Pertegas Relevansi Lulusan dengan Kebutuhan Industri, TSM Sukses Gelar DUDI Gathering 2026

Pertegas Relevansi Lulusan dengan Kebutuhan Industri, TSM Sukses Gelar DUDI Gathering 2026

Pertegas Relevansi Lulusan dengan Kebutuhan Industri, TSM Sukses Gelar DUDI Gathering 2026

author-img manager 09/06/2026

Jakarta, Mei 2026 – Sebagai bentuk komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan relevansi lulusan terhadap kebutuhan dunia kerja, Trisakti School of Management berhasil menyelenggarakan kegiatan DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) Gathering 2026. Forum yang berlangsung pada Jumat, 22 Mei 2026 ini menjadi wadah komunikasi dan kolaborasi aktif antara institusi pendidikan dengan para alumni serta pengguna lulusan yang hadir secara langsung di lingkungan TSM. 

Agenda strategis ini dihadiri oleh jajaran perwakilan TSM, di antaranya Dr. Wibisono Soediono, S.E., M.B.A., CMA., QRGP. (Wakil Ketua III), Annisa Kanti, S.E., M.Ak., RSA., BKP. (Kepala Career Development Center & Tracer Study TSM), serta sejumlah dosen Program Studi Akuntansi dan Manajemen. Selain itu, jajaran mitra industri dari berbagai perusahaan terkemuka seperti PwC Indonesia, PT Bank Central Asia, Astra Auto2000, BDO Indonesia, Lippo Malls, KAP Johanes Juara Rekan, PT Medeia Potentia Tbk., PT Central Proteina Prima Tbk., dan Orang Tua Group turut hadir untuk memberikan evaluasi serta masukan konstruktif demi pengembangan kurikulum mahasiswa. Selain itu, forum ini juga mengundang alumni dari berbagai bidang profesi serta pihak pengguna lulusan untuk berbagi pengalaman, memberikan masukan, dan menyampaikan testimoni terkait kualitas lulusan TSM.

Dalam diskusi yang berlangsung secara dua arah, para alumni membagikan pengalaman mereka selama menempuh pendidikan di TSM serta bagaimana pembelajaran yang diperoleh berkontribusi besar dalam perjalanan karier mereka. Forum ini pun menjadi sarana evaluasi yang konstruktif untuk memahami kebutuhan industri sekaligus menyesuaikan kompetensi mahasiswa agar semakin relevan dengan dinamika dunia kerja. 

Salah satu topik utama yang dibahas adalah masifnya penggunaan Artificial Intelligence (AI) di lingkungan korporasi dan proses audit perusahaan. Menanggapi fenomena ini, Imanuel Harley, selaku alumni Program Studi Akuntansi angkatan 2017, menyampaikan bahwa penting bagi kampus untuk menjaga nalar kritis (critical thinking) mahasiswa agar tidak menerima luaran teknologi secara mentah. 

“Apabila AI memberikan jawaban berupa referensi PSAK, penjelasan standar akuntansi, maupun kesimpulan tertentu, informasi tersebut tetap perlu ditinjau, dibandingkan, dan diverifikasi kembali secara manual dengan sumber resmi guna memastikan ketepatan, kesesuaian, dan validitas informasi yang diberikan,” ujar Imanuel Harley. 

Isu keamanan siber dan perlindungan data sensitif korporasi juga disampaikan dalam diskusi. Senada dengan hal tersebut, Ayu Ningtyas, alumni Program Studi Manajemen angkatan 2010, menilai bahwa pemahaman mengenai Personally Identifiable Information dan keamanan data wajib diperhatikan agar informasi rahasia perusahaan tidak dieksplorasi atau dibagikan sembarangan melalui AI. Di samping itu, kebutuhan kompetensi di sektor pasar modal juga disoroti oleh Zaki Zahran Hartara, alumni Program Studi Manajemen angkatan 2022, yang menyarankan agar TSM mendorong mahasiswa memperoleh sertifikasi profesional seperti WPPE dan WMI demi menangkap peluang karier yang terus meningkat di masa depan. 

Sementara itu, pihak pengguna lulusan memberikan penilaian positif mengenai kualitas, kompetensi, profesionalisme, dan kesiapan lulusan TSM di lingkungan kerja. Perwakilan dari PT Medeia Potentia Tbk., Christesa Melani, menyampaikan bahwa standar pendidikan yang diterapkan TSM saat ini sudah sangat baik. Namun, ia juga memberikan masukan agar para alumni lebih berani mengeksplorasi peluang karier di luar bidang finance atau akuntansi tradisional, serta menekankan pentingnya efisiensi dalam penyampaian ide. 

“Dalam dunia kerja, penyampaian ide dan presentasi saat ini dituntut semakin efektif dan ringkas. Presentasi kepada BOD umumnya tidak lagi menggunakan slide yang terlalu panjang, melainkan cukup disampaikan secara singkat dan padat agar ide dapat dipahami dalam waktu yang terbatas,” ungkap Christesa Melani. 

Menyikapi hal tersebut, alumni lainnya dari Program Studi Manajemen angkatan 2014 seperti Jonnathan Jordian menyarankan agar peningkatan kemampuan komunikasi dan public speaking mulai diterapkan langsung dalam metode pembelajaran di kelas, seperti memberikan tugas presentasi dengan jumlah slide yang dibatasi. Menurutnya, individu yang memiliki sikap kerja baik, komunikatif, dan mampu bekerja sama (teamwork) jauh lebih unggul di dunia profesional. 

Interaksi yang aktif antara para dosen, alumni, dan pengguna lulusan ini menjadi langkah penting bagi TSM dalam membangun hubungan yang berkelanjutan antara dunia akademik dan dunia profesional. Dengan terselenggaranya DUDI Gathering 2026, TSM berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan secara berkesinambungan, guna menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan di dunia usaha serta dunia industri.

No tags found

Related Posts

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi atau Trisakti School of Management (TSM) merupakan perguruan tinggi yang telah mendapatkan akreditasi “UNGGUL” dari BAN PT.

Ada pertanyaan? Hubungi kami