Kemampuan menganalisis kebijakan fiskal dan perpajakan menjadi salah satu kompetensi yang semakin dibutuhkan di tengah transformasi ekonomi dan digitalisasi sistem perpajakan di Indonesia. Kompetensi tersebut berhasil dibuktikan oleh mahasiswa Trisakti School of Management (TSM) melalui raihan Juara 2 pada Konferensi Mahasiswa Akuntansi (KMA) yang diselenggarakan oleh Universitas Atma Jaya Yogyakarta pada 24 Maret–10 April 2026.
Prestasi tersebut diraih oleh Tim Trademark yang beranggotakan Aldryan Leonardo (Alumnus SMAN 1 Koba), Chastine Claresta Hanoso (Alumna SMA 2 Methodist Medan), dan Justin Angwyn (Alumnus SMA Budi Agung). Mengusung tema Fiscal Transformation in a New Government Era: Strengthening Indonesia’s Tax Efficiency and Economic Resilience, kompetisi ini menantang peserta untuk menyusun karya ilmiah yang membahas transformasi fiskal, reformasi perpajakan, digitalisasi pajak melalui CoreTax, serta penguatan ketahanan ekonomi Indonesia.
Persaingan dalam kompetisi berlangsung ketat. Seluruh peserta terlebih dahulu menyusun paper berdasarkan analisis terhadap isu perpajakan dan kebijakan fiskal di Indonesia. Dari seluruh peserta, hanya enam tim dengan karya ilmiah terbaik yang berhak melaju ke babak konferensi untuk mempresentasikan hasil kajian, berdiskusi dengan peserta lain, serta mempertahankan argumen di hadapan dewan juri. Penilaian dilakukan secara menyeluruh, mencakup kualitas paper, ketajaman analisis, hingga kemampuan peserta dalam menyampaikan gagasan secara sistematis.
Menghadapi tantangan tersebut, Tim Trademark menerapkan strategi dengan membagi peran sesuai keahlian masing-masing anggota, mulai dari pengumpulan data, analisis kebijakan fiskal, penyusunan paper, hingga persiapan presentasi. Selain melakukan riset dari berbagai sumber tepercaya, tim juga rutin berdiskusi dan berlatih untuk memastikan setiap argumen yang disampaikan didukung oleh data yang valid serta mampu dipertahankan di hadapan dewan juri.
Aldryan Leonardo mengungkapkan bahwa keberhasilan tim tidak hanya ditentukan oleh kualitas karya ilmiah, tetapi juga oleh kekompakan seluruh anggota selama proses persiapan. “Faktor utama yang membuat tim kami berhasil meraih prestasi ini adalah kualitas analisis yang didukung data yang relevan, kerja sama tim yang solid, serta kemampuan dalam menyampaikan ide secara jelas dan meyakinkan,” ungkapnya.
Melalui kompetisi ini, Tim Trademark memperoleh pengalaman berharga dalam memperdalam pemahaman mengenai kebijakan fiskal dan perpajakan, sekaligus mengasah kemampuan riset, berpikir kritis, serta komunikasi ilmiah. Prestasi ini semakin mempertegas komitmen Trisakti School of Management dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif terhadap perkembangan industri, serta mampu memberikan kontribusi nyata melalui prestasi akademik di tingkat nasional maupun internasional.