analisis mendalam berbasis data pada babak penyisihan daring hingga presentasi di hadapan juri profesional pada babak final luring Tim Bluebook mampu
menunjukkan standar kualitas yang melampaui ekspektasi.

Dokumentasi Presentasi PPT Final oleh Tim Bluebook, 4 Oktober 2025
Bagi Tim Bluebook, partisipasi dalam INFEST 2025 bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan untuk mengeksplorasi sinergi antara dunia akademik dan praktisi industri. Kolaborasi KSEP ITB
dengan Kiwoom Sekuritas menjadi daya tarik utama bagi tim untuk mendapatkan insight langsung dari industri pasar modal.
“Kolaborasi dengan Kiwoom Sekuritas memberikan insight langsung dari industri, sehingga solusi yang kami susun tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga relevan dengan praktik nyata. Melalui pengalaman
ini, kami dapat mengembangkan kemampuan bekerja dalam tim lintas perspektif serta memahami aplikasi profesional analisis bisnis,” ungkap perwakilan tim.
Perjalanan menuju podium juara dilalui dengan persiapan yang sangat terstruktur. Tim mengawali langkah dengan pembedahan studi kasus kemudian melakukan penyusunan slide deck yang mengedepankan analisis berbasis data, mitigasi risiko, serta dampak keberlanjutan dari solusi yang ditawarkan. Memasuki babak final, proses ini semakin dipertajam melalui sesi mentoring intensif yang membantu tim memperjelas alur logika dan substansi presentasi.
Strategi utama yang diterapkan adalah pembagian peran yang presisi berdasarkan spesialisasi masing-masing anggota, mulai dari pengolahan data mentah, pengembangan strategi, hingga perancangan
visual presentasi yang persuasif. Namun, tantangan terbesar muncul ketika mereka harus menyatukan berbagai sudut pandang dalam keterbatasan waktu menuju final. Komunikasi terbuka dan kompromi
berbasis data menjadi kunci bagi tim untuk tetap solid dan adaptif.
“Faktor utama keberhasilan kami bukan sekadar teknis, melainkan kedalaman pemahaman materi dan kekompakan tim. Kami berupaya memahami setiap implikasi dari solusi yang kami ajukan secara
menyeluruh, sehingga pada sesi tanya jawab, kami mampu menyampaikan argumen yang logis dan meyakinkan di hadapan para profesional,” tambah mereka.
Pencapaian sebagai Juara 2 di ajang sekelas INFEST ITB memberikan pembelajaran yang sangat kaya bagi mahasiswa TSM, mulai dari peningkatan kemampuan problem solving, penyusunan pitch deck yang persuasif, hingga penguasaan strategi komunikasi di hadapan dewan juri ahli. Pengalaman ini pun diharapkan menjadi motivasi kuat bagi mereka untuk terus melampaui batas kemampuan diri.
Menutup perjalanan prestasi ini, Tim Bluebook berharap agar bekal yang diperoleh dari proses kolaborasi, mentoring, serta evaluasi juri dapat diaplikasikan secara nyata dalam karier mereka ke depan. Kemenangan ini membuktikan bahwa mahasiswa TSM memiliki daya saing intelektual yang sejajar dengan universitas top lainnya, sekaligus menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa TSM untuk terus
berpartisipasi aktif dalam berbagai kompetisi akademik di masa
mendatang.